- Daikin menawarkan empat seri AC single split inverter dengan harga dan spesifikasi beragam untuk kebutuhan pendinginan hunian.
- Seri Daikin ZETA, STAR, FTKQ, dan EVO dilengkapi teknologi hemat listrik serta fitur perlindungan ketahanan komponen yang berbeda-beda.
- Pengguna disarankan menyesuaikan kapasitas PK ruangan, membersihkan filter secara rutin, dan memanfaatkan fitur hemat listrik untuk efisiensi maksimal.
Suara.com - Memilih AC Daikin inverter yang hemat listrik dan awet bisa menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang ingin ruangan tetap sejuk tanpa membuat tagihan listrik membengkak. Daikin sendiri menawarkan beberapa lini AC inverter, mulai dari ZETA, STAR, FTKQ atau FLASH, hingga EVO dengan karakteristik dan fitur yang berbeda.
Teknologi inverter memungkinkan kompresor menyesuaikan kapasitas kerjanya sesuai kebutuhan pendinginan, sehingga AC tidak harus terus-menerus bekerja pada kapasitas penuh. Selain efisiensi, beberapa seri Daikin juga dilengkapi fitur seperti Low Watt, Intelligent Eye, Super PCB, Econo, hingga perlindungan antikorosi yang menunjang kenyamanan dan ketahanan penggunaan.
Daikin secara resmi menempatkan ZETA, STAR, FTKQ dan EVO sebagai pilihan AC single split inverter untuk hunian.
Lantas, AC Daikin inverter mana yang paling hemat listrik dan awet? Berikut rekomendasinya.
1. Daikin ZETA Inverter FTKZ Series

Daikin ZETA Inverter FTKZ Series bisa menjadi pilihan untuk pengguna yang mengutamakan efisiensi energi sekaligus fitur premium.
Untuk model FTKZ25XVM4 1 PK, konsumsi daya tercatat 455 watt, dengan rentang sekitar 160–890 watt. Model ini juga mempunyai kapasitas pendinginan 8.500 BTU/h dan CSPF 8,23.
Dari sisi harga, unit FTKZ25XVM4 saat ini ditemukan sekitar Rp12,0 juta, sementara beberapa penjual menawarkan paket atau varian dengan harga berbeda. Salah satu listing pasar mencantumkan Rp12.039.000 untuk unit 1 PK tersebut.
Keunggulan ZETA bukan hanya pada konsumsi daya. Daikin membekalinya dengan teknologi STREAMER, mode Anti Jamur, Hybrid Cooling, Intelligent Eye dan built-in Wi-Fi.
Teknologi Intelligent Eye menggunakan sensor inframerah untuk mendeteksi pergerakan manusia sehingga AC dapat membantu mencegah pemborosan energi ketika ruangan tidak digunakan secara optimal. Sementara itu, Hybrid Cooling dirancang untuk menjaga keseimbangan temperatur dan kelembapan ruangan.
Dari sisi ketahanan, model ini juga menarik karena rentang operasinya luas dan memiliki Super PCB, sementara unit outdoor mendapatkan perlindungan terhadap kondisi lingkungan.
Kisaran harga: Rp11,6–12,4 juta
Daya: 455 watt, rentang 160–890 watt
Kapasitas: 1 PK / 8.500 BTU/h
2. Daikin STAR Inverter FTKC Series

Jika ingin mencari titik tengah antara harga, efisiensi dan kelengkapan fitur, Daikin STAR Inverter FTKC Series layak masuk daftar pilihan.
Model FTKC25TVM4 1 PK memiliki konsumsi daya sekitar 680 watt. Di pasar Indonesia, model tersebut ditemukan dengan harga sekitar Rp6,6–7,3 juta, tergantung penjual dan paket pembelian.
STAR Inverter memiliki fitur Mode Low Watt yang dirancang untuk digunakan ketika konsumsi listrik perlu ditekan, misalnya ketika AC digunakan bersamaan dengan peralatan elektronik lain.
Selain itu, tersedia Intelligent Eye yang menggunakan sensor inframerah untuk mendeteksi pergerakan manusia di area kiri, kanan dan tengah ruangan.
Untuk menunjang ketahanan, Daikin memberikan Super PCB yang dirancang menghadapi kondisi tegangan listrik pada rentang 150–440V. Ada pula refrigeran R32 serta Enzyme Blue Deodorizing Filter untuk membantu mengurangi bau dan bakteri.
STAR Inverter juga menawarkan mode operasi senyap dengan tingkat kebisingan indoor hingga 19 dB(A).
Kisaran harga: Rp6,6–7,3 juta
Daya: sekitar 680 watt
Kapasitas: 1 PK
3. Daikin FTKQ Inverter atau FLASH FTKQ Series

