Wacana bakal dihentikannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mendapat sambutan baik dari masyarakat. Pasalnya, pencabutan PPKM bakal membuat roda perekonomian warga kembali berputar cepat.
Saat ini sendiri pembatasan yang diatur dalam PPKM Level 1 sudah cukup longgar karena kasus COVID-19 tak setinggi sebelumnya.
Namun beberapa pengusaha menilai, adanya status PPKM masih memberikan efek psikologis bagi warga untuk membatasi kegiatan yang tak urgent, termasuk berwisata.
Seperti yang diakui Tantri (29), pengusaha kuliner di Kota Bandung ini berharap pencabutan PPKM dan status pandemi juga diikuti oleh pencabutan sejumlah pembatasan, seperti pembatasan jam operasional.
"Sekarang kan resto dan cafe bisa 24 jam, cuma hanya take away. Kita sih berharapnya pembatasan jam operasional juga bisa dihapus ya, karena kalau cafe saya sebelum pandemi biasanya malem ke dini hari ramainya," ujarnya, Rabu (21/12/2022).
Ia mengatakan, Kota Bandung yang dikenal sebagai kota tujuan wisata mestinya bisa kembali bergeliat selama 24 jam. Termasuk waktu operasional kafe dan restoran.
Jika pembatasan jam operasional dicabut, dirinya mengaku yakin pertumbuhan ekonomi dan pemulihan ekonomi bakal berlangsung cepat.
"Pembatasan jam operasional dicabut, pelanggan sama transaksi makin rame. Kita juga belanja ke suplayer makin besar, bisa nambah karyawan lagi karena jam operasional nambah," jelasnya.
Diakuinya, wacana pencabutan PPKM tersebut menjadi angin segar di tengah adanya isu resesi global yang berpotensi terjadi pada 2023 mendatang.
Baca Juga: Ilija Spasojevic Ingatkan Kamboja Bukan Underdog, Timnas Indonesia Wajib Waspada
"Regreug (tak khawatir). Semoga bisa jadi modal buat menghadapi resesi global," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan kajian dari seluruh menteri koordinator dan menteri kesehatan mengenai kemungkinan dihentikannya PPKM akan selesai pekan ini dan selanjutnya akan dihasilkan keputusan.
“Saya kemarin memberikan target minggu ini harusnya kajian dan kalkulasi itu sudah sampai ke meja saya sehingga bisa saya siapkan nanti keputusan Presiden mengenai penghentian PSBB-PPKM,” kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.
Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan sudah selama satu tahun terakhir Indonesia mengalami penurunan tren penularan COVID-19. Hal itu, kata dia, menandakan Indonesia sudah berada di kriteria level 1 selama 12 bulan seperti yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Artinya secara negara, sebetulnya kita sudah masuk, pandeminya sudah berubah menjadi endemi, dan ini sudah level 1,” kata dia.
Tren kasus konfirmasi COVID-19 secara harian, kata Airlangga, juga sudah menurun drastis menjadi di bawah 2.000 kasus COVID-19 per hari. Namun untuk penghentian PPKM, kata dia, Kementerian Kesehatan akan melakukan persiapan terlebih dahulu.
“Antara lain Sero Survei tapi ya Insya Allah ini bisa dilakukan,” kata Airlangga.
Presiden Jokowi dalam Outlook Perekonomian Indonesia Tahun 2023 pada Rabu ini mengatakan ada kemungkinan pemerintah pada akhir 2022 akan menyatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berhenti.
“Hari ini, kemarin, kasus harian kita berada di angka 1.200, dan mungkin nanti akhir tahun, kita akan menyatakan berhenti PSBB, PPKM kita,” kata Presiden.
Presiden mengatakan hingga data terakhir, tren penurunan kasus harian COVID-19 terus terjadi. Jokowi mencontohkan bahwa hingga Selasa (20/12), kasus COVID-19 secara harian sebesar 1.200 kasus. Jumlah itu menunjukkan penurunan drastis dibanding puncak kasus saat varian COVID-19 Omicron yang mencapai 64 ribu kasus. [Antara]