- USGS menyarankan pakaian terkena abu Gunung Anak Krakatau dibersihkan di luar ruangan menggunakan air mengalir.
- Masyarakat harus menghindari penggosokan kuat dan penggunaan mesin pengering agar serat kain tidak rusak akibat abu.
- Pakaian perlu dicuci menggunakan deterjen dalam jumlah muatan kecil demi memastikan seluruh sisa abu benar-benar hilang.
5. Cuci dalam jumlah kecil
Hindari memasukkan terlalu banyak pakaian yang terkena abu sekaligus ke dalam mesin cuci karena pakaian membutuhkan ruang untuk bergerak bebas di dalam air.
USGS menyarankan pencucian pakaian dalam muatan kecil dengan air yang cukup agar proses pelepasan abu berlangsung lebih efektif.
6. Periksa pakaian sebelum dikeringkan
Pastikan tidak ada endapan abu yang masih menempel sebelum pakaian masuk ke tahap pengeringan sehingga partikel tidak kembali menyebar selama proses tersebut.
Hal yang Harus Dihindari
Membersihkan abu vulkanik membutuhkan perlakuan berbeda dari kotoran biasa karena partikel abu dapat bersifat abrasif terhadap kain.
Hindari mengucek atau menggosok pakaian terlalu kuat karena partikel abu yang tajam berpotensi mengikis bahkan memotong serat tekstil.
Jangan meniup pakaian menggunakan udara bertekanan untuk menghilangkan abu karena tindakan tersebut dapat membuat partikel kembali beterbangan di udara.
USGS juga tidak menyarankan menyapu abu dalam kondisi kering karena cara tersebut dapat membuat partikel kembali terdispersi dan meningkatkan risiko terhirup.
Selain itu, hindari penggunaan kipas atau mesin pengering pakaian ketika masih terdapat banyak abu karena aliran udara dapat membuat partikel kembali menyebar.
Pakaian yang terkena abu sebaiknya juga tidak langsung dicampur dengan pakaian lain sebelum endapan abu dikurangi dan proses pencucian dilakukan.