Pernikahan Bung Karno dan Inggit Garnasih dilangsungkan di rumah orangtua Inggit di Jalan Javaveem, Bandung.
Pernikahan mereka dikukuhkan dengan Soerat Keterangan Kawin No. 1138 tertanggal 24 Maret 1923, bermaterai 15 sen, dan berbahasa Sunda.
Pendukung Pemikiran-Pemikiran Soekarno
Setelah resmi menikah, Inggit Garnasih mendampingi aktivitas Bung Karno. Ia bahkan menjadi salah satu sosok di mana Soekarno berbagi pemikiran untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.
Misalnya saja, ketika Soekarno menyampaikan pemikiran ingin mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI), Inggit mendukungnya.
Inggit juga menjadi sosok yang selalu menjenguk Soekarno ketika tokoh Proklamasi Indonesia ini dipenjara.
Dukungan dari Inggit inilah yang melecut semangat Soekarno untuk melanjutkan perjuangannya menjadikan Indonesia sebagai negara berdaulat.
Berdasarkan informasi dari museumindonesia.com, berikut sumbangsih Inggit Garnasih dalam kemerdekaan Indonesia.
1. Saksi proses kelahiran Peserikatan Indonesia, yang lalu berubah nama menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tanggal 4 Juli 1927.
2. Saksi kelahiran Sumpah Pemuda.
3. Pendamping setia dalam perjalanan Soekarno, sampai ke tempat-tempat pengasingan.
4. Mencarikan data referensi bagi Soekarno dalam menyusun pembelaan di depan Pengadilan Landraad Bandung tanggal 18 Agustus 1930. Pidato pembelaannya terkenal dengan judul 'Indonesia Menggugat'.
Pada 29 Januari 1943, Inggit Garnasih dan Bung Karno resmi bercerai. Perceraian itu disaksikan Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan K.H Mas Mansoer.
Dalam perceraian mereka tertera perjanjian bahwa Inggit akan menerima jaminan hidup dan tunjangan.
Museum Inggit Garnasih