Baru-baru ini beredar kabar seorang pemain Al-Nassr bernama Jaloliddin Masharipov dipecat karena tak mau memberikan nomor punggung 7 untuk Cristiano Ronaldo.
Kabar pemain Al-Nassr dipecat beredar melalui cuitan akun Twitter StokeyyG2 yang mengunggah foto Ronaldo dan salah satu pemain Al-Nassr, Masharipov. Narasi yang beredar di akun Twitter tersebut sebagai berikut.
“Apparently this guy didn’t want to give away his number 7 shirt to Ronaldo so the club terminated his contract :sob:”
Lalu, benarkah kabar Masharipov dipecat karena menolak memberikan nomor punggung 7 untuk Ronaldo? simak selengkapnya dalam artikel ini.
Penjelasan
Melansir turnbackhoax.id (Jaringan Suara.com), setelah ditelusuri perwakilan klub Al-Nassr membantah kabar tersebut dan mengatakan Masharipov setuju mengubah nomornya dari 7 menjadi 77 bahkan sebelum penandatanganan Ronaldo diumumkan.
Foto Masharipov mengenakan jersey 77 pun bahkan sudah diunggah sang pemain di Instagram dan akun Facebook resmi klub Al-Nassr sebelum pengumuman resmi Ronaldo akan bergabung pada 30 Desember 2022 lalu.
Masharipov bahkan sempat mengunggah fotonya bersama Ronaldo, mereka tampak tersenyum. Masharipov pun memberikan keterangan unggahannya “7/77” mengacu nomor punggung masing-masing pemain.
Foto kebersamaannya dengan Ronaldo tampak diunggah Masharipov di akun Instagram pribadinya, @jaloliddin_mashariipov, (4/1/2023).
Seperti diketahui, Ronaldo memang melekat dengan nomor punggung 7 hingga mendapat julukan “CR7”.
Ronaldo mengenakan nomor punggung 7 di klub-klub yang pernah dibelanya, seperti Manchester United, Real Madrid dan Juventus.
Cristiano Ronaldo juga memakainya saat memperkuat tim nasional Portugal saat berlaga di Piala Dunia 2022 lalu.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan, perwakilan klub Al-Nassr membantah klaim tersebut dan mengatakan bahwa Masharipov setuju untuk mengubah nomornya dari 7 menjadi 77, bahkan sebelum penandatanganan kontrak Cristiano Ronaldo diumumkan.
Karenanya, informasi terkait pemecatan pemain Al-Nassr tersebut merupakan informasi menyesatkan. Informasi tersebut masuk dalam kategori menyesatkan.