Bila prioritasnya adalah AC inverter yang lebih terjangkau dengan fitur hemat listrik, FTKQ Series atau FLASH Inverter bisa dipertimbangkan.
Model FTKQ25UVM4 1 PK mempunyai daya listrik sekitar 920 watt, dengan rentang konsumsi 200–1.100 watt.
Di pasaran, harga model ini berada di kisaran Rp5,9–6,1 juta. Salah satu retailer mencantumkan harga Rp5.939.000, sedangkan listing lainnya berada di sekitar Rp6,09 juta.
Meski konsumsi daya nominalnya lebih tinggi dibanding ZETA, FTKQ memiliki Mode Low Watt yang dapat digunakan ketika pengguna ingin menekan konsumsi listrik.
Daikin juga memberikan Mode Inverter Bertenaga yang dirancang membantu mempercepat pendinginan ruangan dalam sekitar 20 menit sejak AC dinyalakan.
Dari sisi ketahanan, FTKQ dilengkapi Super PCB untuk membantu menghadapi kondisi tegangan listrik rendah dan fitur Anti Korosi pada unit outdoor. Lapisan resin akrilik pada bagian sirip dirancang meningkatkan ketahanan terhadap korosi.
Ada pula fungsi Auto Restart yang dapat mengingat pengaturan AC setelah listrik padam dan kembali menyala.
Kisaran harga: Rp5,9–6,1 juta
Daya: 920 watt, rentang 200–1.100 watt
Kapasitas: 1 PK
4. Daikin EVO Inverter FTKF Series

Pilihan berikutnya adalah Daikin EVO Inverter FTKF Series, yang menarik bagi pengguna yang mengejar keseimbangan antara harga dan efisiensi.
Model FTKF25AV14 1 PK tercatat mempunyai daya sekitar 860–870 watt. Beberapa listing pasar Indonesia saat ini menjualnya pada kisaran Rp5,3–5,6 juta.
Salah satu penjual mencantumkan konsumsi daya 860 watt untuk model FTKF25 dan kapasitas pendinginan 9.000 BTU.
Salah satu daya tarik utama EVO adalah Mode Econo. Menurut Daikin, fitur tersebut dapat membuat AC beroperasi dengan konsumsi listrik hingga 30 persen lebih rendah dibanding kebutuhan operasional normal ketika mode tersebut digunakan.
Untuk membantu mempercepat pendinginan, EVO juga mengusung teknologi yang diklaim mampu membuat ruangan dingin hingga 40 persen lebih cepat dibanding unit AC pada umumnya.
Selain efisiensi, FTKF dibekali Filter Gin-Ion untuk membantu menguraikan partikel berbahaya di udara serta Super PCB yang dirancang menghadapi rentang tegangan 130–415V.
Kisaran harga: Rp5,3–5,6 juta
Daya: sekitar 860–870 watt
Kapasitas: 1 PK / sekitar 9.000 BTU
Tips agar AC Daikin Inverter Hemat Listrik dan Lebih Awet
Membeli AC inverter saja belum tentu otomatis membuat tagihan listrik rendah. Beberapa kebiasaan berikut juga penting diperhatikan.
Pertama, pilih kapasitas PK sesuai luas ruangan. AC yang terlalu kecil untuk ruangan besar harus bekerja lebih keras untuk mencapai temperatur yang diinginkan. Sebaliknya, AC yang terlalu besar juga tidak selalu menjadi pilihan paling efisien.
Kedua, jangan terlalu sering mengubah temperatur secara ekstrem. Atur suhu pada tingkat yang nyaman dan biarkan inverter menyesuaikan kerja kompresor.
Ketiga, bersihkan filter secara rutin. Filter yang kotor dapat menghambat aliran udara sehingga AC harus bekerja lebih keras.
Keempat, pastikan pintu dan jendela tertutup saat AC menyala. Udara luar yang terus masuk membuat beban pendinginan bertambah.
Kelima, gunakan fitur hemat listrik sesuai kebutuhan. Misalnya Low Watt pada STAR dan FTKQ atau Econo pada EVO.
Keenam, lakukan instalasi dengan teknisi yang kompeten. Pemasangan, vakum sistem, ukuran pipa dan posisi outdoor yang tepat dapat berpengaruh terhadap performa jangka panjang.