Bukan Cuma Soal Cuan, Ini Tips Investasi dari Edukator Keuangan agar Tak Salah Langkah

Dinda Rachmawati

Selasa, 01 September 2026 | 19:06 WIB
Bukan Cuma Soal Cuan, Ini Tips Investasi dari Edukator Keuangan agar Tak Salah Langkah
Ilustrasi investasi [Suara.com/QuickPro]
baca 10 detik
  • Edukator keuangan Alif Kenzo mengingatkan investor pada Jumat (28/8/2026) agar selalu mengutamakan manajemen risiko daripada sekadar mengejar keuntungan.
  • Masyarakat disarankan menggunakan dana di luar kebutuhan harian, menyiapkan dana darurat, serta menghindari investasi yang hanya berdasarkan tren media sosial.
  • Penerapan disiplin dan batasan risiko yang jelas membantu investor mengendalikan potensi kerugian agar tidak mengganggu kestabilan keuangan pribadi.

Suara.com - Berinvestasi kini bukan lagi hal yang terasa asing. Banyak orang mulai menyisihkan sebagian penghasilan untuk investasi dengan harapan bisa memiliki kondisi finansial yang lebih baik di masa depan. Namun, di balik peluang mendapatkan keuntungan, ada satu hal yang sering kali terlupakan, yakni bagaimana mengelola risiko.

Edukator keuangan dan trader Alif Kenzo mengingatkan bahwa investasi seharusnya tidak hanya dilihat dari seberapa besar keuntungan yang mungkin diperoleh. Sebelum mengambil keputusan, seseorang juga perlu memahami seberapa besar risiko yang sanggup ditanggung.

“Sering kali orang hanya bertanya, ‘Berapa keuntungan yang bisa saya dapat?’ Padahal pertanyaan yang jauh lebih penting adalah, ‘Seberapa besar risiko yang siap saya tanggung?’” ujar Alif Kenzo melalui keterangan tertulis pada Jumat (28/8/2026).

Menurut Kenzo, cara berpikir tersebut penting diterapkan sejak awal, terutama bagi mereka yang baru mulai mengenal dunia investasi. Jangan sampai keinginan mendapatkan keuntungan justru membuat seseorang mengabaikan kemampuan finansialnya sendiri.

Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah menentukan batas kemampuan sebelum menempatkan uang pada instrumen investasi.

Dana yang digunakan sebaiknya bukan uang yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan begitu, ketika investasi mengalami penurunan nilai, kondisi keuangan tetap dapat berjalan seperti biasa.

Kenzo juga mengingatkan pentingnya memiliki dana darurat. Menurutnya, kebiasaan menyisihkan uang untuk kebutuhan tak terduga merupakan salah satu bentuk manajemen risiko yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Selain itu, hindari mengambil keputusan hanya karena sedang mengikuti tren. Di era media sosial, informasi mengenai investasi dapat muncul hampir setiap saat. Ada berbagai cerita mengenai orang yang mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat, tetapi kondisi tersebut belum tentu menggambarkan risiko yang sebenarnya.

Karena itu, Kenzo mendorong masyarakat untuk membiasakan diri melakukan analisis sebelum mengikuti sebuah peluang. Jangan hanya melihat hasil yang diperoleh orang lain, tetapi pahami pula bagaimana proses dan risiko di baliknya.

baca juga

“Manajemen risiko bukan berarti takut mengambil peluang. Justru sebaliknya, kita mempersiapkan diri agar tetap bisa bertahan jika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan,” tuturnya.

Dalam aktivitas trading, prinsip tersebut dapat diterapkan dengan menentukan batas risiko sebelum membuka posisi. Dengan adanya batas yang jelas, seseorang tidak mudah terbawa emosi ketika menghadapi pergerakan pasar yang tidak sesuai harapan.

Hal yang sama sebenarnya berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Ketika hendak memulai usaha, misalnya, seseorang perlu mempertimbangkan modal, kemungkinan kerugian, hingga rencana jika usaha belum berjalan sesuai target. Begitu pula dalam karier, setiap pilihan memiliki peluang sekaligus konsekuensinya masing-masing.

Kenzo menilai disiplin menjadi bagian penting agar rencana yang sudah dibuat tidak mudah berubah karena rasa takut atau keserakahan.

“Disiplin adalah bentuk perlindungan terbaik. Saat seseorang memiliki aturan dan mampu mematuhinya, risiko yang dihadapi akan jauh lebih terkendali,” ujarnya.

Pada akhirnya, investasi bukan sekadar tentang mencari keuntungan sebesar-besarnya. Ada proses belajar, mengenali kemampuan diri, memahami risiko, dan menjaga agar keputusan finansial tidak mengganggu kebutuhan hidup.

“Risiko tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa dikelola. Ketika kita memahami cara mengelolanya, kita akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, baik dalam investasi maupun dalam kehidupan sehari-hari,” kata Kenzo.

Dengan pola pikir tersebut, investasi bisa ditempatkan sebagai bagian dari perjalanan mengatur keuangan, bukan sekadar mengejar cuan. Sebab, keputusan finansial yang baik bukan hanya tentang seberapa besar seseorang bisa mendapatkan keuntungan, tetapi juga seberapa siap ia menghadapi kemungkinan yang tidak sesuai dengan harapan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jasa Marga Raih Laba Bersih Rp1,9 Triliun di Semester I-2026

Jasa Marga Raih Laba Bersih Rp1,9 Triliun di Semester I-2026

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 13:57 WIB

6 Shio yang Paling Pandai Mengelola Keuangan dan Investasi

6 Shio yang Paling Pandai Mengelola Keuangan dan Investasi

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 12:25 WIB

Rahasia Fintech Tetap Tangguh di Tengah Pasar yang Berubah

Rahasia Fintech Tetap Tangguh di Tengah Pasar yang Berubah

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 10:57 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×