Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas rencananya akan mulai melakukan silaturahmi politik menemui pimpinan partai politik (parpol) lainnya pada bulan Maret 2023.
"(Pertemuan Zulhas dengan pimpinan parpol lainnya) Ya, kira-kira bulan depanlah," ujar Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi, Jumat (10/2/2023).
Saat ini, lanjut dia, Zulhas masih berfokus pada konsolidasi internal partai.
Terutama terkait dengan kesiapan saksi partai di tempat-tempat pemungutan suara dan menggerakkan mesin organisasi untuk pemenangan pemilu, kaderisasi, serta verifikasi bakal calon legislatif (caleg).
Setelah seluruhnya selesai, Zulhas akan menyusun rencana menemui pimpinan-pimpinan parpol lainnya.
Di lain pihak, Viva Yoga mengatakan PAN memiliki sikap sepadan dengan Partai Golkar untuk membuka peluang kerja sama politik dengan PKB. Terutama soal bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
"PAN selaras dengan Golkar, akan senang dan bergembira jika PKB dapat bergabung, berkoalisi, dan bersanding dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)," kata Viva Yoga.
Jika PKB bergabung ke dalam koalisi, yang terdiri atas Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), maka langkah tersebut dapat menambah kekuatan politik KIB sekaligus sebagai basis konstituen di Pilpres 2024.
Dengan demikian, lanjut Viva Yoga, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusulkan KIB berpotensi pula memenangkan Pilpres 2024.
Baca Juga: Verrell Bramasta Gabung PAN, Ini Pesan Venna Melinda
"Jika PKB bersama KIB, itu akan saling menguatkan. Tidak akan jeruk makan jeruk karena masing-masing partai politik yang ada di KIB telah memiliki basis konstituennya masing-masing," jelasnya.
Dia juga berpandangan bergabungnya PKB ke dalam KIB akan menjadi energi baru bagi koalisi tersebut.
"PKB akan menjadi energi baru bagi KIB, karena di samping singkatan dari Partai Kebangkitan Bangsa, PKB itu juga 'Partai KIB Banget'," katanya.
Saat ini, Partai Golkar bersama PAN dan PPP telah mendeklarasikan KIB. Sementara itu, PKB telah bergabung dengan Partai Gerindra membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).