- Pintu depan dikenal sebagai mulut chi dalam feng shui.
- Area masuk sebaiknya bersih, terang, dan tidak penuh barang.
- Tanaman, keset, hingga konsol dapat ditambahkan di foyer.
Suara.com - Area teras dan foyer menjadi bagian rumah yang pertama kali sering diperhatikan sebelum seseorang masuk ke ruang utama.
Dalam feng shui, kedua area itu juga mendapat perhatian khusus, terutama karena pintu depan dikenal sebagai mulut chi, yaitu tempat masuknya energi qi ke dalam rumah.
Bagi yang percaya feng shui, konsep tersebut membuat penataan area masuk tidak berhenti pada pemilihan furnitur dan dekorasi. Kondisi teras dan foyer, mulai dari kebersihan, pencahayaan, kerapian, hingga jalur menuju pintu, turut diperhatikan agar area masuk tetap terasa terbuka dan tidak terhalang.
Lantas, bagaimana cara menata area teras dan foyer rumah sebagai mulut chi? Ada beberapa penataan yang dapat diterapkan dengan mengacu pada prinsip feng shui, tanpa membuat area masuk terlihat penuh.
Dalam feng shui, area masuk rumah menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus karena qi dipercaya masuk melalui pintu depan.

1. Jaga Area Pintu Depan Tetap Bersih
Pintu depan menjadi titik awal masuknya qi ke dalam rumah. Area di sekitarnya, termasuk teras, sebaiknya tidak dipenuhi barang yang membuat akses menuju pintu terasa sempit.
Teras dapat ditata dengan menyisakan ruang yang cukup di depan pintu. Barang-barang yang tidak digunakan sebaiknya dipindahkan agar area masuk terlihat lebih lapang.
Menyadur dari Architectural Digest, area masuk yang bersih dan terbuka dinilai dapat membantu menciptakan aliran qi yang lebih baik di dalam rumah.
2. Gunakan Pencahayaan yang Cukup
Pencahayaan menjadi bagian penting dalam menata area yang berfungsi sebagai pintu masuk rumah. Teras yang terlalu gelap dapat membuat area depan terasa tertutup, terutama ketika digunakan pada malam hari.
Lampu dinding di sisi pintu atau lampu plafon dapat digunakan untuk memberikan penerangan. Pilih pencahayaan yang membuat pintu dan area foyer terlihat jelas.
Prinsip ini juga sejalan dengan pandangan feng shui yang menempatkan area masuk sebagai ruang yang sebaiknya terasa terang dan mengundang.
3. Letakkan Tanaman di Area Teras
Tanaman dapat ditambahkan untuk membuat area depan rumah terlihat lebih hidup. Pilih tanaman yang sesuai dengan ukuran teras agar keberadaannya tidak mengganggu jalur menuju pintu.
Dalam feng shui, tanaman juga kerap dikaitkan dengan energi positif di area pintu depan.
Menyadur dari The Spruce, sejumlah tanaman seperti money tree, jade plant, dan areca palm sering digunakan dalam penataan pintu masuk berdasarkan prinsip feng shui.
Namun, tanaman tetap perlu dirawat. Daun kering atau tanaman yang tidak terawat justru membuat area masuk terlihat kurang rapi.
4. Pilih Keset yang Bersih dan Terawat
Keset berada tepat di area peralihan antara bagian luar dan dalam rumah sehingga keberadaannya cukup menonjol. Keset dengan ukuran yang sesuai dapat membantu membuat area pintu terlihat lebih tertata.
Tidak perlu memilih desain yang terlalu ramai. Model sederhana dengan ukuran yang proporsional dapat membuat pintu depan terlihat lebih bersih.
Dalam prinsip feng shui, area masuk menjadi bagian yang penting untuk membangun kesan awal rumah.Oleh karena itu, kondisi pintu, keset, serta area sekitarnya sebaiknya tetap terawat.
5. Gunakan Konsol yang Tidak Menghalangi Jalan
Foyer yang cukup luas dapat dilengkapi meja konsol untuk menaruh benda-benda kecil ataupun aksesori sehari-hari. Namun, ukurannya perlu disesuaikan dengan luas area.
Jangan sampai meja terlalu besar hingga membuat jalur dari pintu menuju ruangan berikutnya menjadi sempit. Dalam feng shui, aliran qi perlu tetap bergerak dengan leluasa.
Disarankan untuk penggunaan konsol berukuran rendah di area masuk agar tidak menciptakan kesan seperti dinding baru yang menghalangi pandangan dan aliran ruang.
6. Tambahkan Cermin dengan Penempatan yang Tepat
Cermin dapat digunakan untuk membuat foyer terlihat lebih luas sekaligus menjadi elemen dekorasi. Penempatannya perlu diperhatikan, terutama bila cermin berada sangat dekat dengan pintu depan.
Dalam feng shui, terdapat beberapa pandangan mengenai cermin yang berhadapan langsung dengan pintu. Sebagian aliran feng shui menganggap posisi tersebut dapat memantulkan qi kembali ke luar, sementara aliran lainnya memiliki pandangan berbeda.
Lantaran terdapat perbedaan pendekatan, cermin dapat ditempatkan di sisi foyer sebagai alternatif. Dengan begitu, fungsinya sebagai elemen dekorasi dan pemberi kesan lapang tetap dapat digunakan tanpa menempatkannya tepat berhadapan dengan pintu.
7. Hindari Barang Menumpuk di Foyer
Sepatu, kardus, tas, payung, dan berbagai barang kecil sering berakhir diletakkan di dekat pintu. Jika dibiarkan menumpuk, area foyer akan terlihat penuh dan jalur masuk menjadi kurang nyaman.
Sediakan tempat penyimpanan khusus untuk barang-barang tersebut. Rak sepatu, gantungan, atau kabinet dapat digunakan selama ukurannya tidak memenuhi jalur masuk.
Dalam feng shui, area foyer yang rapi membantu menciptakan ruang masuk yang lebih terbuka. Prinsip ini juga berkaitan dengan gagasan bahwa pintu depan merupakan mulut chi, sehingga jalur masuk sebaiknya tidak dipenuhi benda yang menghambat pergerakan energi.
Area Teras dan Foyer sebagai Mulut Chi
Dalam feng shui, pintu depan atau area masuk rumah dikenal sebagai mulut chi. Konsep ini menempatkan pintu sebagai salah satu titik penting tempat qi masuk dan bergerak ke bagian lain rumah.
Penataan teras dan foyer kemudian diarahkan pada kondisi yang bersih, terang, terbuka, dan tidak dipenuhi barang. Furnitur maupun dekorasi tetap dapat digunakan selama tidak membuat jalur masuk terasa sesak.
Feng shui sendiri merupakan filosofi penataan ruang dan kepercayaan mengenai keseimbangan serta aliran qi, bukan jaminan bahwa penataan tertentu akan mendatangkan keberuntungan secara pasti.
Dengan pendekatan tersebut, area masuk rumah dapat ditata lebih rapi sekaligus tetap mengikuti prinsip feng shui yang diyakini.