Koalisi Perubahan pengusung Anies Baswedan di Pemilihan Presiden 2024 mengalami perubahan dengan keluarnya Partai Demokrat.
Hal ini disebut-sebut terkait dengan rencana Anies untuk menggandeng Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon wakil presidennya.
Melansir SuaraJatim.id -- jaringan Suara.com, sedianya deklarasi Anies dan Cak Imin akan diselenggarakan di Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan, Surabaya pada Sabtu (2/9/2023) pukul 14.00 WIB.
Polrestabes Surabaya sendiri mengaku sudah menerima permohonan izin terkait. "Betul, di Hotel Majapahit, dari NasDem Jatim ditandatangani ketua dan sekretaris," ungkap Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, AKBP Edi Hartono, Jumat (1/9/2023).
Lantas apa alasan memilih Hotel Majapahit sebagai tempat deklarasi Anies dan Cak Imin? Hal ini ternyata tidak lepas dari sejarah heroik Hotel Majapahit yang dijadikan sebagai tanda pemenangan Anies dan Cak Imin di Pilpres 2024.
Sebagaimana disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Syaiful Huda, duet Anies dan Cak Imin adalah wajah perubahan Indonesia ke depan. Keduanya disebut telah menyusun berbagai program untuk memperbaiki dan mempercepat Indonesia yang lebih Adil, Makmur, dan Sejahtera.
Semangat inilah yang tampaknya dinilai selaras dengan sejarah Hotel Majapahit yang menjadi saksi bisu perobekan bendera Belanda oleh pemuda-pemuda pemberani di Surabaya.
Hotel Majapahit, yang dahulu dikenal sebagai Hotel Yamato, berdiri di Jalan Tunjungan Surabaya dan dibangun pada tahun 1910 oleh Sarkies Bersaudara dari Armenia.
Hotel Majapahit sempat mengalami lima kali perubahan nama, yakni LMS, Hotel Oranje, Hotel Yamato, Hotel Hoteru, hingga terakhir adalah Hotel Majapahit dan terus beroperasi sebagai hotel bintang lima terkemuka di Surabaya sampai saat ini.
Baca Juga: AHY Ditinggal Anies, Annisa: Aku Selalu Bersamamu
Di hotel itu pula terjadi peristiwa perobekan bendera Belanda demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan Ir. Soekarno pada 17 Agustus 1945.
Terjadi pada 19 September 1945, saat itu rakyat Surabaya marah besar lantaran bendera Belanda berkibar di atas Hotel Majapahit. Lantas dilakukanlah pertemuan Residen Surabaya, Sudirman, dengan WVC Ploegman di Hotel Majapahit yang meminta agar bendera Belanda diturunkan.
Namun pertemuan itu gagal mencapai mufakat dan bahkan berakhir dengan rakyat yang mendobrak serta berkelahi dengan perwakilan Belanda di lobi Hotel Majapahit.
Saat itulah sejumlah pemuda Surabaya nekat naik ke atas Hotel Majapahit demi menurunkan bendera Belanda yang berkibar di sana, yakni Haryono dan Kusno Wibowo. Tak hanya menurunkan, mereka juga merobek warna biru dari bendera Belanda dan mengibarkan kembali Bendera Merah Putih.
Peristiwa bersejarah inilah yang terus dikenang dari Hotel Majapahit yang kini akan dijadikan lokasi deklarasi Anies dan Cak Imin sebagai bacapres dan bacawapres.