- Pelembap bisa terasa berbeda saat kondisi kulit sedang berubah.
- Rasa perih dan panas dapat dipengaruhi beberapa faktor.
- Formula produk juga perlu diperhatikan saat kulit sedang iritasi.
Suara.com - Pelembap yang biasanya terasa nyaman dipakai tiba-tiba membuat wajah terasa perih dan panas? Hal ini tentu bisa memicu kebingungan, terlebih jika produk tersebut sudah biasa digunakan.
Rasa perih dan panas setelah memakai pelembap bisa berkaitan dengan beberapa hal. Kondisi kulit saat itu hingga formula pelembap yang digunakan dapat ikut memengaruhi reaksi yang muncul.
Lantas, mengapa wajah terasa perih dan panas saat mengoleskan pelembap di kulit yang iritasi?
Reaksi kulit setelah memakai pelembap ternyata bisa dipengaruhi lebih dari satu faktor.

1. Skin Barrier Sedang Terganggu
Salah satu penyebab wajah terasa perih dan panas saat mengoleskan pelembap di kulit yang iritasi adalah kondisi skin barrier yang sedang melemah.
Skin barrier merupakan lapisan pelindung terluar kulit yang membantu mempertahankan kelembapan sekaligus melindungi kulit dari berbagai faktor dari luar.
Saat lapisan ini terganggu, kulit dapat kehilangan kelembapan lebih mudah dan menjadi lebih reaktif. Bahan yang sebelumnya tidak menimbulkan masalah pun dapat terasa menyengat ketika diaplikasikan pada kulit yang sedang sensitif.
2. Kulit Sedang Mengalami Iritasi
Kulit yang sedang iritasi memang dapat memberikan respons berbeda terhadap produk skincare. Kemerahan, rasa panas, kering, perih, hingga munculnya rasa gatal dapat menyertai kondisi tersebut.
Ketika pelembap dioleskan, gesekan tangan pada permukaan kulit juga dapat membuat sensasi perih terasa lebih jelas. Terlebih jika terdapat bagian kulit yang sangat kering, mengelupas, atau mengalami kerusakan pada permukaannya.
Dalam kondisi seperti ini, bukan hanya kandungan produk yang perlu diperhatikan. Cara mengaplikasikan pelembap juga dapat memengaruhi rasa tidak nyaman yang muncul.
3. Ada Kandungan yang Terasa Menyengat
Pelembap memiliki formula yang berbeda-beda. Beberapa produk mengandung bahan aktif atau komponen tertentu yang dapat terasa menyengat ketika digunakan pada kulit yang sedang mengalami iritasi.
Misalnya, produk yang mengandung bahan eksfoliasi, pewangi, alkohol tertentu, atau bahan aktif lainnya mungkin terasa kurang nyaman pada kulit yang skin barrier-nya sedang terganggu. Reaksi setiap kulit terhadap kandungan tersebut juga dapat berbeda.
Oleh arena itu, rasa perih perlu dilihat bersama kondisi kulit dan komposisi produk. Pelembap yang cocok saat kulit dalam kondisi normal belum tentu terasa sama ketika skin barrier sedang bermasalah.
Pelembap Tetap Dibutuhkan Saat Kulit Iritasi
Kulit yang mengalami iritasi tetap membutuhkan kelembapan. Penggunaan pelembap dapat membantu menjaga kadar air pada kulit dan mendukung kondisi skin barrier.
Meski begitu, pilih produk dengan formula yang lebih sederhana dan minim bahan yang berpotensi mengiritasi. Hindari menumpuk terlalu banyak produk skincare ketika kulit sedang sensitif.
Penggunaan skincare juga sebaiknya dibuat lebih sederhana untuk sementara waktu.
Pembersih wajah yang lembut dan pelembap dapat menjadi bagian dari rutinitas dasar, sementara produk dengan bahan aktif yang berpotensi membuat kulit semakin tidak nyaman dapat dihentikan sementara.
Jangan Mengabaikan Rasa Perih yang Semakin Parah
Sensasi sedikit menyengat yang berlangsung singkat perlu dibedakan dari rasa terbakar atau perih yang semakin kuat. Jika setelah menggunakan pelembap kulit justru terasa semakin panas, merah, gatal, bengkak, atau muncul ruam, penggunaan produk sebaiknya dihentikan.
Perhatikan juga kondisi kulit setelah produk dihentikan. Jika iritasi tidak membaik, semakin meluas, atau muncul gejala yang berat, pemeriksaan oleh dokter kulit dapat membantu mengetahui penyebabnya.