LINIMASA - Pimpinan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Kiai Said Aqil Siradj menyinggung soal pemerintah yang melarang bukber atau buka puasa bersama.
Menurut Aqil Siradj, larangan pemerintah tersebut dapat menimbulkan kegaduhan dan rasa tidak percaya di masyarakat.
"Secara umum itu menyinggung perasaan umat Islam karena ini sudah jadi budaya," kata Said Aqil Siradj.
Lebih lanjut, menurut said, sikap pemerintah itu msebagai bentuk intervensi berlebihan atas ruang-ruang kehidupan keagamaan yang selama ini suatu kekhususan para pemimpin dan ormas-ormas keagamaan.
Kemudian, lanjut dia, dicoba dipaksakan merlalui intervensi kebijakan yang cenderung dan disinyalir merupakan tindakan penahanan bagi psikologis umat.
Kendati pemerintah menerapkan aturan larangan bukber, tapi Aqil Siradj beranggapan bahwa hal tersebut dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Bahkan menurutnya, pada saatnya akan melahirkan ketidakpercayaan umat jika membiarkan hal itu terjadi.
Selain itu, kata Aqil Airadj, boleh saja pemerintah mebuat imbauan seperti tidak menggunakan anggaran pemerintah untuk melakukan buka puasa bersama.
"Buka bersama itu ada di mana-mana, di Masjidilharam, Mekah buka bersama. Amir-amir, famili dari kerajaan buka bersama itu biasa. Hanya maksudnya baik agar tidak terjadi pemborosan, tinggal itu saja penekanannya, jangan dilarang buka bersama," kata Said. (Sumber: ANTARA)
Baca Juga: Sempat Jadi DPO, Pengacara Natalia Rusli Serahkan Diri ke Polisi