Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dengan tegas memastikan bahwa Indonesia tengah melakukan komunikasi dengan Australia untuk terlibat dalam proses penawaran menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2034. Erick Thohir juga menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan Australia tidak mengajak Indonesia dalam rencananya adalah tidak benar.
Seperti yang kita ketahui, FIFA telah memutuskan bahwa Piala Dunia FIFA 2034 akan diberikan kepada konfederasi Asia (AFC) atau Oceania (OFC). Salah satu negara yang telah menunjukkan minat adalah Australia.
Namun, Australia tidak sendirian dalam upayanya. Mereka berencana untuk bermitra dengan negara-negara tetangga, dan disebutkan bahwa Indonesia bukanlah salah satu dari negara-negara tersebut. Yang diundang adalah Malaysia dan Singapura, menurut laporan media, Sydney Morning Herald.
Menyikapi berita tersebut, Erick Thohir meminta agar tidak mempercayainya sepenuhnya. Ia telah menjalin komunikasi langsung dengan pihak Australia untuk membahas masalah ini.
"Jadi, jika ada berita yang mengklaim bahwa Indonesia dikesampingkan oleh Australia, jangan percaya begitu saja. Saya, sebagai Ketua Umum PSSI, berada di sini. Namun, perlu diingat bahwa kami masih dalam tahap diskusi," ujar Erick Thohir dalam pernyataannya saat berada di Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada Senin (9/10/2023).
"Kami akan menandatangani perjanjian kerja sama ini pada tanggal 31 Oktober 2023. Jadi, saat ini kami masih terus mendiskusikannya," tambahnya.
Erick Thohir juga menyatakan ketidaksetujuannya terhadap narasi yang menyatakan bahwa Australia tidak mengajak Indonesia karena beberapa masalah tertentu. Ia mengklarifikasi bahwa komunikasi antara Indonesia dan Australia mengenai Piala Dunia 2034 masih terus berlangsung.
"Saya merasa tidak setuju jika narasinya adalah bahwa Australia tidak mengajak Indonesia karena masalah tertentu. Saya tegaskan bahwa Australia tidak pernah mengatakan hal tersebut. Jika tidak, mengapa saya masih terus berhubungan dengan mereka?" tegasnya.
Selain itu, Erick Thohir juga mengecam stigma negatif yang sering melekat pada Indonesia, yang sering kali merendahkan prestasi dan posisi bangsa Indonesia di mata dunia. Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa telah membuktikan banyak hal positif, baik sebagai negara maupun dalam kontribusinya pada dunia.
"Kita tidak boleh membiarkan diri kita terus-menerus diperlakukan secara merendahkan oleh bangsa lain. Ini adalah bangsa Indonesia, dan kita telah membuktikan banyak prestasi yang luar biasa, baik sebagai negara maupun dalam kontribusi global kita. Ini adalah yang ingin saya sampaikan," pungkasnya.
Sebagai bagian dari proses pengajuan tuan rumah Piala Dunia 2034, komunikasi dan negosiasi terus berlanjut, dan Indonesia masih memiliki peluang untuk menjadi bagian dari upaya ini yang akan membawa ajang olahraga terbesar di dunia ke kawasan Asia.