Nadiem Berbagi Inspirasi dengan Calon Pemimpin Muda Masa Depan di AYF 2022

Metro

Sabtu, 05 November 2022 | 00:15 WIB
Nadiem Berbagi Inspirasi dengan Calon Pemimpin Muda Masa Depan di  AYF 2022
Nadiem Berbagi Inspirasi di AYF 2022 (Kemendikburistek)

Metro, Suara.com- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim  menghadiri pertemuan ASEAN Youth Fellowship (AYF) di Jakarta,Rabu (2/11).

Di hadapan 45 delegasi yang hadir, selama satu jam Nadiem menjawab berbagai pertanyaan seputar visi dan misinya tentang kehidupan, profesi, hingga dunia pendidikan di Indonesia yang diajukan secara terbuka oleh para calon pemimpin muda masa depan ASEAN.

Pada kesempatan tersebut Nadiem bercerita tentang bagaimana ia akhirnya memilih untuk mengambil risiko berada dalam lingkaran birokrasi dan menjadi orang nomor satu di dunia pendidikan dan kebudayaan.

“Saya berkaca dari anak-anak saya, jika saya tidak berani untuk mengambil tantangan ini, bagaimana saya bisa menjawab pertanyaan mereka suatu saat nanti tentang saya yang menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa berbuat sesuatu demi negeri ini,” tuturnya.

Baginya, kesempatan untuk gagal setelah mencoba merupakan hal yang biasa dalam sebuah perjuangan. Dengan demikian, saat diminta untuk bergabung oleh Presiden Joko Widodo dalam Kabinet Kerja Jilid II, ia tidak melewatkan kesempatan tersebut.

“Meski perjuangan ini harus saya bayar dengan belajar dan bekerja keras setiap saat,” ungkapnya.

Berangkat dari latar belakang pendidikannya yang bergelut di bidang teknologi informasi, menurut Nadiem ada irisan semangat yang ia miliki dengan amanah yang ia emban sebagai Mendikburistek. Ia mengaku bersemangat untuk berjuang meningkatkan kualitas pendidikan yang membutuhkan campur tangan teknologi untuk bisa bertahan dan bersaing di tengah perubahan zaman.

“Saya terobsesi di bidang teknologi dan sekarang hal itu saya gunakan untuk bagaimana meningkatkan kapasitas SDM di Indonesia,” ungkap pria yang mengaku sebelum terjun ke pemerintahan, sebelumnya ia tidak memiliki latar belakang di bidang pendidikan, politik maupun birokrasi.  

Sebagai salah satu kunci yang dibutuhkan di masa depan, penguasaan teknologi diyakini Nadiem bisa menjawab tantangan pada sektor pendidikan. Contohnya di masa pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu, teknologi dalam pembelajaran menjadi fasilitator untuk meminimalisir hilangnya pembelajaran (learning loss). Saat itu, mengingat pentingnya jaringan internet untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ), pemerintah menyediakan bantuan kuota internet bagi peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan dosen.

baca juga

Salah satu pengalaman yang juga menjadi pelajaran berharga dalam mengemban tugas sebagai Mendikbudristek, dikatakan Nadiem adalah kesempatan untuk berkolaborasi dengan berbagai latar belakang pegawai di kementerian.

“Pekerjaan saya memerlukan hubungan kolaborasi yang erat antara senior dan junior dalam mencapai suatu tujuan,” tekannya yang meyakini bahwa tujuan hanya dapat tercapai dengan kerja sama yang solid antarsemua pihak sebagai satu kesatuan tim kerja.

Kolaborasi lanjut Nadiem, tidak hanya terjadi di lingkup internal kementerian. Gotong royong juga harus senantiasa terjalin dengan para pemangku kepentingan di lingkup eksternal.

“Kita butuh itu untuk memulai perubahan dan terbukti meski banyak melalui pasang surut, setelah tiga tahun berjalan, kebijakan pendidikan yang diusung bersama ini mulai mengarah pada tujuan yang ingin kita capai bersama,” jelasnya.

Nadiem  menyadari, tujuan pendidikan itu berawal dan berakhir pada kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu, Kemendikbudristek memegang teguh prinsip tersebut dalam menjaga marwah dan implementasi kebijakan yang diluncurkan. 

Nadiem berpesan kepada perwakilan kaum muda ASEAN untuk tidak menyerah pada keadaan. Termasuk ketika ingin mengubah keadaan menjadi lebih baik. Ia mencontohkan dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, Kemendikbudristek mengawalinya dengan mengubah pola pikir para pendidik. Dengan demikian, maka Indonesia bisa berharap memiliki peserta didik yang merdeka pola pikirnya untuk menggapai berbagai lompatan prestasi gemilang.

“Beri para guru ruang untuk merdeka dalam mengajar, menerapkan pola baru yang menstimulasi kreativitas anak-anak. Lalu, beri kemerdekaan bagi murid untuk berkreasi dan berpikir kritis. Guru Penggerak kita ciptakan untuk menjadi pemimpin dalam mengelola menajemen sekolah, maka kami beri mereka kesempatan untuk memimpin sebagai kepala sekolah maupun pengawas. Mereka lebih berorientasi pada murid dan fokus pada tiga aspek (literasi, numerasi, survei karakter),” ajaknya.

Ia juga mengajak kaum muda untuk mengambil hikmah dari setiap perjalanan hidup. Seperti dirinya yang pernah mengenyam profesi di sektor swasta di mana di sana ia belajar tentang budaya transparansi serta semangat berinovasi dan beradaptasi. Oleh karena itu, ia mengimbau kaum muda untuk aktif terlibat dalam kebijakan yang diambil pemerintah.

Sementara di birokrasi, Nadiem mengaku Ia mendapatkan pembelajaran dari praktisi terbaik yang diyakininya mampu memperkaya wawasan, pengalaman dan pengetahuan. Menurutnya, ketika bekerja sama dengan para senior memerlukan kedekatan secara humanis. Mereka sedikit bicara cenderung lambat namun kaya akan pemikiran dan memiliki cara pandang yang luas. “Saya menikmati prosesnya dan (masih) belajar soal bagaimana mengelola hubungan yang harmonis dengan publik,” tekannya.  

“Kalian harus terbuka dengan ide dan masukan dari luar dan terbiasalah bekerja sama dengan siapapun karena pada akhirnya dalam sebuah pelayanan publik bukan soal uang yang menjadi isu utama tapi bagaimana ketika kita bisa mendekati publik sasaran agar apa yang kita upayakan dapat dirasakan manfaatnya bagi orang banyak,” pungkasnya..

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awali Kunjungan Kerja, Nadiem Paparkan Konsep Merdeka Belajar di New York University

Awali Kunjungan Kerja, Nadiem Paparkan Konsep Merdeka Belajar di New York University

Metro | Sabtu, 17 September 2022 | 12:52 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×