Bertemu Gus Halim, Dubes India Tawarkan Kerjasama Pengembangan Teknologi Tepat Guna

Metro | Suara.com

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:04 WIB
Bertemu Gus Halim, Dubes India Tawarkan Kerjasama Pengembangan Teknologi Tepat Guna
Dubes India Tawarkan Kerjasama Pengembangan Teknologi Tepat Guna (Wening/Humas Kemendes PDTT)

Metro, Suara.com- India menawarkan program pelatihan peningkatan teknologi tepat guna kepada  Pemerintah Indonesia.

Hal itu terungkap saat Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia H.E Manoj Kumar Bharti mengunjungi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar di Jakarta pada Kamis (11/8/2022).

Dubes India mengapresiasi kondisi desa-desa di Indonesia yang jauh lebih baik daripada sebagian besar desa-desa yang ada di India.

"Saya telah melakukan kunjungan ke sejumlah desa yang ada disejumlah wilayah seperti Kalimantan, Jawa, Sumatera Utara, Aceh, Bali dan NTT. Saya sangat terkesan dengan kondisi desanya. Saya bisa bilang, desa-desanya jauh lebih bagus dari sebagian besar desa-desa kami," kata Manoj.

Oleh karena itu, Manoj berharap adanya kerjasama dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Menurutnya Pemerintah India memiliki program pelatihan dan beasiswa dalam bidang Iptek yang sudah berlangsung sejak 1994. Salah satu keungulan program ini adalah penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG).

"Jadi kami selalu punya prinsip untuk lebih menekankan bagaimana penggunaan teknologi itu tidak hanya yang berbiaya besar dan teknologi yang sangat canggih. Tapi, bagaimana kami mengoptimalkan potensi dan keraifan lokal yang ada," ungkapnya.

Manoj mencontohkan, beberapa tahun lalu India telah mengirim satelit ke Planet Mars yang menjadi pencapaian yang luar biasa. Sehingga India menjadi negara pertama yang sukses mengirimkan satelit ke Mars dalam satu kali percobaan.

"Ini yang saya sebut teknologi kami, ini hasil penelitian kami, dan kami dengan senang hati berbagi dengan negara-negara lain mengenai hal ini melalui program pelatihan dan pendidikan yang ada di negara kami," paparnya.

Sementara itu, Mendes PDTT menyambut baik kerjasama dalam program pelatihan peningkatan SDM di bidang ilmu engetahuan dan teknologi. Gus Halim menjelaskan  Kemendes PDTT menangani tiga hal yang cukup kompleks karena luas. Terutama desa dengan jumlah sebanyak 74.961 desa dengan segala kondisi dan perbedaan budaya, bahasa dari ujung timur ke barat. Selain itu 62 daerah tertinggal dan sekian wilayah daerah transmigrasi.

Ia mengungkapkan bahwa Kemendes PDTT miliki 35.000 pendamping desa yang membutuhkan dukungan teknologi Informasi agar bisa memantau day to day, real time terhadap kegiatan dan dinamika yang ada di warga desa.

Mulai dari perencanaan pembangunan, pelaksanaannya, pengawasannya, keterlibatan masyarakat di dalam pembangunan dan segala aspek yang ada di desa-desa.

"Tentu ini sangat membutuhkan dukungan manajemen teknologi informasi yang mumpuni dalam mengolah sedemikian rupa. Itulah makanya, kami sangat berterimakasih dapat tawaran dan tentu kerjasama yang sangat menguntungkan bagi kepentingan pembangunan desa di Indonesia," pungkas Gus Halim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bertemu Bawaslu, Gus Halim Siap Sukseskan Gerakan Desa Anti Politik Uang

Bertemu Bawaslu, Gus Halim Siap Sukseskan Gerakan Desa Anti Politik Uang

| Kamis, 11 Agustus 2022 | 11:07 WIB

Di Depan Bupati dan Kades Se-Rokan Hilir Gus Halim Ungkap Kunci Pengentasan Kemiskinan

Di Depan Bupati dan Kades Se-Rokan Hilir Gus Halim Ungkap Kunci Pengentasan Kemiskinan

| Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:04 WIB

Gus Halim Ungkap Peran Desa Sebagai Pilar Utama Ketahanan Pangan

Gus Halim Ungkap Peran Desa Sebagai Pilar Utama Ketahanan Pangan

| Senin, 01 Agustus 2022 | 13:23 WIB

Terkini

Diprotes Keras, Gubernur Kaltim Akhirnya Beli Kursi Pijat Pakai Duit Sendiri

Diprotes Keras, Gubernur Kaltim Akhirnya Beli Kursi Pijat Pakai Duit Sendiri

Kaltim | Selasa, 28 April 2026 | 09:34 WIB

Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dukung Iran

Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dukung Iran

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:31 WIB

Kecelakaan KRL Bekasi, Media Asing Sorot RI Banyak Pakai Armada Transportasi Umum Kurang Terawat

Kecelakaan KRL Bekasi, Media Asing Sorot RI Banyak Pakai Armada Transportasi Umum Kurang Terawat

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:30 WIB

KAI Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan hingga Pemakaman Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

KAI Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan hingga Pemakaman Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:29 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah

IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:20 WIB

Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:17 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan

Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:17 WIB

Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 9 Perjalanan KA Daop 6 Yogyakarta Resmi Dibatalkan

Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 9 Perjalanan KA Daop 6 Yogyakarta Resmi Dibatalkan

Jogja | Selasa, 28 April 2026 | 09:15 WIB

Tabrakan Maut Bekasi Timur Disorot MTI: Efek Domino hingga Dugaan Kelalaian Masinis

Tabrakan Maut Bekasi Timur Disorot MTI: Efek Domino hingga Dugaan Kelalaian Masinis

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:15 WIB

Perbedaan Dewy Finish dan Matte Finish Apa? Ini Rekomendasi Cushion Terbaik Sesuai Jenis Kulit

Perbedaan Dewy Finish dan Matte Finish Apa? Ini Rekomendasi Cushion Terbaik Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 09:11 WIB