- Kutu beras muncul akibat tempat penyimpanan lembap, wadah terbuka, atau telur bawaan.
- Mengatasi kutu dapat menggunakan bahan alami, menjemur, membekukan, atau mengayak beras.
- Pencegahan dilakukan dengan membersihkan wadah serta menyimpan beras dalam wadah kedap udara.
Suara.com - Kutu beras yang muncul di tempat penyimpanan tentu dapat membuat khawatir, terlebih jika jumlahnya semakin banyak dan menyebar ke seluruh stok. Serangga kecil ini juga dapat menurunkan kualitas beras sehingga sebaiknya segera ditangani.
Kutu beras dapat muncul ketika kondisi penyimpanan mendukung perkembangbiakannya. Tempat yang lembap, wadah yang tidak tertutup rapat, penyimpanan terlalu lama, hingga telur kutu yang sudah ada sejak beras dibeli dapat menjadi penyebabnya.
Keberadaan kutu juga terkadang baru diketahui setelah jumlahnya cukup banyak. Beberapa tandanya antara lain terdapat serangga kecil berwarna cokelat atau hitam, bubuk halus seperti tepung di antara butiran beras, beras terasa lebih ringan atau berongga, serta muncul larva kecil di dalam wadah.
Jika sudah menemukan kutu beras, tidak perlu langsung panik atau menggunakan bahan kimia pada beras. Ada sejumlah cara sederhana yang dapat dicoba, mulai dari memanfaatkan bahan alami hingga menggunakan suhu panas atau dingin untuk membantu mengatasi kutu.
Penyebab Munculnya Kutu Beras

Kutu beras dapat muncul karena kondisi tempat penyimpanan yang lembap dan kurang terjaga kebersihannya.
Laman Fumida menyebut beberapa faktor yang mendukung kemunculan kutu, yaitu kelembapan tinggi, wadah yang tidak tertutup rapat, beras disimpan terlalu lama, sirkulasi udara buruk, serta kemungkinan telur kutu sudah terbawa sejak beras dibeli.
Telur yang sudah berada di dalam beras dapat menetas ketika kondisi lingkungan mendukung. Karena itu, munculnya kutu tidak selalu berarti beras disimpan dalam keadaan kotor, tetapi dapat pula berkaitan dengan telur yang sudah ada sebelumnya.
Selain menjaga kondisi penyimpanan, penting untuk segera memisahkan beras yang sudah terinfeksi dan memeriksa stok beras lainnya di rumah. Wadah lama juga sebaiknya dibersihkan sebelum digunakan kembali agar kutu, telur, atau larva yang mungkin tertinggal tidak kembali menginfeksi beras.
Cara Menghilangkan Kutu Beras dengan Aman dan Mudah

Berikut beberapa cara yang dapat dicoba menggunakan bahan alami maupun metode sederhana di rumah, merangkum panduan di laman Fumida, Allofresh, dan AZKO:
1. Letakkan Daun Salam
Daun salam dapat digunakan untuk membantu mengusir kutu beras berkat aromanya yang tidak disukai serangga. Caranya, masukkan beberapa lembar daun salam yang bersih dan kering ke dalam wadah penyimpanan beras.
Cara ini lebih tepat digunakan sebagai upaya mengusir atau mencegah kutu, bukan satu-satunya metode untuk memastikan seluruh telur dan larva mati. Pastikan wadah beras tetap kering dan tertutup rapat.
2. Gunakan Daun Pandan
Daun pandan juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mengusir kutu beras secara alami. Beberapa helai daun pandan dapat diletakkan di dalam wadah penyimpanan beras dan diganti secara berkala.
Aroma pandan yang khas dapat membantu membuat tempat penyimpanan kurang disukai kutu. Namun, kebersihan wadah dan kondisi beras tetap perlu diperhatikan agar kutu tidak kembali berkembang.
3. Masukkan Bawang Putih
Bawang putih merupakan bahan dapur lain yang dapat digunakan untuk membantu mengusir kutu beras. AlloFresh menyebut aroma khas dan senyawa belerang pada bawang putih tidak disukai kutu beras.
Caranya cukup dengan meletakkan beberapa siung bawang putih yang sudah dikupas di tempat penyimpanan. Agar lebih aman, Anda dapat meletakkannya dalam wadah kecil atau kantong bersih sehingga bawang tidak bercampur langsung dengan butiran beras.
