- Pelembap bisa terasa berbeda saat kondisi kulit sedang berubah.
- Rasa perih dan panas dapat dipengaruhi beberapa faktor.
- Formula produk juga perlu diperhatikan saat kulit sedang iritasi.
Oleh arena itu, rasa perih perlu dilihat bersama kondisi kulit dan komposisi produk. Pelembap yang cocok saat kulit dalam kondisi normal belum tentu terasa sama ketika skin barrier sedang bermasalah.
Pelembap Tetap Dibutuhkan Saat Kulit Iritasi
Kulit yang mengalami iritasi tetap membutuhkan kelembapan. Penggunaan pelembap dapat membantu menjaga kadar air pada kulit dan mendukung kondisi skin barrier.
Meski begitu, pilih produk dengan formula yang lebih sederhana dan minim bahan yang berpotensi mengiritasi. Hindari menumpuk terlalu banyak produk skincare ketika kulit sedang sensitif.
Penggunaan skincare juga sebaiknya dibuat lebih sederhana untuk sementara waktu.
Pembersih wajah yang lembut dan pelembap dapat menjadi bagian dari rutinitas dasar, sementara produk dengan bahan aktif yang berpotensi membuat kulit semakin tidak nyaman dapat dihentikan sementara.
Jangan Mengabaikan Rasa Perih yang Semakin Parah
Sensasi sedikit menyengat yang berlangsung singkat perlu dibedakan dari rasa terbakar atau perih yang semakin kuat. Jika setelah menggunakan pelembap kulit justru terasa semakin panas, merah, gatal, bengkak, atau muncul ruam, penggunaan produk sebaiknya dihentikan.
Perhatikan juga kondisi kulit setelah produk dihentikan. Jika iritasi tidak membaik, semakin meluas, atau muncul gejala yang berat, pemeriksaan oleh dokter kulit dapat membantu mengetahui penyebabnya.