Menteri PANRB: Trade Corporate University Jadi Mesin Pencetak ASN Perdagangan Unggul

Fabiola Febrinastri

Kamis, 03 September 2026 | 09:59 WIB
Menteri PANRB: Trade Corporate University Jadi Mesin Pencetak ASN Perdagangan Unggul
Peluncuran Trade Corporate University dan Cetak Biru SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (2/9/2026). (Dok: Kemen PanRB)

Suara.com - Dinamika geopolitik dan pergeseran rantai pasok global membuat peluang dan risiko perdagangan dapat berubah dengan cepat. Digitalisasi dan artificial intelligence juga mengubah cara transaksi berlangsung, cara pasar bekerja, hingga cara pemerintah merumuskan kebijakan. Pada saat yang sama, persaingan global dan tuntutan keberlanjutan semakin tinggi.

Perubahan-perubahan tersebut tidak cukup dijawab hanya dengan regulasi atau teknologi. Karena itu, ASN perdagangan harus mampu belajar secepat perubahan, agar tetap relevan dan menjadi future-ready trade talent.

"Saya sangat mengapresiasi langkah Kementerian Perdagangan karena hari ini kita melaksanakan peluncuran dua bekal penting, yakni arah jangka panjang melalui Cetak Biru SDM dan mesin pembelajaran melalui Trade Corporate University. Keduanya menjadi fondasi penting dalam menyiapkan ASN perdagangan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, dalam sambutannya pada Peluncuran Trade Corporate University dan Cetak Biru SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Menteri Rini menjelaskan, ada tiga kapabilitas strategi yang perlu di perkuat guna membangun SDM sektor perdagangan yang berdaya saing global. Pertama, kebijakan dan negosiasi; Kedua, pengembangan ekspor; serta Ketiga, digital, data, dan kepemimpinan. Menurutnya, untuk membangun tiga kapabilitas tersebut tidak bisa hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas.

Di sinilah Trade Corporate University menjadi penting sebagai ekosistem pembelajaran terintegrasi.

"Ini juga sesuai dengan amanat UU ASN Nomor 20 Tahun 2023 bahwa pembelajaran ASN harus berlangsung terus-menerus, terintegrasi dengan pekerjaan, terkait dengan komponen manajemen ASN, serta terhubung dengan ASN lintas instansi dan pihak lain," ungkapnya.

Menteri Rini mengatakan, Corporate University (CorpU) bukan sekadar lembaga atau tempat pelatihan, tetapi ekosistem pembelajaran yang menghubungkan strategi organisasi, pengembangan kompetensi, dan kinerja ASN. Oleh karena itu, perubahan cara belajar harus diikuti juga dengan perubahan cara mengukur keberhasilan.

"Jadi rantai dampaknya harus utuh mulai dari Learning, Capability, Performance, Organizational Impact, hingga Public Value. Pembelajaran yang relevan meningkatkan kemampuan. Kemampuan diterapkan dalam pekerjaan. Penerapan itu memperbaiki kinerja. Kinerja yang membaik membantu organisasi mencapai sasaran strategis. Dan pada akhirnya, masyarakat serta dunia usaha merasakan manfaatnya," imbuhnya.

Selain CorpU, lanjutnya, Kementerian Perdagangan juga meluncurkan Cetak Biru SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045. Menurut Rini, jika dijalankan secara konsisten dan terintegrasi, Cetak Biru SDM dan Trade CorpU akan menjadi daya ungkit yang kuat bagi transformasi SDM dan pencapaian sasaran strategis Kementerian Perdagangan.

baca juga

"Cetak Biru memberikan arah dan Trade CorpU memperkuat kapabilitas. Dalam manajemen ASN, kedua instrumen ini juga menjadi penguat implementasi manajemen ASN yang berbasis sistem merit," jelasnya.

Maka dari itu, Menteri Rini berpesan agar Trade CorpU tidak berhenti menjadi program pelatihan, menurutnya ada empat hal yang perlu dijaga bersama, yakni pertama, Trade CorpU harus menjadi agenda pimpinan, bukan hanya agenda unit SDM.

"Kedua, pembelajaran harus dimulai dari masalah strategis organisasi. Ketiga, pembelajaran harus terintegrasi dengan kinerja, manajemen talenta, dan pengembangan karier. Serta Keempat, keberhasilan harus diukur dari dampaknya," tutupnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pengembangan SDM bukan pekerjaan tambahan. Pengembangan SDM adalah bagian dari pekerjaan utama Kementerian Perdagangan yang direncanakan secara strategis melalui Cetak Biru yang telah disusun oleh Badan Pengembangan SDM Perdagangan Kementerian Perdagangan.

"BPSDM Perdagangan Kementerian Perdagangan telah menyelesaikan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan menuju Indonesia Emas 2045. Saya memberikan apresiasi kepada BPSDM Perdagangan Kementerian Perdagangan dan seluruh pihak yang telah menyusun dokumen tersebut," ungkapnya.

Budi juga menjelaskan, melalui Trade Corp, pengembangan SDM bukan lagi sekedar pelatihan, tapi pembelajaran. Untuk itu telah diterbitkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 4 tahun 2026 tentang pengembangan kompetensi melalui sistem pembelajaran terintegrasi di bidang perdagangan sebagai landasan bagi penyelenggara Trade Corporate University.

Maka dari itu, Menteri Budi berharap BPSDM Perdagangan Kementerian Perdagangan terus membangun sinergi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Kepegawaian Negara, dan Lembaga Administrasi Negara, sehingga Trade CorpU dan Cetak Biru Pengembangan SDM Kementerian perdagangan dapat mendukung arah pembangunan ASN nasional, sekaligus tetap responsif terhadap kebutuhan spesifik sektor perdagangan.

"Dengan SDM yang kuat, saya yakin Kemendag akan semakin mampu menjalankan mandatnya dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045, "imbuhnya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Pelatihan, Menteri PANRB Dorong Trade Corporate University Cetak ASN Unggul

Bukan Sekadar Pelatihan, Menteri PANRB Dorong Trade Corporate University Cetak ASN Unggul

News | Rabu, 02 September 2026 | 20:11 WIB

Tenaga Ahli hingga ASN BGN Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi MBG

Tenaga Ahli hingga ASN BGN Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi MBG

News | Selasa, 01 September 2026 | 18:12 WIB

Bahas Transformasi Digital, Kementerian PANRB Bahas Peluang Kerja Sama dengan TBI

Bahas Transformasi Digital, Kementerian PANRB Bahas Peluang Kerja Sama dengan TBI

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata

Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:28 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Menteri PANRB Tekankan Transformasi Digital Harus Sesuai Realitas Masyarakat

Menteri PANRB Tekankan Transformasi Digital Harus Sesuai Realitas Masyarakat

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:57 WIB

Terkini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:39 WIB

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:38 WIB

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

News | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

News | Senin, 14 September 2026 | 10:28 WIB

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:25 WIB

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Senin, 14 September 2026 | 10:24 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

×