PDI P resmi umumkan belasan calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2024 yang berasal dari purnawiraan Jenderal TNI-Polri, salah satunya adalah putra asal Papua, Letnan Jenderal purnawirawan Joppye Onesimus Wayangkau.
Menurut Sekjen PDI P, Hasto Kristiyanto, Joppye nantinya akan dicalonkan di tanah kelahirannya.
"Kemudian dari TNI ada sebelas purnawirawan, seperti Letjen Purn Ganip Warsito, Laksamana Muda purnawirawan Yuhastihar, Laksamana Muda purnawirawan Agus Setiadji, Mayjen purnawirawan Gunawan Pakki, Mayjen purnawirawan Saud Tamba Tua, Letnan Jenderal purnawirawan Joppye Onesimus Wayangkau yang nanti ditugaskan di Papua Barat dan beberapa purnawirawan lainnya," jelsa Hasto seperti dikutip dari Suara.com
Joppye Onesimus Wayangkau kelahiran Serui, Papua pada 17 Juli 1952. Ada cerita yang menarik dari Jenderal bintang tiga asal Papua ini.
Saat menjadi bintang tamu di Youtube Gilbert Lumoindong, Joppye mengatakan bahwa ia sebenarnya tak mendapat restu dari sang ayah menjadi seorang tentara.
Menariknya, Joppye pun yang tinggal di pedalaman Papua sempat memiliki cita-cita waktu kecil menjadi pilot atau penggembala yang sukses.
"Kita orang Papua, sudah hitam, rambut keriting zaman itu masih kurang ini. Jadi tidak mungkin masuk Akabri," kata Joppye.
Namun Joppye akhirnya bisa tentara karena mendapat undangan dari Komando Distrik Militer (Kodim) karena sang ayah seseorang yang dituakan di kampungnya.
"Bapak saya ini kan tua di gereja. Dan dulu itu jarang orang kampung itu dipanggil ke Kodim, bisa pulang bisa tidak itu, jadi pasukan pak pendeta," jelasnya.
Baca Juga: Oncel Mekel PDI P vs Keluarga Ahmad Dhani di Gerindra, Siapa yang Menang di Pemilu 2024?
Namun rupanya hal itu malah membuat sang ayah marah besar. Sang ayah meminta Joppye untuk melanjutkan pendidikan sebagai seorang pendeta.
"Bapak saya itu bilang, 'Ini apa?'. Ini sekolah tentara, lah bapak tambah marah. 'Anak kurang ajar, ini disuruh sekolah pendeta tidak mau malah masuk tentara',"
"Jadi singkat cerita, bapak bilang: 'Anak ini kurang ajar, bikin susah orangtua. Lebih baik dia mati, mati sajalah. Kita tidak usah pikir lagi'. Jadi karena dipanggil ke Kodim ini," lanjutnya.