- Wajan stainless steel baru harus dicuci bersih dan dikeringkan secara sempurna untuk menghilangkan sisa zat pabrik.
- Proses seasoning sederhana menggunakan minyak bertitik asap tinggi perlu dilakukan pada wajan baru sebelum digunakan memasak.
- Aturan suhu yang tepat seperti uji tetesan air dan wajan panas berminyak dingin mencegah makanan menempel.
Suara.com - Wajan stainless steel menjadi alternatif yang lebih sehat ketimbang teflon. Pasalnya, alat masak ini sangat tahan lama, bebas bahan kimia berbahaya seperti PFAS, dan mampu menghantarkan panas secara merata.
Namun penggunaan wajan stainless cukup tricky. Jika tidak tahu cara yang benar, masakan bisa menempel dan hancur di wajan.
Agar wajan baru Anda berfungsi layaknya wajan anti lengket (non-stick), ada beberapa trik khusus yang perlu diterapkan sejak penggunaan pertama.
Berikut cara membuat wajan stainless steel baru anti lengket saat digunakan.
1. Cuci Bersih dan Keringkan Sempurna
Langkah paling awal sebelum memasak adalah membersihkan wajan dari sisa minyak atau zat pelapis pabrik.
Cuci wajan menggunakan sabun cuci piring lembut dan air hangat, lalu usap dengan busa halus. Setelah dibilas, keringkan wajan menggunakan kain mikrofiber atau handuk bersih hingga benar-benar tidak ada sisa air.
2. Lakukan Proses Seasoning Sederhana
Panaskan wajan di atas api sedang selama beberapa menit, kemudian tuangkan 1–2 sendok makan minyak yang memiliki titik asap tinggi, seperti minyak kelapa atau minyak kanola.
Ratakan minyak ke seluruh permukaan dalam wajan dan panaskan hingga keluar sedikit asap tipis. Matikan api, biarkan wajan dingin dengan sendirinya, lalu usap sisa minyak menggunakan tisu dapur.
3. Terapkan Uji Tetesan Air (Leidenfrost Effect)
Setiap kali ingin mulai memasak, pastikan suhu wajan sudah berada pada titik ideal. Anda bisa mengetahuinya lewat fenomena fisika yang disebut Leidenfrost Effect.
Panaskan wajan kosong dengan api sedang lalu percikkan beberapa tetes air ke atas wajan. Jika air langsung menguap, wajan belum cukup panas.
Jika tetesan air membentuk bola-bola kecil yang meluncur licin seperti kelereng di atas permukaan wajan, artinya suhu wajan sudah pas dan siap digunakan.
4. Gunakan Formula "Wajan Panas, Minyak Dingin"
Salah satu aturan emas memasak dengan stainless steel adalah hot pan, cold oil. Jangan pernah memasukkan minyak saat wajan masih dingin.
Selalu panaskan wajan terlebih dahulu hingga mencapai suhu ideal (lolos tes Leidenfrost), baru tuangkan minyak atau mentega. Biarkan minyak hangat selama beberapa detik sebelum memasukkan bahan makanan.
5. Hindari Membalik Makanan Terlalu Cepat
Ketika memasak protein seperti daging, ayam, atau ikan, biarkan makanan matang dan membentuk lapisan renyah (searing) secara alami. Saat pertama kali dimasukkan, protein akan menempel sementara pada permukaan wajan.
Setelah bagian bawahnya matang sempurna, makanan akan terlepas dengan sendirinya dari permukaan wajan tanpa perlu dipaksa balik.
6. Hindari Mencuci Wajan saat Masih Panas
Setelah selesai memasak, biarkan wajan dingin terlebih dahulu sebelum dicuci. Kejutan suhu secara mendadak (thermal shock) dapat merusak struktur logam dan memicu perubahan bentuk yang membuat proses pengolahan selanjutnya menjadi tidak merata.
Menerapkan cara membuat wajan stainless steel baru tidak lengket secara konsisten akan memperpanjang usia pakai alat dapur Anda sekaligus menjaga kualitas masakan tetap maksimal.
Dengan teknik seasoning yang benar serta pengaturan suhu yang presisi, Anda tidak perlu khawatir lagi menghadapi masalah bahan makanan yang lengket atau rusak saat dimasak menggunakan wajan stainless steel.