4. Manfaatkan Cengkeh
Cengkeh memiliki aroma kuat yang dapat membantu mengusir kutu beras. AlloFresh menyebut cengkeh dapat diletakkan di dalam wadah penyimpanan, tetapi sebaiknya tidak dicampurkan langsung dengan beras karena dapat memengaruhi rasa dan kualitasnya.
Sebagai alternatif, masukkan cengkeh ke wadah kecil yang terpisah lalu letakkan di antara atau di atas beras. Dengan cara ini, cengkeh lebih mudah diambil kembali setelah kutu berkurang.
5. Coba Daun Jeruk
Daun jeruk juga dapat digunakan sebagai bahan alami untuk membantu mengusir kutu beras. Aroma kuat dari daun tersebut disebut tidak disukai kutu sehingga beberapa helai daun dapat diletakkan di dalam tempat penyimpanan.
Ganti daun secara berkala agar aromanya tetap kuat. Pastikan daun yang digunakan bersih dan tidak dalam kondisi basah karena kelembapan justru dapat membuat penyimpanan beras kurang ideal.
6. Jemur Beras di Bawah Sinar Matahari
Menjemur beras dapat menjadi pilihan ketika kutu sudah terlihat di antara butiran. Fumida menyarankan beras diletakkan di bawah sinar matahari langsung dan diaduk secara berkala agar kutu keluar karena tidak tahan terhadap panas.
AZKO juga menyebut beras dapat dijemur sekitar 15 menit sebelum disimpan kembali dalam wadah yang kering dan tertutup.
7. Simpan Beras di Freezer
Suhu dingin juga dapat digunakan untuk membantu membasmi kutu dan telurnya. AZKO menyarankan beras dimasukkan ke dalam kantong kedap udara kemudian disimpan di freezer selama dua hingga tiga hari.
Setelah dikeluarkan, pastikan beras dalam kondisi kering sebelum dimasukkan kembali ke wadah penyimpanan. Laman Fumida juga menyebut penyimpanan dalam freezer dapat membantu membunuh kutu dan telurnya.
8. Ayak atau Saring Beras
Jika kutu yang terlihat belum terlalu banyak, beras dapat diayak untuk memisahkan serangga dari butiran beras. Panduan di laman Fumida menyarankan mengayak beras secara perlahan kemudian membuang kutu yang sudah terpisah.
Setelah proses penyaringan selesai, jangan lupa membersihkan wadah penyimpanan sebelum beras dimasukkan kembali. Langkah ini penting karena telur atau larva dapat tertinggal di wadah.
9. Bersihkan Wadah Penyimpanan
Menghilangkan kutu dari beras saja tidak cukup jika wadah penyimpanannya masih terkontaminasi. Wadah sebaiknya dicuci, dikeringkan hingga benar-benar kering, kemudian dilap menggunakan kain bersih sebelum digunakan kembali.
Pastikan pula area tempat menyimpan beras bersih dan tidak lembap. Wadah dengan tutup rapat dapat membantu mencegah kutu kembali berkembang dan mengurangi risiko serangga masuk.
10. Simpan Beras dalam Wadah Kedap Udara
Setelah kutu berhasil diatasi, langkah berikutnya adalah mencegahnya kembali. Gunakan wadah penyimpanan yang bersih, kering, dan memiliki penutup rapat agar beras terlindungi dari serangga sekaligus kelembapan.
Sebaiknya hindari menyimpan beras terlalu banyak dalam waktu lama dan lakukan pemeriksaan secara berkala. Dengan begitu, jika ada tanda-tanda kutu sejak awal, masalah dapat segera ditangani sebelum menyebar.
Menghilangkan kutu beras sebaiknya tidak hanya berfokus pada serangga yang terlihat, tetapi juga pada telur dan larva yang mungkin masih tertinggal.
Karena itu, kombinasi antara membersihkan beras, membersihkan wadah, menggunakan metode panas atau dingin, serta menyimpan beras dalam tempat yang kering dan tertutup dapat membantu mengatasi masalah tersebut.
Perlu diperhatikan, bahan alami seperti daun salam, pandan, bawang putih, dan daun jeruk terutama digunakan untuk membantu mengusir atau mencegah kutu, bukan sebagai jaminan bahwa seluruh telur dan larva akan mati.
Jika infestasi sudah sangat banyak atau terus berulang, sebaiknya pisahkan stok yang terinfeksi dan pertimbangkan untuk tidak mengonsumsinya.