- Aktivitas berjalan terlalu lama dapat menyebabkan kaki mengalami lecet, lepuhan, serta kapalan akibat gesekan.
- Kondisi tersebut bisa diatasi di rumah dengan mencuci, merendam air hangat, serta menggunakan pelembap.
- Pencegahan dapat dilakukan dengan mengenakan kaus kaki nyaman, plester pelindung, dan sepatu yang tidak sempit.
Suara.com - Kaki lecet dan kapalan bisa muncul setelah berjalan kaki lebih lama dari biasanya.
Gesekan berulang antara kulit, kaus kaki, dan sepatu menjadi salah satu penyebab kaki terasa perih atau tidak nyaman.
Kapalan biasanya ditandai dengan kulit yang menebal dan terasa lebih keras pada bagian tertentu.
Sementara itu, lecet dapat membuat kulit terasa nyeri, panas, bahkan muncul lepuhan berisi cairan.
Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas jika tidak segera dirawat dengan tepat.
Berikut cara mengatasi kaki lecet dan kapalan akibat terlalu lama jalan kaki yang bisa dilakukan di rumah.
1. Bersihkan Kaki dengan Lembut
Setelah berjalan jauh, bersihkan kaki menggunakan air dan sabun yang lembut. Cara ini membantu menghilangkan kotoran dan keringat yang menempel tanpa membuat kulit semakin iritasi.
Hindari menggosok bagian yang lecet terlalu keras. Setelah dicuci, keringkan kaki dengan menepuknya secara perlahan menggunakan handuk bersih.
2. Jangan Pecahkan Lepuhan
Jika lecet membentuk lepuhan berisi cairan, sebaiknya jangan langsung dipecahkan. Kulit yang menutupi lepuhan dapat menjadi pelindung alami dari kotoran dan bakteri.
Lindungi bagian tersebut dengan plester khusus luka atau perban yang bersih agar tidak kembali bergesekan dengan sepatu.
3. Berikan Waktu untuk Beristirahat
Kaki yang terus digunakan berjalan dapat membuat lecet semakin parah. Kurangi aktivitas yang memberikan tekanan atau gesekan pada bagian kaki yang bermasalah.
Saat beristirahat, kamu bisa melepaskan sepatu dan menggunakan alas kaki yang longgar agar kaki tidak terus tertekan.
4. Rendam Kaki dengan Air Hangat
Kapalan membuat kulit menjadi lebih tebal dan keras. Merendam kaki dalam air hangat selama beberapa menit dapat membantu melembutkan kulit yang menebal.
Setelah itu, kamu dapat menggunakan batu apung atau foot file secara perlahan pada bagian kapalan. Jangan mengikis kulit terlalu dalam karena dapat menyebabkan luka.
5. Gunakan Pelembap
Kulit kaki yang kering lebih mudah terasa kasar dan pecah-pecah. Oleskan pelembap secara rutin, terutama pada bagian yang mengalami kapalan.
Produk yang mengandung urea dapat membantu melembutkan kulit yang menebal. Hindari mengoleskan bahan aktif yang dapat mengiritasi langsung pada luka lecet yang masih terbuka.
6. Pilih Sepatu yang Tidak Sempit
Sepatu yang terlalu sempit atau ukurannya tidak sesuai dapat meningkatkan tekanan dan gesekan pada kaki. Setelah kaki pulih, pilih sepatu yang memberikan ruang cukup bagi jari-jari untuk bergerak.
Pastikan juga bagian dalam sepatu tidak memiliki jahitan atau permukaan kasar yang mudah bergesekan dengan kulit.
7. Gunakan Kaus Kaki yang Nyaman
Kaus kaki dapat membantu mengurangi kontak langsung antara kulit dan material sepatu. Pilih bahan yang nyaman dan dapat membantu menjaga kaki tetap kering.
Ganti kaus kaki jika sudah basah oleh keringat agar kondisi kaki tidak semakin lembap.
8. Gunakan Plester pada Area yang Mudah Bergesekan
Jika mengetahui bagian kaki yang sering lecet saat berjalan jauh, lindungi area tersebut sebelum mulai beraktivitas. Plester atau bantalan khusus dapat mengurangi gesekan dan tekanan.
Cara ini juga dapat menjadi langkah pencegahan, terutama ketika harus menggunakan sepatu baru atau berjalan dalam waktu lama.
Jika lecet semakin merah, bengkak, terasa panas, mengeluarkan nanah, atau tidak kunjung membaik, sebaiknya segera periksakan ke tenaga medis.