Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 15 September 2026 | 10:34 WIB
Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?
Potret Donald Trump dan Presiden FIFA (Newsday)
baca 10 detik
  • Donald Trump menuntut ganti rugi kepada negara-negara yang tidak membantu AS di Selat Hormuz.

  • Konflik AS, Israel, dan Iran melumpuhkan perairan strategis penyalur minyak dan gas dunia.

  • Kemacetan lalu lintas Selat Hormuz memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat menuntut ganti rugi finansial kepada negara-negara yang tidak berkontribusi menjaga keamanan Selat Hormuz. Langkah ini berpotensi mengubah peta beban ekonomi internasional pascakrisis jalur energi global tersebut.

Pasokan minyak bumi dunia kini mengalami kemacetan parah dan memicu lonjakan harga bahan bakar secara global. Negara penikmat aliran energi yang tidak terlibat dalam penanganan konflik dinilai harus bertanggung jawab atas biaya operasional AS.

Sikap tegas Washington menunjukkan pergeseran kebijakan luar negeri yang membebankan tagihan pertahanan kepada mitra internasional. Kebijakan geopolitik ini langsung memicu tekanan baru bagi banyak negara di tengah krisis energi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuka kemungkinan untuk mencalonkan diri dalam Pilpres AS 2028. [Istimewa]
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuka kemungkinan untuk mencalonkan diri dalam Pilpres AS 2028. [Istimewa]

Donald Trump secara terbuka mengutarakan ancaman kompensasi keuangan tersebut melalui saluran resminya.

"Minyak mengalir melalui Selat Hormuz. Negara-negara di dunia, yang sama sekali tidak membantu kami, seharusnya, dan akan, mengganti rugi kepada Amerika Serikat ketika konflik yang penuh tipu daya ini berakhir," kata Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social.

Konflik terbuka meluas setelah serangan militer gabungan AS dan Israel menggempur sejumlah titik strategis Iran pada 28 Februari. Serangan mendadak itu langsung memancing aksi balasan berupa gempuran militer sengit dari pihak Iran.

Upaya diplomasinya sempat memunculkan penandatanganan nota kesepahaman penghentian permusuhan antara AS dan Iran pada pertengahan Juni. Namun, kesepakatan damai tersebut runtuh seketika saat kedua belah pihak kembali bertukar serangan udara.

Hingga saat ini, pertikaian bersenjata di kawasan perairan strategis itu masih terus berlangsung tanpa kejelasan titik temu. Lumpuhnya jalur pelayaran Selat Hormuz menghambat distribusi minyak, produk olahan minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) ke seluruh dunia.

Selat Hormuz memegang peran kunci sebagai arteri utama yang mengalirkan pasokan energi mentah dunia menuju pasar internasional. Hambatan lalu lintas di perairan ini secara otomatis menyulut krisis ekonomi yang mengerek kenaikan harga BBM di berbagai negara.

baca juga

Ketegangan di Selat Hormuz bermula dari eskalasi militer langsung yang mengorbankan stabilitas kawasan perairan Timur Tengah. Kegagalan kesepakatan damai pertengahan tahun ini memperpanjang krisis keamanan yang berdampak langsung pada rantai pasok global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone

Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:18 WIB

Kapal Kargo Iran Diserang Rudal Misterius di Selat Hormuz, Dekat Pulau Qeshm

Kapal Kargo Iran Diserang Rudal Misterius di Selat Hormuz, Dekat Pulau Qeshm

News | Senin, 14 September 2026 | 15:49 WIB

Perdagangan Jalur Tikus Iran - Dubai Selamatkan Toko Kelontong yang Makin Terhimpit Perang

Perdagangan Jalur Tikus Iran - Dubai Selamatkan Toko Kelontong yang Makin Terhimpit Perang

News | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×