- Masyarakat Jawa menggunakan istilah weton, neptu, pasaran, dan wuku untuk berbagai perhitungan.
- Weton adalah gabungan hari lahir dan pasaran, sedangkan neptu merupakan nilai angka dari hari tersebut.
- Pasaran adalah siklus lima hari, sementara wuku merupakan siklus waktu sepanjang 30 bagian.
Suara.com - Kalender Jawa memiliki berbagai istilah yang masih digunakan dalam kehidupan masyarakat hingga sekarang.
Beberapa yang paling sering ditemukan adalah weton, neptu, pasaran, dan wuku. Keempat istilah tersebut saling berkaitan, tetapi memiliki pengertian yang berbeda.
Weton berkaitan dengan kombinasi hari lahir, sedangkan neptu digunakan dalam bentuk perhitungan angka.
Sementara itu, pasaran merupakan bagian dari siklus hari dalam kalender Jawa dan wuku menunjukkan siklus waktu yang lebih panjang.
Berikut ini perbedaan weton, neptu, pasaran, dan wuku dalam kalender Jawa.
1. Weton
Weton adalah gabungan antara hari tujuh harian dan pasaran Jawa ketika seseorang lahir.
Hari tujuh harian terdiri dari Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Sementara itu, pasarannya terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Dari situ dikenal weton seperti Senin Legi, Selasa Kliwon, atau Jumat Pon.
Dalam tradisi Jawa, weton sering digunakan untuk menghitung berbagai hal berdasarkan primbon, seperti kecocokan pasangan dan pemilihan hari baik.
2. Neptu
Neptu adalah nilai angka dari setiap hari dan pasaran. Nilai tersebut kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan neptu weton seseorang.
Misalnya, Senin memiliki nilai 4 dan Legi bernilai 5. Jadi, neptu untuk Senin Legi adalah 9. Perhitungan neptu biasanya menjadi dasar dalam berbagai perhitungan tradisional Jawa.
3. Pasaran
Pasaran adalah siklus lima hari dalam kalender Jawa, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.