-
Buku Islam ala Prabowo menuai kontroversi akibat dugaan pencatutan nama tokoh.
-
Sederet ulama dan akademisi dicantumkan dalam daftar isi buku tersebut.
-
Beberapa tokoh mengklarifikasi tidak pernah memberikan tulisan khusus untuk buku.
Suara.com - Publik belakangan ini dihebohkan dengan kemunculan sebuah buku berjudul “Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Mengamalkan Ajaran Islam”.
Buku "Islam ala Prabowo" ini mendadak jadi buah bibir lantaran memuat testimoni dan pandangan sederet tokoh nasional, mulai dari politikus kawakan, akademisi, hingga ulama kondang terkait
sisi religiusitas Prabowo Subianto.
Buku tersebut terbagi dalam beberapa bagian besar yang membedah kepemimpinan, spiritualitas, hingga visi ekonomi syariah sang Presiden terpilih.
Namun di balik peluncurannya, buku ini menuai kritik tajam karena dugaan pencatutan nama
sejumlah tokoh tanpa izin.
Lantas, siapa saja tokoh yang namanya masuk dalam daftar isi buku kontroversial tersebut? Mengutip isi buku “Islam ala Prabowo”, berikut adalah daftar lengkapnya:

Bagian I: Islam, Perdamaian, dan Keadilan
Pada bagian awal, buku ini menyoroti sisi kemanusiaan dan diplomasi Prabowo. Nama-nama besar yang tercantum di antaranya:
- Prof. Yusril Ihza Mahendra: Menulis tentang kepedulian Prabowo pada rakyat dan keadilan.
- Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA: Membedah kepemimpinan dan kemakmuran.
- Prof. Dr. Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyana: Mengulas sisi kemanusiaan dan perdamaian.
- Dr. KH. As'ad Said Ali: Menulis tentang kerja keras untuk kesejahteraan.
- Hambra Samal, SH, M.Hum: Menyebut Prabowo sebagai pembela kaum mustadh'afin (kaum lemah).
- Drs. H. Agus Maftuh Abegebriel: Mengulas soal Fast Track Diplomacy.
- Dr. Zuhair Al Syun (Dubes Palestina): Menyampaikan harapan rakyat Palestina kepada Indonesia di bawah Prabowo.
Bagian II: Spiritualitas Prabowo Subianto
- Bagian ini mencoba memotret kedekatan Prabowo dengan nilai-nilai Islam Nusantara dan hubungannya dengan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU):
- Prof. Muhadjir Effendy: Mengulas Islam kerakyatan ala Prabowo.
- Dr. KH. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan): Membedah ekonomi Islam dan ijtihad haji.
- Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj: Mencatatkan narasi Berislam Nusantara ala Prabowo.
- Idrus Marham: Memahami keberagamaan Prabowo.
- Edi Budianso: Menulis narasi ramalan presiden.
- Anwar Sadad: Catatan interaksi Prabowo dengan tokoh-tokoh NU.
- Anizar Masyhadi, MA: Menulis tentang masa depan Islam di Indonesia.
Bagian III: Perjuangan untuk Kesejahteraan Rakyat
Fokus pada visi pendidikan, moderasi beragama, hingga konsep ekonomi:
- Prof. Dr. Abdul Mu'ti (Sekjen PP Muhammadiyah): Visi syariah Asta Cita dan pendidikan.
- Dr. H. TGB Muhammad Zainul Majdi: Mengulas moderasi, keadilan, dan pembaharuan dialektika.
- Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak: Menulis tentang Prabowonomics.
- Prof. Ali Masykur Musa: Membedah nilai tasawuf kepemimpinan Prabowo.
- Dr. Muhammad Albarra (Gus Barra): Masa depan pendidikan bangsa.
- Muhammad Abdurrahman Kautsar (Gus Kautsar): Dukungan pesantren untuk Prabowo.
- Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim: Memberikan epilog yang membandingkan Prabowo dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Meski bertabur nama tokoh beken, buku ini justru memicu polemik baru. Beberapa tokoh yang namanya mentereng di daftar isi justru mengaku tidak tahu-menahu soal tulisan tersebut.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa sejumlah nama besar diduga dicatut tanpa konfirmasi atau izin resmi untuk kepentingan buku tersebut.
Tokoh-tokoh seperti Gus Kautsar, mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, hingga TGB Zainul Majdi dikabarkan telah memberikan klarifikasi bahwa mereka tidak pernah memberikan tulisan khusus untuk buku tersebut.