-
Kapal kontainer GFS Galaxy hancur ditembak di Selat Hormuz hingga kru harus dievakuasi.
-
Satu pelaut asal India dilaporkan hilang di tengah investigasi ketat otoritas maritim.
-
Militer Iran resmi memblokade Selat Hormuz demi mengusir intervensi militer Amerika Serikat.
Suara.com - Selat Hormuz kini menjadi zona merah yang mencekam bagi jalur perdagangan laut internasional. Hantaman peluru kendali menghancurkan bagian belakang kapal kontainer GFS Galaxy hingga memaksa kru menyelamatkan diri.
Otoritas maritim regional bergerak cepat mengevakuasi para pelaut yang terombang-ambing di atas sekoci penyelamat. Fokus utama saat ini tertuju pada pencarian satu awak kapal yang hilang misterius di tengah laut.
Insiden berdarah ini menjadi sinyal kuat bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah kian tidak terkendali. Jalur pasokan energi dunia kini berada dalam ancaman nyata akibat konfrontasi bersenjata.

Kapal kargo berbendera Siprus tersebut mengalami kerusakan fatal saat melintas sembilan mil dari pesisir Oman. Ledakan besar membuat lambung belakang kapal robek dan air mulai masuk dengan cepat.
Kondisi darurat itu memaksa seluruh nakhoda dan anak buah kapal segera melompat ke sekoci darurat. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) langsung mengeluarkan peringatan bahaya terkait situasi kritis tersebut.
"Seluruh awak telah diselamatkan oleh otoritas setempat. Pihak berwenang masih menyelidiki insiden ini," kata UKMTO dalam pernyataannya.
Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi bahwa belasan warga negaranya berada di dalam kapal nahas tersebut. Operasi pencarian korban hilang kini menjadi prioritas utama tim penyelamat gabungan.
Diplomat India di Oman terus bergerak aktif berkoordinasi dengan otoritas setempat di lapangan. Mereka mengutuk keras aksi kekerasan yang membahayakan nyawa para pelaut sipil tersebut.
Ketegangan di jalur laut ini memuncak setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengambil tindakan ekstrem. Teheran resmi menutup total akses pelayaran di Selat Hormuz dari segala jenis kapal dagang.
Langkah sepihak ini merupakan respons perlawanan terhadap eksistensi kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Iran bersumpah tidak akan membuka selat sampai blockade politik Washington berakhir.
Stasiun televisi pemerintah Iran, Press TV, menyebut GFS Galaxy sempat mengabaikan perintah untuk berhenti. Tembakan peringatan yang berulang kali diklaim tidak dihiraukan oleh kapal kontainer tersebut.
Hantaman senjata berat akhirnya menghentikan laju kapal secara paksa di tengah perairan. Aksi represif ini memicu kecaman internasional karena dinilai melanggar hukum pelayaran internasional.
Konflik di Selat Hormuz memiliki latar belakang rivalitas panjang antara Iran dan Amerika Serikat. Wilayah perairan sempit ini merupakan jalur vital bagi sepertiga minyak mentah dunia yang diangkut lewat laut.