Bela Warga Pulau Rempang, Ustaz Abdul Somad Ungkit Janji Pemerintah: Nolong Anjing Aja Ada Pahalanya!

Metro | Suara.com

Jum'at, 15 September 2023 | 14:08 WIB
Bela Warga Pulau Rempang, Ustaz Abdul Somad Ungkit Janji Pemerintah: Nolong Anjing Aja Ada Pahalanya!
Ustaz Abdul Somad (UAS). (YouTube)

Ustaz Abdul Somad ikut cawe-cawe dalam masalah Pulau Rempang yang sedang memanas. Diketahui saat ini warga Pulau Rempang berhadapan dengan aparat lantaran menolak rencana relokasi dari pemerintah.

Relokasi warga sendiri dilakukan untuk kepentingan eksekusi Program Strategis Nasional di sana. Namun banyak warga yang menolak lantaran sudah mendiami kawasan tersebut, bahkan mengaku sejak sebelum Indonesia merdeka.

Hal ini yang menjadi bahasan panas di media sosial hingga belakangan turut dikomentari UAS. Bahkan UAS kemudian menguliti janji pemerintah yang diingkari dalam konflik Pulau Rempang tersebut.

Dilihat di akun Instagram-nya, ulama asal Sumatera Barat ini tampak mengunggah regulasi mengenai prosedur pengelolaan Pulau Rempang.

"Perkampungan tua yang terdapat di Pulau Rempang dan pulau-pulau lainnya yang termasuk dalam nota kesepakatan tersebut harus tetap dipertahankan (enclave) sehingga tidak termasuk dalam wilayah pengembangan kawasan," begitulah kutipan regulasi yang diunggah UAS, dilihat pada Jumat (15/9/2023).

Regulasi ini diambil dari Akta MOU antara Pemerintah Kota Batam dan PT Makmur Elok Graha (MEG) terkait investasi di Pulau Rempang yang diteken pada 26 Agustus 2004.

PT MEG sendiri adalah perusahaan yang berada di balik pengembangan Eco City di kawasan Pulau Rempang. Perusahaan ini adalah anak usaha dari Grup Artha Graha yang dimiliki oleh Tomy Winata.

Bukan hanya itu, UAS juga memperlihatkan notulen rapat yang dibuat pada 26 Januari 2004, menandakan bahwa kesepakatan mengenai pengelolaan Pulau Rempang sudah diatur sejak hampir 20 tahun lalu.

Karena itulah UAS menyerukan agar masyarakat bahu-membahu membantu warga Pulau Rempang yang sedang berusaha mempertahankan tempat tinggalnya.

"Kalau menolong seekor anjing aja ada pahalanya, apalagi menolong saudara di Pulau Rempang," tegas UAS dalam ceramahnya yang diunggah oleh akun Twitter @Stev3n_Peg3l.

"Maka pengacara-pengacara, kalian punya ilmu, berangkat kalian sekarang. Untuk apa? Menolong yang sekarang sedang kena tangkap di sana, supaya dilepaskan," sambungnya.

UAS menekankan para aktivis dan warga yang ditangkap hanya sedang berusaha mempertahankan hak masyarakat Pulau Rempang.

"Mereka bukan pengedar narkoba, mereka bukan koruptor, mereka itu adalah orang yang membela tanahnya, rumahnya," tegas UAS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ustaz Abdul Somad: 27 Warga Rempang yang Ditangkap Harus Dibebaskan, Mereka Bukan Koruptor

Ustaz Abdul Somad: 27 Warga Rempang yang Ditangkap Harus Dibebaskan, Mereka Bukan Koruptor

Malang | Jum'at, 15 September 2023 | 13:31 WIB

Pemerintah Disebut Sengaja Tutup Faskes dan Sekolah di Rempang Supaya Warga Mau Direlokasi

Pemerintah Disebut Sengaja Tutup Faskes dan Sekolah di Rempang Supaya Warga Mau Direlokasi

News | Jum'at, 15 September 2023 | 12:20 WIB

ICW Kritik Kapolri Kirim 400 Personel Polisi Tambahan ke Pulau Rempang: Bikin Warga Merasa Terintimidasi

ICW Kritik Kapolri Kirim 400 Personel Polisi Tambahan ke Pulau Rempang: Bikin Warga Merasa Terintimidasi

News | Jum'at, 15 September 2023 | 11:45 WIB

Terkini

7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor

7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor

Jakarta | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:43 WIB

5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota

5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota

Jakarta | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:22 WIB

HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua

HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua

Sumut | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:21 WIB

Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM

Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM

Kalbar | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:02 WIB

Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!

Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!

Video | Jum'at, 15 Mei 2026 | 23:00 WIB

Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang

Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang

Sumsel | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:43 WIB

Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu

Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu

Sumsel | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:34 WIB

Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi

Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi

Jatim | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:14 WIB

Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026

Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:05 WIB

Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius

Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius

Sumsel | Jum'at, 15 Mei 2026 | 22:03 WIB