- Daikin menawarkan empat seri AC single split inverter dengan harga dan spesifikasi beragam untuk kebutuhan pendinginan hunian.
- Seri Daikin ZETA, STAR, FTKQ, dan EVO dilengkapi teknologi hemat listrik serta fitur perlindungan ketahanan komponen yang berbeda-beda.
- Pengguna disarankan menyesuaikan kapasitas PK ruangan, membersihkan filter secara rutin, dan memanfaatkan fitur hemat listrik untuk efisiensi maksimal.
STAR Inverter memiliki fitur Mode Low Watt yang dirancang untuk digunakan ketika konsumsi listrik perlu ditekan, misalnya ketika AC digunakan bersamaan dengan peralatan elektronik lain.
Selain itu, tersedia Intelligent Eye yang menggunakan sensor inframerah untuk mendeteksi pergerakan manusia di area kiri, kanan dan tengah ruangan.
Untuk menunjang ketahanan, Daikin memberikan Super PCB yang dirancang menghadapi kondisi tegangan listrik pada rentang 150–440V. Ada pula refrigeran R32 serta Enzyme Blue Deodorizing Filter untuk membantu mengurangi bau dan bakteri.
STAR Inverter juga menawarkan mode operasi senyap dengan tingkat kebisingan indoor hingga 19 dB(A).
Kisaran harga: Rp6,6–7,3 juta
Daya: sekitar 680 watt
Kapasitas: 1 PK
3. Daikin FTKQ Inverter atau FLASH FTKQ Series

Bila prioritasnya adalah AC inverter yang lebih terjangkau dengan fitur hemat listrik, FTKQ Series atau FLASH Inverter bisa dipertimbangkan.
Model FTKQ25UVM4 1 PK mempunyai daya listrik sekitar 920 watt, dengan rentang konsumsi 200–1.100 watt.
Di pasaran, harga model ini berada di kisaran Rp5,9–6,1 juta. Salah satu retailer mencantumkan harga Rp5.939.000, sedangkan listing lainnya berada di sekitar Rp6,09 juta.
Meski konsumsi daya nominalnya lebih tinggi dibanding ZETA, FTKQ memiliki Mode Low Watt yang dapat digunakan ketika pengguna ingin menekan konsumsi listrik.
Daikin juga memberikan Mode Inverter Bertenaga yang dirancang membantu mempercepat pendinginan ruangan dalam sekitar 20 menit sejak AC dinyalakan.
Dari sisi ketahanan, FTKQ dilengkapi Super PCB untuk membantu menghadapi kondisi tegangan listrik rendah dan fitur Anti Korosi pada unit outdoor. Lapisan resin akrilik pada bagian sirip dirancang meningkatkan ketahanan terhadap korosi.
Ada pula fungsi Auto Restart yang dapat mengingat pengaturan AC setelah listrik padam dan kembali menyala.
Kisaran harga: Rp5,9–6,1 juta
Daya: 920 watt, rentang 200–1.100 watt
Kapasitas: 1 PK
4. Daikin EVO Inverter FTKF Series

Pilihan berikutnya adalah Daikin EVO Inverter FTKF Series, yang menarik bagi pengguna yang mengejar keseimbangan antara harga dan efisiensi.
Model FTKF25AV14 1 PK tercatat mempunyai daya sekitar 860–870 watt. Beberapa listing pasar Indonesia saat ini menjualnya pada kisaran Rp5,3–5,6 juta.
Salah satu penjual mencantumkan konsumsi daya 860 watt untuk model FTKF25 dan kapasitas pendinginan 9.000 BTU.
Salah satu daya tarik utama EVO adalah Mode Econo. Menurut Daikin, fitur tersebut dapat membuat AC beroperasi dengan konsumsi listrik hingga 30 persen lebih rendah dibanding kebutuhan operasional normal ketika mode tersebut digunakan.
Untuk membantu mempercepat pendinginan, EVO juga mengusung teknologi yang diklaim mampu membuat ruangan dingin hingga 40 persen lebih cepat dibanding unit AC pada umumnya.
Selain efisiensi, FTKF dibekali Filter Gin-Ion untuk membantu menguraikan partikel berbahaya di udara serta Super PCB yang dirancang menghadapi rentang tegangan 130–415V.
Kisaran harga: Rp5,3–5,6 juta
Daya: sekitar 860–870 watt
Kapasitas: 1 PK / sekitar 9.000 BTU
Tips agar AC Daikin Inverter Hemat Listrik dan Lebih Awet
Membeli AC inverter saja belum tentu otomatis membuat tagihan listrik rendah. Beberapa kebiasaan berikut juga penting diperhatikan.
Pertama, pilih kapasitas PK sesuai luas ruangan. AC yang terlalu kecil untuk ruangan besar harus bekerja lebih keras untuk mencapai temperatur yang diinginkan. Sebaliknya, AC yang terlalu besar juga tidak selalu menjadi pilihan paling efisien.
Kedua, jangan terlalu sering mengubah temperatur secara ekstrem. Atur suhu pada tingkat yang nyaman dan biarkan inverter menyesuaikan kerja kompresor.
Ketiga, bersihkan filter secara rutin. Filter yang kotor dapat menghambat aliran udara sehingga AC harus bekerja lebih keras.
Keempat, pastikan pintu dan jendela tertutup saat AC menyala. Udara luar yang terus masuk membuat beban pendinginan bertambah.
Kelima, gunakan fitur hemat listrik sesuai kebutuhan. Misalnya Low Watt pada STAR dan FTKQ atau Econo pada EVO.
Keenam, lakukan instalasi dengan teknisi yang kompeten. Pemasangan, vakum sistem, ukuran pipa dan posisi outdoor yang tepat dapat berpengaruh terhadap performa jangka panjang.