Muncul Simpang Siur Penyebab Koalisi Perubahan Batal Deklarasi, Presiden PKS Blak-blakan Bongkar 3 Alasannya!

Mamagini

Selasa, 22 November 2022 | 07:41 WIB
Muncul Simpang Siur Penyebab Koalisi Perubahan Batal Deklarasi, Presiden PKS Blak-blakan Bongkar 3 Alasannya!
Anies dan Tim Kecil di RM Padang (Suara.com)

Usai Koalisi Perubahan gagal deklarasi, muncul simpang siur mengenai penyebab ketiga partai yakni NasDem-PKS-Demokrat belum juga mengumumkan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden yang akan maju dalam Pilpres 2024.

Mulai dari ketiga partai tersebut tak sepakat dengan bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies, hingga isu terkait PKS dan Demokrat digoda untuk masuk koalisi lain.

Menanggapi banyaknya simpang siur tersebut, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu membeberkan tiga alasan mengapa Koalisi Perubahan hingga kini belum melakukan deklarasi.

Syaikhu mengungkapkan bahwa hingga kini ketiga partai koalisi masih menyamakan persepsi akan beberapa hal. Hal ini dilakukan untuk satu tujuan, yaitu memenangkan bakal calon presiden yang akan maju dalam kontestasi.

"Ada beberapa keterbatasan-keterbatasan yang tentu kita perlu menyamakan persepsi dengan tiga partai," ujar Syaikhu seperti dikutip Mamagini melalui unggahan kanal YouTube Refly Harun pada Selasa (22/11/2022).

"Upaya kita kan ingin bukan sekadar mencalonkan, tapi ingin bahwa kita ini menang," imbuhnya.

Dalam pernyataannya, Syaikhu lantas membeberkan tiga alasan mengapa Koalisi Perubahan belum deklarasi. 

Alasan pertama karena masalah calon wakil presiden. NasDem-PKS-Demokrat belum sepakat soal bakal calon wakil presiden yang akan diusung.

"Pertama adalah menyangkut kalau calon presidennya mungkin sudah disepakati, tetapi kaitan dengan calon wapresnya kan belum," tutur Syaikhu.

baca juga

"Makanya ini kan harus menjadi satu kesatuan yang utuh bahwa ini adalah tiga partai yang siap untuk mengusung itu. Tapi belum satu kesepakatan pada misalnya cawapresnya," lanjutnya.

Alasan kedua karena masih belum ada kesepakatan soal platform pemerintahan ke depannya. Menurutnya, hal ini perlu dibicarakan sejak awal agar tidak terjadi persengketaan jika saja calon yang diusung oleh ketiga partai ini memenangkan kontestasi.

"Kesepakatan pada platform pemerintahan ke depan itu seperti apa. Jangan sampai kemudian baru dirumuskan platform itu ketika sudah pada kemenangan baru dirumuskan dan akhirnya terjadi persengketaan ketidakcocokan pada akhir-akhir. Ketika sudah justru menang," kata Syaikhu.

Alasan terakhir adalah karena ketiga partai ini belum sepakat soal desain pemerintahan ke depan.

"Yang ketiga juga terkait desain pemerintahan ke depan itu seperti apa," ujarnya.

Terkait masalah waktu untuk deklarasi, Syaikhu menerangkan jika hal tersebut akan dilakukan usai NasDem-PKS-Demokrat telah sepakat dengan ketiga hal di atas.

"Kalau itu sudah jelas maka kemudian kita akan bawa hasil dari Tim Kecil ini ke Majelis Syura," tuturnya.

"Baru dari Majelis Syura nanti kita akan tentukan satu hal lagi terkait dengan timing," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Target Golkar di Pilpres 2024: Tak Ada Istilah Kalah, Harus Bisa Menang

Target Golkar di Pilpres 2024: Tak Ada Istilah Kalah, Harus Bisa Menang

Jawa Tengah | Selasa, 22 November 2022 | 07:05 WIB

Prabowo Dijodohkan Duet Bareng Ganjar di Pilpres, Gerindra: Biarkan Waktu Berjalan, Nanti Lihat Siapa Pasangannya

Prabowo Dijodohkan Duet Bareng Ganjar di Pilpres, Gerindra: Biarkan Waktu Berjalan, Nanti Lihat Siapa Pasangannya

News | Senin, 21 November 2022 | 18:51 WIB

Respons Ancaman PKB Bentuk Komposisi Baru, Gerindra Tegaskan Hak Veto Tentukan Paslon Bukan Punya Prabowo Seorang

Respons Ancaman PKB Bentuk Komposisi Baru, Gerindra Tegaskan Hak Veto Tentukan Paslon Bukan Punya Prabowo Seorang

News | Senin, 21 November 2022 | 17:26 WIB

Tanggulangi Banjir, Warga Jakarta Diminta Aktif Buat Sendiri Sumur Resapan, Begini Caranya

Tanggulangi Banjir, Warga Jakarta Diminta Aktif Buat Sendiri Sumur Resapan, Begini Caranya

Jakarta | Senin, 21 November 2022 | 15:36 WIB

CEK FAKTA: Anies Baswedan Berdiri di Luar saat Pemimpin Negara di G20 Makan Siang, Benarkah?

CEK FAKTA: Anies Baswedan Berdiri di Luar saat Pemimpin Negara di G20 Makan Siang, Benarkah?

News | Senin, 21 November 2022 | 15:03 WIB

Terkini

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:05 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:04 WIB

Merayakan Patah Hati Paling Senyap di Buku Jatuh Cinta Diam-Diam

Merayakan Patah Hati Paling Senyap di Buku Jatuh Cinta Diam-Diam

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 10:00 WIB

Lionel Messi Sebut Laga Kontra Inggris di Semifinal Piala Dunia Jadi Momen Spesial

Lionel Messi Sebut Laga Kontra Inggris di Semifinal Piala Dunia Jadi Momen Spesial

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 10:00 WIB

Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung

Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:56 WIB

Ironi di Balik Puing Yosorati: Saat Api Melahap Gudang Plastik, Truk Damkar Terdekat Malah Mogok

Ironi di Balik Puing Yosorati: Saat Api Melahap Gudang Plastik, Truk Damkar Terdekat Malah Mogok

Jatim | Senin, 13 Juli 2026 | 09:54 WIB

Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz

Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:46 WIB

Cemburu Buta, Pemuda Tega Bacok Tukang Ojek yang Dikira Pacar Baru Mantannya di Jati Agung

Cemburu Buta, Pemuda Tega Bacok Tukang Ojek yang Dikira Pacar Baru Mantannya di Jati Agung

Lampung | Senin, 13 Juli 2026 | 09:45 WIB

Rupiah Terus Anjlok, Dolar AS Naik ke Level Rp18.116

Rupiah Terus Anjlok, Dolar AS Naik ke Level Rp18.116

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:38 WIB

Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung

Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:37 WIB

×