Jadi Tempat Bernaung Warga Sipil, Gereja Ortodoks Bersejarah di Jalur Gaza Dibom Israel

Mamagini

Jum'at, 20 Oktober 2023 | 16:41 WIB
Jadi Tempat Bernaung Warga Sipil, Gereja Ortodoks Bersejarah di Jalur Gaza Dibom Israel
Bendera Palestina yang dikibarkan oleh massa. (Pexels/Ömer Faruk Yıldız)

Serangan udara Israel telah menewaskan dan melukai "sejumlah besar" orang terlantar yang berlindung di sebuah kompleks gereja di Gaza, menurut kementerian dalam negeri daerah kantong Palestina yang terkepung itu.

Serangan itu menyebabkan "sejumlah besar martir dan terluka" di kompleks Gereja Santo Ortodoks Yunani Porphyrius di Kota Gaza, kata kementerian itu pada Kamis malam. 

Dilansir dari Aljazeera, saksi mata mengatakan bahwa serangan udara tampaknya ditujukan pada sasaran yang dekat dengan tempat ibadah abad ke-12 di mana banyak warga Gaza Kristen dan Muslim berlindung ketika perang berkecamuk di daerah kantong itu. 

Militer Israel berdalih dengan mengatakan bahwa jet tempurnya telah menghantam pusat komando dan kontrol yang terlibat dalam peluncuran roket dan mortir ke Israel. 

"Sebagai akibat dari serangan Israel, dinding dari sebuah gereja di daerah tersebut telah rusak," katanya. 

Ia menambahkan "Kami mengetahui laporan tentang korban. Insiden itu sedang ditinjau." 

Saksi mata mengatakan serangan itu merusak fasad gereja dan menyebabkan bangunan yang berdekatan runtuh, menambahkan bahwa banyak orang yang terluka dievakuasi ke rumah sakit. 

Saint Porphyrius, dibangun pada sekitar tahun 1150, adalah gereja tertua yang masih digunakan di Gaza. Terletak di lingkungan bersejarah Kota Gaza, gereja ini menawarkan perlindungan bagi orang-orang dari berbagai agama dari generasi ke generasi. 

Patriarkat Ortodoks Yunani Yerusalem menyatakan "kecaman terkuat" atas pemogokan tersebut. 

baca juga

"Menargetkan gereja-gereja dan lembaga-lembaga mereka, bersama dengan tempat penampungan yang mereka sediakan untuk melindungi warga negara yang tidak bersalah, terutama anak-anak dan perempuan yang kehilangan rumah mereka karena serangan udara Israel di daerah pemukiman selama 13 hari terakhir, merupakan kejahatan perang yang tidak dapat diabaikan," kata patriarkat dalam sebuah pernyataan. 

Menjelaskan kerusakan yang terjadi pada gereja, militer Israel mengklaim: "Hamas sengaja menanamkan asetnya di wilayah sipil dan menggunakan penduduk Jalur Gaza sebagai perisai manusia." 

Gaza telah dilanda rentetan tembakan Israel tanpa henti menyusul serangan oleh pejuang Hamas pada 7 Oktober, yang menurut Israel menewaskan sedikitnya 1.400 orang, kebanyakan dari mereka warga sipil.

Kampanye Israel sejak itu telah menewaskan sedikitnya 3.785 warga Palestina di Jalur Gaza, kebanyakan dari mereka warga sipil, menurut kementerian kesehatan Hamas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Malaysia Tawarkan Stadion ke Timnas Palestina untuk Markas Lawan Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Malaysia Tawarkan Stadion ke Timnas Palestina untuk Markas Lawan Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 20 Oktober 2023 | 16:22 WIB

Dukung Kemerdekaan Palestina, Massa Geruduk Gedung PBB

Dukung Kemerdekaan Palestina, Massa Geruduk Gedung PBB

Foto | Jum'at, 20 Oktober 2023 | 16:00 WIB

Centang Biru Akun TikTok Atta Halilintar Hilang Dikira karena Konten Dukung Palestina, Ternyata Aslinya Begini

Centang Biru Akun TikTok Atta Halilintar Hilang Dikira karena Konten Dukung Palestina, Ternyata Aslinya Begini

Mamagini | Jum'at, 20 Oktober 2023 | 12:21 WIB

Terkini

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:05 WIB