"Biaya hidup sangat tinggi di sana dan di sana kalau belum mapan kerja belum mau menikah jadinya kebanyakan memutuskan untuk tidak menikah. Karena mungkin mikirin biaya dari lahir sampai besar sangat besar. Beda kalau di negara kita umur 19 tahun atau 20 tahun udah menikah, kalau di sana ya masih sekolah," timpal netizen lain.
"Masyarakat Jepang terlalu memikirkan karir dan masa depan sehingga melupakan untuk berumah tangga.. Padahal pemerintah Jepang sudah memberikan bantuan biaya hidup bagi mereka yang ingin memiliki keturunan... tapi apalah daya... kehidupan di Jepang mengharuskan mereka untuk bekerja," sahut netizen lainnya.