Apa itu By Name By Address? Sistem Masjid Istiqlal untuk Bagi Daging Kurban

Ruth Meliana

Rabu, 27 Mei 2026 | 10:10 WIB
Apa itu By Name By Address? Sistem Masjid Istiqlal untuk Bagi Daging Kurban
ilustrasi kurban Idul Adha (Pexels/Donny Yularso)
baca 10 detik
  • Masjid Istiqlal mengubah skema distribusi kurban tahun 2026.
  • Sudah tidak ada lagi pembagian langsung kepada individu di lokasi masjid.
  • Panitia menerapkan sistem pendataan "By Name By Address".

Suara.com - Di Indonesia, Masjid Istiqlal sebagai masjid negara sering menjadi pusat perhatian karena menerima puluhan hingga ratusan hewan kurban Idul Adha dari berbagai donatur, termasuk pejabat tinggi dan masyarakat umum. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pengelolaan distribusi daging kurban di masjid ini mengalami transformasi signifikan.

Salah satu inovasi terbaru yang paling menonjol adalah sistem “By Name By Address” — sebuah pendekatan berbasis data yang bertujuan membuat penyaluran daging kurban lebih tepat sasaran, transparan, dan aman.

Latar Belakang Perubahan Sistem

Sebelumnya, pembagian daging kurban di Masjid Istiqlal kerap dilakukan secara langsung di area masjid menggunakan sistem kupon atau antrean. Meski bermaksud baik, cara ini sering menimbulkan masalah.

Kerumunan massa yang tidak terkendali, desakan antrean panjang, bahkan insiden warga pingsan akibat panas dan desak-desakan menjadi catatan buruk setiap tahun. Kondisi ini tidak selaras dengan semangat Idul Adha yang seharusnya penuh ketenangan dan keberkahan.

Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa pihaknya memutuskan mengubah skema distribusi. Tahun ini (1447 H/2026 M), tidak ada lagi pembagian langsung kepada individu di lokasi masjid.

Semua daging kurban diproses dan disalurkan melalui jalur yang lebih terstruktur. Inilah di mana sistem By Name By Address berperan penting.

Apa Itu By Name By Address?

By Name By Address secara harfiah berarti “dengan nama dan alamat”. Ini adalah sistem pendataan penerima manfaat secara individual atau kelembagaan yang mencakup identitas lengkap (nama), lokasi (alamat), serta kriteria kebutuhan.

Data ini dikumpulkan melalui proposal pengajuan dari berbagai lembaga sosial yang telah diverifikasi oleh panitia kurban Masjid Istiqlal.

Sistem ini mirip dengan prinsip penyaluran bantuan sosial berbasis data terpadu yang diterapkan pemerintah, di mana setiap penerima terdaftar secara jelas sehingga meminimalisir duplikasi, penyalahgunaan, atau pemberian kepada yang tidak berhak.

baca juga

Mekanisme Distribusi

1. Pengumpulan Data: Lembaga seperti pondok pesantren, panti asuhan, masjid binaan Istiqlal, yayasan sosial, dan lembaga pendidikan Islam di wilayah Jabodetabek mengajukan proposal sebelum Idul Adha. Panitia melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan keabsahan dan tingkat kebutuhan.

2. Penyembelihan dan Pengolahan: Hewan kurban disembelih di area yang telah ditentukan dengan standar kesehatan dan ramah lingkungan. Daging dipotong, dikemas, dan dicatat jumlahnya secara rinci.

3. Penyaluran: Daging tidak dibagikan di masjid, melainkan dikirim langsung ke lembaga-lembaga penerima berdasarkan data By Name By Address. Beberapa daging juga disalurkan melalui masjid-masjid kecil binaan Istiqlal yang kemudian mendistribusikannya kepada jemaah sekitar yang membutuhkan.

Dengan cara ini, distribusi menjadi lebih tertib, efisien, dan tepat sasaran. Pada 2026, Masjid Istiqlal menerima puluhan sapi dan kambing, dan semuanya dikelola dengan sistem ini.

Manfaat dan Dampak Positif

Sistem By Name By Address membawa beberapa keunggulan utama:

  • Transparansi dan Akuntabilitas: Setiap kilogram daging dapat ditelusuri ke penerima tertentu.
  • Mengurangi Kerumunan: Menghindari risiko kesehatan dan keselamatan saat Idul Adha.
  • Tepat Sasaran: Daging lebih banyak diterima oleh kelompok rentan seperti anak yatim, santri pesantren, dan masyarakat miskin di lingkungan binaan.
  • Efisiensi Logistik: Kerja sama dengan yayasan dan masjid binaan mempermudah distribusi ke pelosok Jabodetabek.
  • Pendidikan Nilai Kurban: Menekankan bahwa kurban bukan sekadar ritual, melainkan instrumen pemerataan ekonomi dan kepedulian sosial.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski inovatif, sistem ini tetap memiliki tantangan, seperti memastikan data penerima selalu update dan verifikasi yang ketat agar tidak ada lembaga “titipan” yang tidak layak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres Gibran dan Jan Ethes Salat Iduladha Bersama di Masjid Istiqlal

Wapres Gibran dan Jan Ethes Salat Iduladha Bersama di Masjid Istiqlal

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:17 WIB

Kekayaan Prabowo yang Beli 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar

Kekayaan Prabowo yang Beli 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:13 WIB

Takbir Idul Adha Berlangsung Berapa Lama? Ini Hukumnya Menurut Para Ulama

Takbir Idul Adha Berlangsung Berapa Lama? Ini Hukumnya Menurut Para Ulama

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:15 WIB

Terkini

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bola | Senin, 14 September 2026 | 08:27 WIB

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:24 WIB

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:20 WIB

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

News | Senin, 14 September 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:14 WIB

18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang

18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:09 WIB

IHSG Bidik Rebound di Awal Pekan, Ini Daftar Saham Pilihan 4 Analis Ternama

IHSG Bidik Rebound di Awal Pekan, Ini Daftar Saham Pilihan 4 Analis Ternama

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:07 WIB

Hari Keenam, 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dicari hingga 6.010 NM

Hari Keenam, 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dicari hingga 6.010 NM

Foto | Senin, 14 September 2026 | 08:00 WIB

Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!

Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 08:00 WIB

Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri

Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 07:59 WIB

×