- Roti asal Jepang bernama salt bread kini menjadi tren kuliner populer karena memiliki tekstur renyah dan lembut.
- Co-Founder Sunday Batch, Andrian Harjanto, menyatakan para pelaku usaha melakukan inovasi rasa dan variasi penyajian sup pendamping.
- Sunday Batch menggunakan bahan baku berkualitas tinggi dan teknik pemanggangan khusus untuk menjaga standar mutu produk.
Tiga pilihan sup yang ditawarkan memiliki karakter masing-masing. Sunday Soup hadir dengan cita rasa gurih dan kaya rempah, Cream Mushroom Soup menawarkan rasa creamy yang lembut, sedangkan Black Sticky Rice Soup menghadirkan perpaduan gurih dan manis.
Kualitas Bahan Jadi Salah Satu Kunci
Selain inovasi, kualitas bahan juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya tarik produk roti artisanal.
Menurut Andrian, kualitas bahan menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam pembuatan produk.
“Untuk produk-produk di Sunday Batch, sama halnya seperti Dough Darlings, kami memastikan menggunakan bahan kualitas terbaik,” ujar Andrian.
Hal tersebut menjadi penting karena karakter salt bread sangat bergantung pada kualitas adonan dan mentega yang digunakan. Proses pemanggangan juga menentukan apakah roti mampu menghasilkan bagian luar yang renyah tanpa menghilangkan kelembutan di bagian dalam.
Sunday Batch sendiri menghadirkan salt bread dengan teknik pemanggangan pada suhu sekitar 180–190 derajat Celsius selama 12–15 menit. Produk tersebut juga tidak menggunakan egg wash. Sebagai gantinya, lelehan mentega selama proses pemanggangan membantu menghasilkan warna keemasan dan aroma buttery.
Untuk pilihan rasa, tersedia sejumlah varian seperti Double Chocolate, Triple Cheese, Blueberry, Chocolate Banana, dan Cranberry Cream Cheese.
Sementara untuk pengalaman dine-in, tersedia mini salt bread yang disajikan bersama tiga pilihan sup sebagai pendamping.
Co-Founder Sunday Batch, Sidney Mohede, mengatakan produk tersebut bermula dari eksperimen santai pada suatu hari Minggu, tetapi kemudian dikembangkan dengan standar produksi yang serius.
“Sunday Batch memang lahir dari ketidaksengajaan di satu sore hari Minggu yang santai. Namun, dalam menghadirkan produk ini secara resmi ke publik, kami melakukannya dengan komitmen penuh. Kami menyempurnakan setiap detailnya secara maksimal, menggabungkan craftsmanship tinggi dari para baker berpengalaman dengan kualifikasi bahan baku terbaik. Kami ingin memastikan keajaiban resep yang tercipta secara tidak sengaja ini disajikan dalam standar kualitas kuliner tertinggi,” ujar Sidney.
Dengan semakin beragamnya pilihan rasa, bentuk, hingga cara menikmati, perkembangan salt bread menunjukkan bahwa tren roti artisanal masih memiliki ruang untuk terus bereksplorasi. Bagi konsumen, hal ini tentu memberikan lebih banyak pilihan untuk menikmati roti, baik sebagai camilan, teman minum kopi, maupun comfort food di tengah kesibukan sehari-hari.