Bulan Bahasa,Badan Bahasa Kampanyekan Penggunaan Bahasa yang Sehat secara Masif

Metro

Minggu, 16 Oktober 2022 | 19:18 WIB
Bulan Bahasa,Badan Bahasa Kampanyekan Penggunaan Bahasa yang Sehat secara Masif
Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) mengangkat tema “Perkuat Bahasa, Gelorakan Sastra” (Tangkapan Layar)

Metro, Suara.com-Bertepatan dengan peringatan ke-94  Sumpah Pemuda, setiap bulan Oktober, Badan Bahasa Kemendikbudristek turut merayakan Bulan Bahasa dan Sastra mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi dalam membina, mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia, memelihara semangat, serta meningkatkan persatuan Indonesia.

Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz menggarisbawahi pentingnya peran pemangku kepentingan dalam mewujudkan bangsa yang sehat. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan bahasa sebagai media komunikasi efektif untuk mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan misalnya. Ia mengatakan bahwa implementasi bahasa secara ‘sehat’ adalah bagaimana agar bahasa tersebut digunakan dengan baik, pantas, dan masif di masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) yang mengangkat tema “Perkuat Bahasa, Gelorakan Sastra”, pada Kamis (13/10).

Aminudin menjelaskan bahwa berbagai kampanye terkait bahasa dan sastra telah dilakukan. Antara lain, bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dalam penerbitan Buku Pedoman Perubahan Perilaku dalam Berbagai Bahasa Daerah. Produk ini diklaim Aminudin Aziz telah diterima dengan baik oleh masyarakat sehingga turut berdampak dalam proses internalisasi budaya baik yakni penerapan protokol kesehatan di masa pandemi.

“Partisipasi masyarakat dalam menggunakan bahasa secara baik membuat kami terkesan. Kami mengapresiasi peran pemerintah daerah, dinas pendidikan, maupun komunitas/pegiat bahasa dan sastra di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Adapun buku Pedoman Perubahan Perilaku dalam Berbagai Bahasa Daerah tersebut telah dialihbahasakan ke dalam 117 bahasa daerah.

Aminudin juga mengaku bangga ketika masyarakat bersama dengan lembaga pemerintah terlibat dalam kampanye untuk berbahasa ‘sehat’ sehingga dampaknya bisa dirasakan secara luas. Menurutnya, penggunaan bahasa yang tepat sebagai media komunikasi sangat berdampak terhadap keberhasilan sebuah kampanye.

Oleh karena itu ia  turut mengajak masyarakat menggunakan bahasa yang baik dan menghindari penggunaan bahasa yang tidak pantas di ruang publik.  

“Ketika bahasa itu dimengerti maka publik akan ikut dalam kampanye tersebut. Saya melihat masyarakat merespons positif (kampanye yang dilakukan Badan Bahasa). Saya harap, makin banyak orang yang teredukasi maka penerapan budaya positif di masyarakat bisa tercapai maksimal,” tuturnya seraya menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang ikut terlibat dalam kampanye khususnya kampanye bahasa dan sastra.

baca juga

Aminudin Aziz menyebut bahwa praktik revitalisasi bahasa daerah terselenggara dengan baik di sekolah, kantor bahasa, kantor pemerintah daerah (pemda), tempat ibadah, hingga balai-balai desa. Tahun depan, rencananya Kemendikbudristek akan menambah target sasaran revitalisasi bahasa daerah. Saat ini sudah 17 provinsi dan 52 bahasa daerah yang direvitalisasi.

“Harapannya makin banyak pemerintah daerah yang semangat dan terus mendukung revitalisasi bahasa daerah ini,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Perkumpulan Pendidik Bahasa Daerah Indonesia Wilayah Bali, Ni Wayan Sariani mengapresiasi kampanye kebahasaan yang dilakukan Badan Bahasa.

“Masyarakat di wilayah kami saling bantu dalam mengampanyekan kebiasaan baik melalui berbagai cara dengan pendekatan bahasa daerah,” ucapnya.

Senada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan, Setiawan Aswad, menggarisbawahi pentingnya peran seluruh pemangku kepentingan untuk berbagi peran dalam berkontribusi merevitalisasi bahasa daerah. Termasuk di dalamnya keterlibatan satuan pendidikan dan komunitas/pegiat bahasa dan sastra.

“Kalau kita ingin menguatkan bahasa dan sastra daerah maka kita harus lihat dari tiga tingkatan yaitu bagaimana kita menguatkan dari sisi sistem, kelembagaan, dan SDM. Kita harus memberikan landasan yang kuat agar bahasa dan sastra berkembang melalui regulasi yang membuat bahasa memiliki daya lestari termasuk di dalamnya penyediaan anggaran dan komitmen pimpinan,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Badan Bahasa Luncurkan EYD Edisi V serta Logo dan Tema KBI XII

Badan Bahasa Luncurkan EYD Edisi V serta Logo dan Tema KBI XII

Metro | Jum'at, 19 Agustus 2022 | 01:01 WIB

Terkini

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Bola | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Bri | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat

Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?

Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik

Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB

×