Metro, Suara.com- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim memberikan kuliah umum di New York University (NYU) Steinhardt School of Culture, Education, and Human Development, (16/9).
Kuliah umum bertema "Emancipated Learning: Perspectives and Challenges in Transforming an Education System" dilakukan Nadem dalam rangkaian kunjungan kerja di Amerika Serikat (AS), 15-24 September..
Di hadapan mahasiswa dari berbagai belahan dunia, Nadiem sejumlah terobosan Merdeka Belajar serta tantangan yang ada di Indonesia yang merupakan sistem pendidikan terbesar keempat di dunia, serta solusi yang dihadirkan jajarannya di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Kami melakukan berbagai upaya masif untuk menciptakan kondisi di mana hasil dari transformasi tidak dapat diputarbalikkan ke kondisi semula. Namun, upaya masif ini juga berarti potensi perbedaan kualitas hasil. Karenanya, pendekatan yang intensif dan adaptif di sejumlah daerah tetap kami lakukan, agar semua dapat merasakan manfaat dari perubahan ini,” terang Menteri Nadiem.
Terkait keberlanjutan transformasi ini, Mendikbudristek menyampaikan, “Kami menghadirkan terobosan-terobosan yang secara SDM, regulasi, dan praktiknya dapat terus berlangsung meski berganti pemerintahan.”
Direktur Pendidikan Internasional pada Fakultas Kebudayaan, Pendidikan, dan Pembangunan Manusia NYU, Dana Brude yang memoderasi kuliah umum ini mengatakan Amerika sebagai sistem pendidikan ketiga terbesar di dunia sangat bangga disinggahi Menteri Makarim, seorang pemimpin dunia yang tengah mentransformasi sistem pendidikan terbesar keempat.
Lawatan Nadiem ke Amerika Serikat sendiri membawa dua misi utama. Pertama, untuk mendorong kerja sama, antara lain di bidang pendidikan tinggi dengan sejumlah universitas dan di bidang kebudayaan dengan institusi riset dan permuseuman top dunia yang berkedudukan di AS. Kedua, menegaskan kepemimpinan Indonesia dalam hal transformasi sistem pendidikan melalui terobosan-terobosan Merdeka Belajar.
“Visi saya adalah untuk tidak lagi mengejar ketertinggalan, tapi menjadikan Indonesia pemimpin perubahan, sehingga menjadi contoh negara-negara lainnya,” ujar ungkap Nadiem.
Nadiem selanjutnya dijadwalkan berbicara di markas United Nations, dalam event "UN Transforming Education Summit", pada 19 September 2022. UNESCO dan UNICEF meluncurkan inisiasi global tentang Pembelajaran Digital Publik untuk menciptakan dan memperkuat sumber daya dan platform pembelajaran digital inklusif.
Baca Juga: Unesco Serahkan Sertifikat Gamelan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Dari New York, Nadiem menuju Boston dan melakukan beberapa kegiatan di MIT, Harvard University, dan Northeastern University. Terakhir, Nadiem akan mengunjungi George Washington University di Washington D.C dan Smithsonian Institute.