Sebut Buzzer Perusak Demokrasi, Rocky Gerung: Publik Akan Ingat Buzzer Dipelihara di Era Jokowi

Mamagini Suara.Com
Rabu, 30 November 2022 | 11:45 WIB
Sebut Buzzer Perusak Demokrasi, Rocky Gerung: Publik Akan Ingat Buzzer Dipelihara di Era Jokowi
Pengamat politik Rocky Gerung (Youtube)

Menjamurnya buzzer di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat pengamat politik Rocky Gerung buka suara.

Rocky menilai istilah buzzer memang identik dengan Jokowi. Sebab kata Rocky, setiap partai tak memiliki buzzer namun kader.

"Emang kata buzzer kan khas punya Jokowi kan. Kan nggak ada buzzer PDIP, PDIP buzernya ya kader nya sendiri, Demokrat ada buzer nggak ada, buzzer Demokrat adalah  kader sendiri, pks jg gtu. Semua partai buzzernya adalah kadernya sendiri. Nah pak Jokowi adalah buzzernya itu  outsource itu," ujar Rocky yang dikutip Suara.com, Rabu (30/11/2022).

Rocky mengibaratkan buzzer seperti perisai. Kata Rocky, lantaran memiliki perisai yang tebal, Jokowi tak memiliki akses dengan rakyat dan hanya ingin mendengarkan buzzer.

"Saking tebalnya perisai itu, pak Jokowi nggak punya akses lagi dengan rakyat. Jadi pak Jokowi hanya ingin dengar apa yang oleh buzzer dirumuskan sebagai hal yang baik buat Jokowi," ucap dia.

Terlebih kata Rocky, aksi buzzer ini bahaya karena menyerang bukan mempromosikan seseorang. Hal tersebut kata Rocky yang dapat merusak demokrasi.

"Jadi ada bengisnya buzzer-buzzer ini, kenapa? Karena setiap kali ada serangan langsung bisa dikonversi jadi uang. Jadi semakin marah semakin galak buzzer itu semakin dompetnya tebal diisi terus oleh majikannya, itu yang merusak demokrasi," tuturnya.

"Akhirnya buzzer memberi opini publik menguasai surveyor segala macem disewa kiri kanan. Jadi memang ini yang merusak demokrasi ini buzzer," sambungnya.

Selain itu Rocky menuturkan bahwa mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyebut keberadaan buzzer semacam kebiadaban dalam politik.

Baca Juga: Singgung Istana, Rocky Gerung: Kalau Takut Anies Lawan Dengan Konsep Bukan Mainkan Politik Identitas

"Semua bicara begitu Jusuf Kalla bahkan pernah sangat kejam mengatakan buzzer ini semacam kebiadaban dalam politik," tutur Rocky.

Sehingga kata Rocky perlu dibedakan antara influencer yang rapi mempromosikan seseorang, sedangkan buzzer menyerang secara brutal. Lanjut Rocky harus dibedakan juga antara kader partai yang paham visi misi tokoh yang didukung, dengan buzzer yang membabi buta. 

"Jadi itu kontrasnya pembuzzeran itu adalah hal yang biadap dalam politik karena makan dimana saja lalu menyerang kini kanan dan sering kali tanpa nama. Jadi pengecut juga sebetulnya," papar dia.

Karena itu kata Rocky dengen menjamurnya buzzer, publik akan mengingat buzzer yang dipelihara di era Presiden Jokowi. Pasalnya Rocky menyebut buzzer hanya ada di era Jokowi dan tidak ada di era presiden sebelumnya.

"Selain proyek yang gagal dari Jokowi orang akan ingat bahwa buzzer itu justru berkembang biak di era pak Jokowi dan hanya di era pak Jokowi  di era lain nggak ada buzzer," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI