Ini Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Papua Barat Menurut Gus Halim

Metro | Suara.com

Selasa, 26 Juli 2022 | 14:11 WIB
Ini Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Papua Barat Menurut Gus Halim
Ini Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Papua Barat Menurut Gus Halim (Wening/Kemendes)

Metro, Suara.com-Guna percepatan pembangunan desa, desa membutuhkan kerjasama dengan pemerintah daerah agar mampu mengelola pembangunan yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat desa. Pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator dan koordinator dalam rangka pembangunan yang berorientasi pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat menerima audiensi Ketua Komisi I DPRD Provinsi Papua Barat, Abdullah Gazam bersama Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Desa Kabupaten Maybrat, Adam Antoh, di ruang kerjanya, Senin (25/07/2022).

“Dalam proses percepatan pembangunan, akan lebih efektif jika Pemerintah Daerah masuk di dalam perencanaan pembangunan desa. Kemudian, setelah itu disesuaikan dengan hal yang menjadi pokok masalah dan kebutuhan pada daerah tersebut,” ujar Gus Halim.

Menurut Gus Halim perlu data-data distrik/wilayah yang kompatibel dengan apa saja yang menjadi kebutuhan Masyarakat Desa di Papua Barat. Data desa berbasis SDGs Desa dapat menjadi pedoman dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Maka saya berharap agar ada data yang menjadi kebutuhan di wilayah tersebut, agar kebijakan yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa di wilayah tersebut,” ungkap Doctor honoris Causa UNY ini.

Gus Halim mencontohkan hal yang paling mendesak dibutuhkan oleh masyarakat Desa tertinggal di Papua Barat adalah pembangunan infrastruktur jalan. Ia menilai, pembangunan infrastruktur jalan itu sebagai kunci dalam menggerakkan seluruh sektor pembangunan Desa di Papua Barat, khususnya dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

“Pada prinsipnya, yang paling dibutuhkan dan paling efektif dalam menggerakkan ekonomi Desa di Papua Barat adalah pembangunan jalan. Karena bagaimana mungkin masyarakat Desa disana dapat menikmati hasil bumi mereka, bagaimana mungkin kantor pelayanan publik bisa berjalan, sementara akses jalannya tidak ada? Maka saya pikir, inilah kebutuhan dasar Desa di Papua Barat,” ujar Gus Halim.

Disamping itu, selain pembangunan jalan juga terealisasi infrastruktur penerangan yang sesuai dengan kondisi geografis di desa Papua Barat khususnya Kabupaten Maybrat. Gus Halim mencontohkan pembangunan pembangkit listrik microhidro yang memanfaatkan debit air untuk menggerakkan turbin agar mampu menghasilkan energi mekanik serta PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) yang memanfaatkan daya matahari agar menjadi listrik yang menunjuang kebutuhan penerangan di wilayah tersebut.

“Karena di sana (Papua Barat) ada gunung dan aliran sungai yang cukup deras, maka yang paling masuk akal untuk dijadikan alat penerangan adalah dengan dibangunnya Microhidro, atau yang paling pas juga adalah menggunakan peralatan pembangkit listrik PLTS, “ kata Gus Halim.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Maybrat, Adam Antoh berharap kerja sama Daerah dan Desa dapat mempercepat kesejahteraan masyarakat Papua Barat, khususnya Kabupaten Maybrat.

“Harapan kami kepada Menteri Desa untuk masyarakat Papua Barat lebih khusus Kabupaten Maybrat adalah pembangunan infrastruktur dasar berupa akses jalan yang dapat menghubungkan Kabupaten dengan kecamatan/distrik, kecamatan dengan Desa maupun antar desa dengan desa. Juga penerangan, telekomunikasi sehingga dapat mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Adam.

Di saat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Papua Barat, Abdullah Gazam mengapresiasi respon positif oleh Gus Halim. Ia berharap dari hasil pertemuannya dengan Mendes PDTT itu membawa keadilan bagi pemerataan pembangunan bagi Masyarakat sehingga dapat memangkas gerakan radikal di wilayahnya.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Gus Menteri atas perhatian dan waktunya. Saya berharap, dengan ini dapat meminimalisir potensi-potensi gerakan radikal yang terjadi di sana. Karena mereka hanya minta keadilan, mereka hanya butuh penerangan, dan mereka hanya butuh pemerataan pembangunan," tutup Abdullah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gernas BBI 2022 Kalsel: Pertamina Dukung Percepatan Pemulihan UMKM Pasca Covid-19

Gernas BBI 2022 Kalsel: Pertamina Dukung Percepatan Pemulihan UMKM Pasca Covid-19

Bisnis | Senin, 25 Juli 2022 | 07:58 WIB

Negara Dikibuli Perusahaan, Jokowi Cabut 16 Izin Perkebunan Sawit Di Papua Barat

Negara Dikibuli Perusahaan, Jokowi Cabut 16 Izin Perkebunan Sawit Di Papua Barat

News | Rabu, 20 Juli 2022 | 08:05 WIB

Gus Halim Minta Pendamping Dorong Desa Wisata Masuk Aplikasi

Gus Halim Minta Pendamping Dorong Desa Wisata Masuk Aplikasi

| Rabu, 20 Juli 2022 | 01:48 WIB

Terkini

PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi

PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi

Otomotif | Sabtu, 11 April 2026 | 00:36 WIB

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 22:53 WIB

Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar

Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar

Riau | Jum'at, 10 April 2026 | 22:47 WIB

Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi

Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi

Riau | Jum'at, 10 April 2026 | 22:13 WIB

3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan

3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan

Entertainment | Jum'at, 10 April 2026 | 22:00 WIB

Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna

Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna

Sumsel | Jum'at, 10 April 2026 | 21:57 WIB

Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!

Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!

Bola | Jum'at, 10 April 2026 | 21:43 WIB

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir

Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir

Riau | Jum'at, 10 April 2026 | 21:41 WIB

HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak

HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak

Sumsel | Jum'at, 10 April 2026 | 21:40 WIB