Penyerang Timnas Indonesia U-22, Titan Agung sempat menjadi sorotan publik usai berani menghadang selebrasi provokatif Thailand dalam laga final SEA Games 2023 di Stadion Olympic, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (16/5/2023).
Baru-baru ini, beredar kabar yang menarasikan bahwa atas keberaniannya, Titan yang merupakan anggota polisi tersebut mendapatkan kenaikan pangkat.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 164 ribu pengikut bernama Auto Intip Timnas melalui sebuah video yang diunggah pada 17 Mei 2023.
"TITAN NAIK PANGKAT USAI MENUNJUKKAN NYALI ORANG INDONESIA KEPADA THAILAND" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Selasa (23/5/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"KAPOLRI LANGSUNG BERI HAL INI USAI NO 18 TIMNAS INDONESIA TAK MUNDUR DI KEROYOK 5 ORANG THAILAND"
Hingga saat ini, video tersebut telah ditonton hingga 2,6 juta kali oleh warganet.
Namun begitu, apakah benar Titan Agung mendapatkan kenaikan pangkat usai berani menghadang selebrasi Tim Thailand?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Titan Agung yang mendapatkan kenaikan pangkat.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Titan Agung naik pangkat usai berani menghadang selebrasi Tim Thailand.
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan Titan Agung mendapatkan kenaikan pangkat usai berani menghadang selebrasi Tim Thailand.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan Titan Agung mendapatkan kenaikan pangkat usai berani menghadang selebrasi Tim Thailand merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].