- USGS menyarankan pakaian terkena abu Gunung Anak Krakatau dibersihkan di luar ruangan menggunakan air mengalir.
- Masyarakat harus menghindari penggosokan kuat dan penggunaan mesin pengering agar serat kain tidak rusak akibat abu.
- Pakaian perlu dicuci menggunakan deterjen dalam jumlah muatan kecil demi memastikan seluruh sisa abu benar-benar hilang.
Suara.com - Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat terbawa angin dan mengendap di berbagai permukaan, termasuk pakaian yang digunakan masyarakat di wilayah terdampak.
Ketika abu mulai menempel pada baju, membersihkannya tidak cukup hanya dengan mengibaskan atau menguceknya seperti kotoran biasa.
Partikel abu vulkanik yang keras dan tajam justru dapat merusak serat kain apabila pakaian dibersihkan dengan cara yang terlalu kasar.
Karena itu, mengetahui cara membersihkan abu vulkanik di baju menjadi penting agar pakaian kembali bersih tanpa membuat abu berhamburan dan terhirup.
Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Baju

Dikutip dari laman resmi Volcanoes USGS, pakaian yang terlapisi abu dapat dibersihkan dengan beberapa tahapan berikut.
1. Bawa pakaian ke luar ruangan
Pindahkan pakaian yang dipenuhi abu ke luar rumah sebelum membersihkannya untuk mengurangi risiko partikel menyebar ke dalam ruangan.
2. Kibaskan atau sikat perlahan
Kibaskan pakaian di luar ruangan untuk melepaskan endapan abu yang menempel, tetapi hindari gerakan kasar yang dapat membuat partikel beterbangan atau mengikis serat kain.
3. Bilas menggunakan air mengalir
Setelah sebagian besar abu terlepas, bilas pakaian di bawah air mengalir untuk membantu mengangkat partikel yang masih tertinggal pada permukaan kain.
USGS menyebutkan bahwa kain yang terkena abu dapat dibilas menggunakan air mengalir sebelum dicuci secara hati-hati.
4. Cuci menggunakan deterjen
Masukkan pakaian ke dalam mesin cuci atau cuci secara manual menggunakan deterjen untuk menghilangkan sisa abu yang masih menempel.
Pakaian yang sangat kotor membutuhkan deterjen lebih banyak agar proses pembersihan berjalan optimal.
5. Cuci dalam jumlah kecil
Hindari memasukkan terlalu banyak pakaian yang terkena abu sekaligus ke dalam mesin cuci karena pakaian membutuhkan ruang untuk bergerak bebas di dalam air.
USGS menyarankan pencucian pakaian dalam muatan kecil dengan air yang cukup agar proses pelepasan abu berlangsung lebih efektif.
6. Periksa pakaian sebelum dikeringkan
Pastikan tidak ada endapan abu yang masih menempel sebelum pakaian masuk ke tahap pengeringan sehingga partikel tidak kembali menyebar selama proses tersebut.
Hal yang Harus Dihindari
Membersihkan abu vulkanik membutuhkan perlakuan berbeda dari kotoran biasa karena partikel abu dapat bersifat abrasif terhadap kain.
Hindari mengucek atau menggosok pakaian terlalu kuat karena partikel abu yang tajam berpotensi mengikis bahkan memotong serat tekstil.
Jangan meniup pakaian menggunakan udara bertekanan untuk menghilangkan abu karena tindakan tersebut dapat membuat partikel kembali beterbangan di udara.
USGS juga tidak menyarankan menyapu abu dalam kondisi kering karena cara tersebut dapat membuat partikel kembali terdispersi dan meningkatkan risiko terhirup.
Selain itu, hindari penggunaan kipas atau mesin pengering pakaian ketika masih terdapat banyak abu karena aliran udara dapat membuat partikel kembali menyebar.
Pakaian yang terkena abu sebaiknya juga tidak langsung dicampur dengan pakaian lain sebelum endapan abu dikurangi dan proses pencucian dilakukan.