- Ahli biokimia Jessie Inchauspé menyarankan sarapan gurih untuk menstabilkan kadar glukosa darah pada Jumat, 11 September 2026.
- Makanan manis berbahan gula olahan dapat menyebabkan lonjakan gula darah cepat dan memicu rasa lapar kembali.
- Sarapan gurih yang kaya protein dan serat terbukti mampu memberikan energi serta rasa kenyang lebih lama.
Sarapan Makanan Manis vs Gurih, Mana yang Lebih Baik?

Menurut penulis sekaligus ahli biokimia Jessie Inchauspé, sarapan gurih yang mengandung protein, lemak sehat, dan tidak didominasi makanan manis dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga kadar glukosa lebih stabil.
Ia menyarankan agar sarapan diawali dengan makanan gurih, terutama bagi orang yang sering mengalami keinginan makan manis, kelelahan, brain fog, sulit tidur, atau masalah kulit.
"Jika Anda sering merasa sangat ingin makan makanan manis, mengalami kelelahan kronis, brain fog, sulit tidur, atau masalah kulit, maka menstabilkan kadar glukosa akan sangat membantu," jelas Inchauspé, dilansir dari Vogue pada Jumat, 11 September 2026.
"Mengingat sebagian besar populasi memiliki kadar glukosa yang tidak stabil (beberapa penelitian memperkirakan angkanya mencapai 80%), memilih sarapan gurih bisa menjadi solusi yang tepat."
Salah satu contoh sarapan gurih yang disarankan Inchauspé adalah omelet dua telur dengan keju feta dan tomat. Menu tersebut mengandung protein, lemak, dan sayuran sehingga dapat membantu memberikan rasa kenyang serta energi sepanjang pagi.
Namun, menu sarapan gurih tidak harus selalu berupa telur dan keju. Inchauspé juga menyebut beberapa pilihan lain, seperti sourdough gandum utuh dengan tahini dan sayuran, oatmeal gurih dengan bayam, telur, jamur, dan alpukat, atau cottage cheese dengan tomat ceri dan mentimun.
Meski lebih menyarankan sarapan gurih, Inchauspé tidak mengatakan bahwa makanan manis harus dihindari sepenuhnya. Menurutnya, yang penting adalah memahami kapan dan bagaimana makanan manis dikonsumsi agar dampaknya terhadap kadar gula darah dapat lebih terkendali.
Jika ingin makan buah pada pagi hari, Inchauspé menyarankan agar buah utuh dikonsumsi setelah menyantap sarapan gurih, bukan sebagai makanan pertama.
Dengan demikian, pilihan sarapan tidak hanya ditentukan oleh rasa manis atau gurih, tetapi juga oleh komposisi makanan dan cara mengonsumsinya.