- Pengguna dapat memaksimalkan fungsi iPhone, iPad, dan MacBook untuk mendukung aktivitas bekerja, belajar, dan pembuatan konten sehari-hari.
- Hello Store menyediakan program Ruang Kelas berupa workshop ilustrasi dan pembuatan konten bagi pengguna di Grand Indonesia.
- Hello Store sebagai Apple Authorized Reseller telah mengoperasikan 43 gerai di Indonesia hingga akhir Juni 2026.
Suara.com - Punya iPhone, iPad, atau MacBook belum tentu berarti semua fiturnya sudah dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, perangkat tersebut bisa membantu banyak aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, belajar, mengatur dokumen, hingga membuat konten.
Sering kali pengguna hanya memakai fitur-fitur dasar karena belum mengetahui fungsi lain yang sebenarnya bisa membuat aktivitas menjadi lebih praktis. Karena itu, mengenali perangkat dan menyesuaikannya dengan kebutuhan menjadi langkah penting agar teknologi yang dimiliki tidak sekadar menjadi alat komunikasi atau hiburan.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan perangkat Apple dalam keseharian.
1. Kenali Fitur yang Sesuai dengan Aktivitas
Langkah pertama adalah mengetahui kemampuan perangkat yang digunakan. Jangan hanya terpaku pada fungsi utama seperti menelepon, mengirim pesan, menonton video, atau berselancar di internet.
Misalnya, iPad dapat dimanfaatkan untuk mencatat, menggambar, membaca dokumen, hingga membuat ilustrasi digital. Dengan tambahan Apple Pencil, perangkat ini juga bisa digunakan untuk menuangkan ide secara lebih fleksibel.
Sementara itu, MacBook dapat menunjang pekerjaan yang membutuhkan layar lebih besar, seperti mengolah dokumen, melakukan riset, mengedit foto atau video, hingga membuat berbagai materi konten.
2. Manfaatkan Perangkat untuk Bekerja dan Belajar
Perangkat digital akan terasa lebih berguna ketika digunakan untuk menyederhanakan rutinitas.
Untuk mahasiswa atau pekerja, misalnya, tablet dapat digunakan untuk mencatat materi, membaca bahan presentasi, membuat daftar pekerjaan, atau mengakses dokumen tanpa harus membawa banyak kertas.
Begitu pula laptop. Selain untuk pekerjaan utama, perangkat bisa dimanfaatkan untuk mengatur file, mengikuti rapat daring, membuat presentasi, sampai mengerjakan proyek kreatif.
Kuncinya adalah mengenali aktivitas yang paling sering dilakukan, kemudian mencari fitur atau aplikasi yang dapat membuat pekerjaan tersebut lebih cepat dan efisien.
3. Jangan Takut Bereksperimen untuk Membuat Konten
Bagi pengguna yang gemar membuat konten, perangkat Apple juga dapat menjadi perangkat kreatif.
Foto, video, desain, ilustrasi, hingga editing dapat dilakukan dengan memanfaatkan perangkat yang sudah dimiliki. iPad dengan Apple Pencil, misalnya, dapat digunakan untuk menggambar atau membuat ilustrasi secara langsung.
Sementara MacBook dapat mendukung proses pengolahan konten yang membutuhkan kemampuan lebih besar, mulai dari menyunting video hingga menyelesaikan desain.
Daripada hanya menggunakan perangkat untuk konsumsi konten, sesekali cobalah menggunakannya untuk menghasilkan sesuatu.
4. Maksimalkan Pendampingan Saat Membeli Perangkat
Tidak semua pengguna memiliki tingkat literasi teknologi yang sama. Karena itu, bertanya kepada orang yang lebih memahami perangkat dapat membantu pengguna mengetahui fitur yang mungkin selama ini terlewat.
Pendampingan bahkan bisa dimulai sejak memilih perangkat. Konsumen dapat menjelaskan kebutuhan mereka, kemudian mendapatkan rekomendasi perangkat yang paling sesuai.
Setelah membeli, bantuan seperti demonstrasi produk, proses unboxing, pengaturan awal, pemindahan data, hingga edukasi fitur juga dapat membantu pengguna lebih cepat beradaptasi.
Dengan begitu, perangkat yang dibeli tidak hanya sesuai dari sisi spesifikasi, tetapi juga benar-benar bisa digunakan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.
5. Belajar dari Komunitas dan Workshop
Belajar menggunakan perangkat teknologi tidak harus dilakukan sendirian. Workshop dan komunitas dapat menjadi tempat untuk menemukan cara baru dalam memanfaatkan perangkat.
Konsep ini juga diterapkan oleh hello Store, Apple Authorized Reseller yang dioperasikan PT Global Astha Niaga, bagian dari ekosistem Blibli.
Mengusung semangat Connect, Learn, Create, & Share, hello Store menyediakan ruang belajar bagi pengguna melalui program Ruang Kelas.
Dalam rangka pembukaan gerai barunya di Grand Indonesia, misalnya, hello Store menghadirkan workshop ilustrasi digital menggunakan iPad dan Apple Pencil bersama ilustrator Mandy CJ pada 26 September. Ada pula workshop pembuatan konten menggunakan MacBook bersama content creator Brillian Fai pada 27 September.
Hingga akhir Juni 2026, hello Store telah memiliki 43 gerai di Indonesia. Gerai terbarunya di Grand Indonesia mulai beroperasi pada 4 September 2026 di West Mall lantai UG.
Selain mencoba produk secara langsung, konsumen juga dapat memperoleh pendampingan mulai dari memilih perangkat hingga memahami cara penggunaannya. Layanan seperti Click & Collect dan Tukar Tambah turut tersedia untuk memberikan pilihan belanja yang lebih fleksibel.
Pada akhirnya, memiliki perangkat teknologi bukan hanya soal memilih produk dengan spesifikasi terbaik. Yang tidak kalah penting adalah memahami bagaimana perangkat tersebut dapat menjawab kebutuhan penggunanya.
Sebab, perangkat yang sama bisa memberikan pengalaman yang berbeda ketika penggunanya sudah mengetahui cara memaksimalkan berbagai fitur di dalamnya.