Kans Koalisi PDIP, KIR dan KIB Kian Terbuka, Pengamat: Untuk Hadapi Koalisi Perubahan

Suara Moots | Suara.com

Jum'at, 10 Maret 2023 | 15:41 WIB
Kans Koalisi PDIP, KIR dan KIB Kian Terbuka, Pengamat: Untuk Hadapi Koalisi Perubahan
Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). ([Istimewa])

Sejumlah partai politik telah menjalin koalisi untuk menghadapi Pilpres 2024. Sebut saja PKB dan Partai Gerindra yang tergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).

Lalu PAN, PPP dan Partai Golkar yang menjalin Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Dan Koalisi Perubahan yang digawangi NasDem, Demokrat dan PKS.

PDI Perjuangan jadi satu-satunya partai politik yang belum menjalin koalisi. Lantas ke manakah partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu akan menjalin koalisi?

Pengamat Politik dari Universitas Widya Mandira Kupang, Mikhael Rajamuda Bataona menilai peluang PDIP berkoalisi dengan KIR dan KIB semakin terbuka menghadapi Pilpres 2024.

"Untuk menghadapi koalisi perubahan yang digagas Nasdem, Demokrat dan PKS," katanya, Jumat (10/3/2023), dikutip dari Antara.

Ia mengatakan makna-makna simbolik yang direpresentasikan para pimpinan parpol KIB dan KIR sejauh ini menunjukkan indikasi yang kuat.

Terutama dalam narasi komunikasi politik yang muncul, terbaca bahwa mereka memiliki satu titik pijak yang sama yaitu melawan pihak yang menolak melanjutkan visi kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Artinya, baik KIR maupun KIB, keduanya mempunyai situasi psikologis dan suasana kebatinan yang sama, yaitu menolak calon presiden yang menjadi anti tesis Presiden Jokowi.

Menurut dia, bagi KIR maupun KIB, melanjutkan proyek pembangunan seperti Ibu Kota Negara (IKN), program hilirisasi bahan tambang seperti nikel, tembaga, program dana desa, pembangunan infrastruktur dan lainnya dalam rangka memperkuat perekonomian Indonesia adalah hal yang wajib.

Program-program itu, kata dia, adalah kerja-kerja nyata Presiden Jokowi yang wajib dilanjutkan demi Indonesia hebat.

Sehingga bagi KIR, KIB maupun PDIP, kata dia, taruhannya akan sangat mahal jika kepemimpinan berikutnya jatuh ke tangan kelompok yang menjadi anti tesis Presiden Jokowi.

"Inilah alasan rasional mengapa koalisi PDIP, KIB, KIR, berpeluang terjadi karena pada dasarnya mereka mempunyai situasi psikologis dan suasana kebatinan yang sama. Yaitu sebagai gerbong besar yang ingin melanjutkan program-program Presiden Jokowi," katanya.

Bataona mengatakan, hal lain dari simbolisme politik yang sering direpresentasikan dua gerbong ini (KIB dan KIR) adalah dua poros koalisi ini, meskipun berbeda nama tetapi isinya sama yaitu sama-sama ingin agar ada "Jokowi baru" yang melanjutkan kepemimpinan bangsa ini.

"Pemegang 'kartu as' dua poros koalisi ini, adalah Presiden Jokowi. Artinya, dari yang terbaca secara politik, KIB adalah poros koalisi yang sengaja dikonsolidasikan dan sangat nampak sebagai representasi kekuatan Jokowi," katanya.

KIB, kata dia, seperti sebuah sekoci politik yang memang dirancang dan sudah disiapkan Presiden Jokowi untuk menjadi alat tawar menawar dengan PDIP dan KIR.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KIB Tak Kunjung Umumkan Capres, Dave Golkar: Diskusinya Belum Sampai Tahap Pencapresan

KIB Tak Kunjung Umumkan Capres, Dave Golkar: Diskusinya Belum Sampai Tahap Pencapresan

| Kamis, 09 Maret 2023 | 18:59 WIB

Yusril Berencana Temui Megawati Dalam Waktu Dekat, Bahas Koalisi?

Yusril Berencana Temui Megawati Dalam Waktu Dekat, Bahas Koalisi?

| Kamis, 09 Maret 2023 | 18:21 WIB

Rommy Temui Sekjen PDIP, PPP: Pertemuan Sahabat Lama, Gak Resmi Antar DPP

Rommy Temui Sekjen PDIP, PPP: Pertemuan Sahabat Lama, Gak Resmi Antar DPP

| Kamis, 09 Maret 2023 | 16:13 WIB

Terkini

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

Ampera Ditutup 45 April, Ini Jalur Alternatif Tercepat yang Bisa Dilalui Warga Palembang

Ampera Ditutup 45 April, Ini Jalur Alternatif Tercepat yang Bisa Dilalui Warga Palembang

Sumsel | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:17 WIB

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:04 WIB

Uji Nyali Akhir Pekan: 10 Film Psikopat Netflix Terbaik yang Bikin Ngeri

Uji Nyali Akhir Pekan: 10 Film Psikopat Netflix Terbaik yang Bikin Ngeri

Entertainment | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:00 WIB

Imbas Kalah dari Bulgaria, Timnas Indonesia Terancam Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027

Imbas Kalah dari Bulgaria, Timnas Indonesia Terancam Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027

Bola | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:00 WIB

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB

Pasca Perang Dingin di Halal Bihalal, Bupati Lebak Mendadak Temui Gubernur Banten

Pasca Perang Dingin di Halal Bihalal, Bupati Lebak Mendadak Temui Gubernur Banten

Banten | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:54 WIB

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:49 WIB

BRI Wujudkan Operasional Berkelanjutan Dengan Inspirasi Earth Hour

BRI Wujudkan Operasional Berkelanjutan Dengan Inspirasi Earth Hour

Lampung | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:48 WIB

Bersama Semangat Earth Hour, BRI Percepat Transformasi Berkelanjutan

Bersama Semangat Earth Hour, BRI Percepat Transformasi Berkelanjutan

Jabar | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:42 WIB