Tak Hanya Soal Asap, Vape Sekali Pakai Jadi Ancaman Baru bagi Lingkungan: Kenapa?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 14 September 2026 | 11:17 WIB
Tak Hanya Soal Asap, Vape Sekali Pakai Jadi Ancaman Baru bagi Lingkungan: Kenapa?
Ilustrasi Vape (Unsplash/@elsaolofsson)

Suara.com - Dianggap lebih bersih daripada rokok tembakau, rokok elektrik atau vape semakin banyak digunakan oleh orang yang ingin beralih dari rokok konvensional. Namun, anggapan tersebut tidak serta-merta membuat vape bebas dari persoalan lingkungan.

Berdasarkan studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Monitoring and Assessment menguak temuan kandungan logam berat dalam vape sekali pakai.

Salah satunya adalah timbal yang ditemukan bahkan dalam kadar yang cukup tinggi.

Vape sekali pakai ini terdiri dari berbagai komponen, mulai dari plastik, baterai lithium-ion, hingga bagian elektronik seperti papan sirkuit.

Permasalahannya adalah komponen-komponen tersebut berada dalam satu perangkat yang sulit dibongkar.

Kondisi itulah yang membuat proses pemilahan dan daur ulang vape menjadi jauh lebih rumit. Baterai yang seharusnya dipisahkan dari sampah lainnya berpotensi tertinggal di dalam perangkat ketika vape tersebut dibuang.

Padahal, keberadaan baterai lithium-ion pada sampah elektronik bukanlah masalah sepele. Jika baterai rusak atau hancur selama melalui proses pengelolaan sampah, komponen tersebut bisa menimbulkan kebakaran.

Masalah lainnya muncul dari kandungan logam yang ditemukan dalam vape. Selain timbal, tim penelitian ini juga menemukan keberadaan logam berat lainnya dalam perangkat vape sekali pakai.

Peneliti membongkar bahwa sejumlah vape di dalamnya terkandung logam dalam jumlah yang cukup tinggi.

baca juga

Lebih parahnya lagi adalah saat dilakukan pengujian terhadap vape, baru ditemukan kandungan tersebut bukan sekadar hadir karena perangkat telah dipakai atau menjadi limbah.

Maksudnya adalah permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh vape tidak hanya muncul ketika benda tersebut dibuang. Kandungan material di dalamnya sejak awal harus jadi perhatian.

Seorang Ilmuwan Pencegahan Polusi dari University of Illinois Urbana-Champain, John Scott, menjelaskan bahwa persoalan vape mempunyai lebih dari satu permasalahan.

"Pertama, masalah sampah padat yang besar. Dan yang kedua, terkait masalah keseharan," ungkap Scott, dikutip dalam laman resmi Phys, Jumat (11/9).

Ia menilai anggapan soal vape merupakan alternatif yang lebih baik dari rokok itu keliru. Namun, dalam penelitian ini sendiri belum membuktikan bahwa logam berat yang ditemukan dalam cairan vape bisa ikut terhirup oleh pengguna melalui uapnya.

Permasalahan yang lebih utama adalah bagaimana benda sekali pakai tersebut dapat berakhir hanya sebagai sampah.

Pada dasarnya, vape sekali pakai ini dirancang untuk memudahkan para penggunanya. Namun, dengan desain tersebut justru secara tidak langsung menyulitkan setelah benda itu tidak lagi digunakan.

Berbeda halnya dengan produk yang bisa dibongkar dan dipisahkan komponennya, vape sekali pakai justru membutuhkan proses lebih rumit dan memakan waktu hanya untuk memisahkan bagian-bagian di dalamnya.

Bayangkan jika dalam jumlah besar, benda-benda tersebut malah jadi persoalan tersendiri bagi sistem pengelolaan sampah. Terlebih lagi, seiring meningkatnya kebutuhan benda tersebut, membuat jumlah perangkat yang terbuang dan berakhir jadi limbah berpotensi meningkat.

Di samping itu, pembuangan vape secara sembarangan turut memicu pencemaran lingkungan. Logam berat yang berada di dalam perangkat dapat menjadi sumber kontaminasi jika material tersebut masuk ke lingkungan.

Fakta ini memperlihatkan bahwa permasalahan vape ini sebenarnya tidak hanya berhenti dari aspek penggunanya. Vape yang habis digunakan, masih ada tanggungan tersendiri bagaimana perangkat itu diproses dan dibuang.

Para peneliti pun menilai bahwa desain produk menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan. Vape seharusnya didesain sedemikian rupa dengan mempertimbangkan proses pemilahan dan daur ulangnya sejak awal.

Sebagai alternatif, vape isi ulang bisa jadi upaya untuk mengurangi pesatnya limbah yang dihasilkan oleh vape sekali pakai tersebut.

"Dengan meningkatnya tren rokok elektrik, disarankan agar cairan rokok elektrik secara umum dipantau dan diatur dengan lebih baik untuk memastikan tidak ada kontaminan berbahaya seperti logam," pungkasnya.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:24 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Bahas Gaya Hidup Berkelanjutan, dari Hilirisasi hingga Pengelolaan Sampah

Gen Z Impact Fest 2026 Bahas Gaya Hidup Berkelanjutan, dari Hilirisasi hingga Pengelolaan Sampah

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:11 WIB

Islam & Lingkungan: Jangan Sampai Keserakahan Manusia Merusak Rumah Bersama

Islam & Lingkungan: Jangan Sampai Keserakahan Manusia Merusak Rumah Bersama

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 15:30 WIB

Terkini

Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan

Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:41 WIB

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:37 WIB

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Motorola Signature 27 Meluncur 5 November, Spesifikasi Terungkap di Geekbench

Motorola Signature 27 Meluncur 5 November, Spesifikasi Terungkap di Geekbench

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

×