Ferry Irawan memenuhi penggilan Polda Jatim untuk pemeriksaan kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilaporkan oleh istrinya, Venna Melinda.
Namun, dalam keterangannya hari ini, Senin (16/1/2023), Ferry Irawan menyangkal tuduhan sang istri dan mengaku tidak melakukan kekerasan terhadap Venna Melinda.
Ia menyebut bahwa apa yang terjadi di hotel di Kediri pada Minggu (8/1/2023), adalah sebuah perselisihan rumah tangga, di mana ia berusaha menenangkan Venna Melinda yang saat itu histeris dan menyakiti dirinya sendiri.
Untuk itu, Ferry Irawan pun berharap permasalahannya dengan Venna Melinda dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Secara langsung, ia juga memohon ingin melanjutkan hubungan rumah tangga dengan Venna Melinda.
Dikutip dari akun Instagram @lambegosiip, Senin (16/1/2023), Ferry Irawan menyebut bahwa sampai saat ini dirinya masih berstatus sebagai suami Venna Melinda.
"Sampai detik ini, saya Abi, suami Mena (Venna Melinda)," katanya, didampingi pengacara.
"Apapun itu dalam kita berumah tangga, Abi punya kekurangan, Mena juga punya kekurangan. Abi punya kelebihan, Mena juga punya kelebihan," katanya lagi.
Ferry Irawan juga mengingatkan Venna Melinda bahwa keduanya sudah melalui begitu banyak perjuangan dan kenangan manis, sehingga memohon agar sang istri memaafkan dirinya.
"Abi hanya mohon sama Mena yang ini masalah rumah tangga, Abi mohon dari lubuk hati yang paling dalam, Mena juga punya hati kecil, coba Mena pikir tanpa ada bisikan atau gosokan dari siapapun," katanya lagi.
Ferry Irawan juga mengaku bahwa dirinya sudah menjalankan sanksi sosial akibat perbuatannya. Ia juga menyebut dirinya menderita dan depresi.
Baca Juga: Geger Bentrok Pekerja hingga 2 Orang Tewas, Pemerintah Didesak Tegas Evaluasi Izin PT GNI
"Abi dapat tekanan karena berita yang sudah berkembang. Mereka sudah men-judge, menghujat tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," katanya lagi dengan nada lirih.
Permohonan Ferry Irawan di depan para wartawan dan kuasa hukumnya itu tidak mendapat tanggapan yang baik dari warganet. Bahkan, tak sedikit warganet yang menyebut kata-kata yang diucapkannnya seperti sesuatu yang dusah dihapalkan sebelumnya.
"Seperti hapalan puisi," kata warganet.
"Aslinya gak mau kehilangan ATM berjalan," sindir warganet yang lain.
"mau ngomong begini jangan di media, Mas. Nanti juga ada dalam proses hukum Mas-nya dan Mbak-nya dipertemukan, bisa ngomong deh. Kalau sekarang jangan ngomong dulu, yang ada makin ilfeel Mbak-nya. Perempuan itu kalo lagi marah gak bisa didebat, Mas, apalagi dimenye-menyein begini," saran dari warganet.