Sentil Politik Uang, Rizal Ramli Sebut Modal Maju Calon Presiden sampai Rp1,5 Triliun

Metro

Jum'at, 15 September 2023 | 14:34 WIB
Sentil Politik Uang, Rizal Ramli Sebut Modal Maju Calon Presiden sampai Rp1,5 Triliun
Rizal Ramli usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/7). (Suara.com/Arief Hermawan P)

Ekonom senior Rizal Ramli kembali menyentil masalah presidential threshold (PT) yang menjadi pintu masuk menjamurnya politik uang di Indonesia.

Dilihat di kanal YouTube Refly Harun, awalnya Rizal mengklaim bahwa Indonesia mengalami kemunduran lantaran pemerintah yang berkuasa menjadi semakin otoriter.

"Setelah kejatuhan Pak Harto, kita dan semua kawan-kawan memperjuangkan supaya sistem otoriter berubah menjadi demokratis dan bahwa KKN seminimal mungkin," ucap Rizal, dikutip pada Jumat (15/9/2023).

"Kita menang tetapi hanya sementara selama pemerintahan Gus Dur dan Habibie. Tetapi setelah itu kembali lagi pelan-pelan, semakin otoriter dan money politic semakin meluas, semakin dahsyat, dan merasuki seluruh kehidupan sosial politik kita," lanjutnya.

Politik uang yang kian menjamur ini bahkan membuat proses pemilihan pemimpin menjadi semakin mudah dan tidak berkualitas. Sebab menurutnya siapapun bisa maju selama mempunyai modal uang yang cukup.

"Sederhana, mau jadi bupati perlu nyewa partai yang ongkosnya Rp20-60 miliar. Mau jadi gubernur perlu nyewa partai biayanya Rp100-300 miliar. Mau jadi presiden, sewa partai perlu Rp1,5 triliun," tutur Rizal.

"Inilah yang disebut sebagai akibat dari sistem threshold atau ambang batas. Sistem ini sebetulnya sangat manipulatif," imbuhnya.

Bahkan Rizal mengklaim praktik ini sebagai bentuk kriminal dalam sistem demokrasi. Mirisnya, PT malah dilegalkan oleh Mahkamah Konstitusi.

"Kebanyakan calon ini tidak punya uang. Oleh karenanya perlu bandar atau cukong yang membayar sewa kepada partai-partai, menyewa perusahaan polling untuk menaikkan nama kandidat, perusahaan survei, dan sebagainya. Jadi begitu calon itu terpilih, pengaruh daripada cukong-cukong sangat kuat," ungkap Rizal.

Karena itulah, menurut Rizal, tidak heran bila pemerintah malah lebih sering mengutamakan investor serta kepentingan ekonomi ketimbang kehidupan dan kesejahteraan rakyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Politik Uang Cak Imin Beda dengan Prabowo: Kalau Anda Memilih Berdasarkan Uang Nanti Ditagih

Soal Politik Uang Cak Imin Beda dengan Prabowo: Kalau Anda Memilih Berdasarkan Uang Nanti Ditagih

Video | Kamis, 14 September 2023 | 15:05 WIB

TOK! MK Tolak Gugatan Presidential Threshold 20 Persen

TOK! MK Tolak Gugatan Presidential Threshold 20 Persen

News | Kamis, 14 September 2023 | 15:13 WIB

Beda dengan Prabowo, Cak Imin Anggap Politik Uang Utang dan Minta Publik Hindari Serangan Fajar

Beda dengan Prabowo, Cak Imin Anggap Politik Uang Utang dan Minta Publik Hindari Serangan Fajar

News | Kamis, 14 September 2023 | 14:22 WIB

Terkini

Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI

Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI

Sumsel | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:34 WIB

Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru

Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru

Sumut | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:26 WIB

Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

Sumut | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:15 WIB

ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia

ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia

Sport | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:15 WIB

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada

Video | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:05 WIB

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit

Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit

Jatim | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:15 WIB