Perbedaan Boikot dan Cancel Culture yang Perlu Diketahui

Husna Rahmayunita

Selasa, 03 November 2026 | 14:41 WIB
Perbedaan Boikot dan Cancel Culture yang Perlu Diketahui
Ilustrasi figur publik kena boikot atau cancel culture. (Pexels/Cottonbro)
baca 10 detik
  • Boikot dan cancel culture, merupakan istilah yang kerap disebut dalam dunia digitaL.
  • Padahal keduanya memiliki makna dan sasaran yang berbeda.
  • Boikot merupakan penolakan kolektif untuk mengubah kebijakan pihak tertentu.
  • Cancel culture merupakan fenomena sosial hilangnya dukungan publik bagi figur akibat pelanggaran norma di media sosial.

Suara.com - Media sosial sering dipenuhi aksi gerakan bersama warganet untuk mengajak dan menarik dukungan seperti boikot dan cancel culture.

Keduanya menggambarkan tindakan penolakan yang melibatkan banyak orang terhadap pihak tertentu karena dianggap melakukan kesalahan atau bertentangan dengan nilai masyarakat.

Meski sama-sama dapat memicu tekanan publik, boikot dan cancel culture memiliki perbedaan makna, sasaran, cara kerja, serta dampaknya.

Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan boikot dan cancel culture.

Apa Itu Boikot?

Secara etimologi dan sosiologis, boikot adalah tindakan kolektif berupa penolakan untuk membeli, menggunakan, atau berinteraksi dengan produk, layanan, merek, atau negara tertentu.

Ilustrasi Boikot.
Ilustrasi Boikot.

Aksi ini biasanya dilakukan secara kolektif sebagai bentuk protes terhadap kebijakan, tindakan, atau praktik tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan nilai moral, sosial, politik, maupun kemanusiaan.

Tujuan utama boikot yakni memberikan tekanan ekonomi atau sosial agar pihak yang menjadi sasaran bersedia mengubah kebijakan atau memperbaiki perilakunya.

Dalam praktiknya, boikot dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti berhenti membeli produk, membatalkan langganan, menarik investasi, hingga mengajak masyarakat lain untuk tidak memberikan dukungan.

Salah satu contohnya adalah gerakan BDS (Boycott, Divestment, Sanctions) yang mendorong boikot, penarikan investasi, dan sanksi terhadap Israel terkait kebijakan dan perlakuannya terhadap rakyat Palestina.

baca juga

Jadi, boikot lebih menitikberatkan pada penolakan terhadap aktivitas atau dukungan kepada suatu entitas, bukan semata-mata menjatuhkan reputasi individu.

Apa Itu Cancel Culture?

Berbeda dengan boikot, cancel culture merupakan fenomena sosial ketika seseorang atau suatu pihak kehilangan dukungan publik akibat pernyataan, tindakan, atau perilaku yang dianggap melanggar norma dan nilai masyarakat.

Istilah ini banyak berkembang melalui media sosial karena pengguna internet dapat menyebarkan kritik, mengungkap kontroversi, hingga mengajak orang lain menarik dukungan terhadap figur tertentu.

Ilustrasi Cancel Culture (Freepik)
Ilustrasi Cancel Culture (Freepik)

Sasaran cancel culture umumnya adalah individu yang memiliki pengaruh publik dan terkenal, seperti selebritas, influencer, pejabat, maupun tokoh profesional. Namun, fenomena ini juga dapat menyasar organisasi atau merek.

Dampakn cancel culture bisa berupa kehilangan pengikut, pembatalan kerja sama, pemutusan kontrak, hingga rusaknya reputasi profesional. Dalam kondisi tertentu, seseorang juga dapat mengalami tekanan psikologis akibat kecaman dan pengucilan sosial.

Contohnya, seorang artis atau influencer yang terbukti melakukan perundungan atau menyebarkan ujaran kebencian dapat kehilangan sponsor dan dukungan pengikut setelah perilakunya menjadi sorotan publik.

Bisakah Keduanya Terjadi Bersamaan?

Jawabannya: Ya. Cancel culture sering menggunakan aksi boikot sebagai salah satu alat instrumennya. Misalnya, ketika seorang pemilik merek terkenal tersandung skandal rasisme, publik akan melakukan cancel culture terhadap figur tersebut sekaligus memboikot lini produk busana milik perusahaannya.

Memahami perbedaa boikot dan cancel culture dapat membantu masyarakat agar tidak asal ikut-ikutan isu dan tetap kritis melihat substansi masalah di era kebebasan informasi digital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial

Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:50 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin

Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Ada Seruan Boikot Produk Malaysia, Ganggu Bisnis Perdagangan?

Ada Seruan Boikot Produk Malaysia, Ganggu Bisnis Perdagangan?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Seruan Boikot Adidas Meluas Usai Promosi Sepatu Gandeng Mantan Tentara Israel

Seruan Boikot Adidas Meluas Usai Promosi Sepatu Gandeng Mantan Tentara Israel

News | Rabu, 09 September 2026 | 11:49 WIB

Terkini

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:32 WIB

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Jabar | Selasa, 03 November 2026 | 14:31 WIB

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:30 WIB

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Jatim | Selasa, 03 November 2026 | 14:25 WIB

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:21 WIB

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:17 WIB

×