Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 20 April 2026 | 23:45 WIB
Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih
Instalasi panel surya di atas atap Masjid Mujahidin, Gunungpring, Magelang (Suara.com/Chyntia Sami)
baca 10 detik
  • Masjid Mujahidin di Magelang memasang panel surya sejak 2025 untuk mendukung efisiensi energi melalui program 1000 Cahaya Muhammadiyah.
  • Pemasangan panel surya berhasil menurunkan tagihan listrik bulanan masjid sebesar 50 persen dengan memanfaatkan energi matahari yang disimpan.
  • Selain transisi energi, masjid ini juga mengolah limbah kotoran hewan kurban menjadi pupuk kompos untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah pencemaran air.

Suara.com - Atap Masjid Mujahidin, Gunungpring, Magelang, Jawa Tengah terlihat berbeda dari tempat ibadah umat Muslim kebanyakan. Bukan karena kubah atau pengeras suara, melainkan deretan panel surya yang terpasang rapi menghadap langsung ke matahari.

Sejak 2025, masjid ini telahmemanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi alternatif. Total ada lima lembar panel surya yang terpasang menghasilkan daya 2.750 Wp untuk menyuplai sebagian kebutuhan listrik harian.

Transisi ini memang belum sepenuhnya menggantikan pasokan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun, langkah tersebut menjadi awal penting menuju efisiensi energi yang lebih berkelanjutan.

Salah satu pengurus masjid, Aslami Ukasyah bercerita, ide pemasangan panel surya berawal dari undangan mengikuti pelatihan transisi energi yang diinisiasi oleh program 1000 Cahaya Muhammadiyah. Dari sana, pengurus mulai menyadari bahwa masjid tidak hanya sebagai pengguna energi, tetapi juga bisa berperan dalam mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Program 1000 Cahaya Muhammadiyah sendiri merupakan bagian dari gerakan 'Green Movement' yang mendorong kesadaran masyarakat untuk beralih ke energi bersih. Inisiatif ini menyasar jaringan Muhammadiyah di tingkat akar rumput mulai dari ranting, sekolah, pondok pesantren, hingga masjid sebagai titik awal perubahan.

Sepulang dari pelatihan, pengurus mendapatkan dukungan dari seorang donatur yang bersedia membiayai pemasangan panel surya senilai Rp40 juta. Dalam waktu tiga hari, instalasi pun rampung.

“Alhamdulillah biaya pemasangan sekaligus ditanggung satu donatur, jadi prosesnya bisa langsung berjalan,” ujar Aslam saat berbincang dengan Suara.com, Jumat (3/4/2026).

Instalasi panel surya di Masjid Mujahidin, Gunungpring, Magelang (Suara.com/Chyntia Sami)
Instalasi panel surya di Masjid Mujahidin, Gunungpring, Magelang (Suara.com/Chyntia Sami)

Dari instalasi tersebut, Masjid Mujahidin kini memiliki tiga baterai berkapasitas masing-masing 4,8 kWh. Energi yang dihasilkan panel surya dapat disimpan dan digunakan hingga 24 jam sehingga tetap bisa dimanfaatkan di luar waktu paparan matahari.

Listrik dari panel surya ini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pompa air, lampu penerangan, kipas angin, hingga pengeras suara.

Dalam sehari, masjid ini menampung sekitar 250 jemaah. Jumlah itu biasanya meningkat pada siang hari di hari sekolah, saat pelajar SD Muhammadiyah Gunungpring turut beraktivitas ibadah di masjid ini.

Dampakn transisi energi mulai terasa pada pengeluaran rutin masjid. Sebelum pemasangan panel surya, tagihan listrik mencapai sekitar Rp450 ribu per bulan. Kini, angkanya turun menjadi sekitar Rp200 ribu atau berkurang sekitar 50 persen.

“Efisiensi tagihan listrik lumayan, setengahnya lebih bisa dipangkas,” kata Aslam.

Olah Limbah Kotoran Hewan Kurban

Selain memulai transisi energi, Masjid Mujahidin juga mengambil langkah lain dalam pengelolaan lingkungan, khususnya saat perayaan Idul Adha. Masjid ini menjadi pionir dalam pengolahan limbah kotoran hewan kurban dengan menyediakan tiga lubang komposter di area samping masjid.

Jika di banyak tempat kotoran dan jeroan hewan kurban masih kerap dibuang ke sungai, di Masjid Mujahidin limbah tersebut justru diolah. Seluruh sisa penyembelihan dimasukkan ke dalam lubang komposter untuk diproses lebih lanjut.

“Biasanya ada yang mencuci jeroan lalu membuang kotorannya ke sungai, itu jelas mencemari. Kalau di sini, semuanya dimasukkan ke dalam lubang komposter,” kata Aslam.

Bagi pengurus, cara ini bukan sekadar teknis pengelolaan limbah, tetapi bagian dari komitmen menjaga lingkungan. Prinsip masjid ramah lingkungan diterapkan tidak hanya pada penggunaan energi, tetapi juga pada bagaimana limbah dikelola agar tidak mencemari sekitar.

Setiap Idul Adha, Masjid Mujahidin dapat menyembelih hingga belasan sapi dan kambing. Seluruh limbah kotoran dan jeroan yang dihasilkan tidak dibuang begitu saja, melainkan dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk kompos yang lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.

Nantinya, pupuk kompos yang dihasilkan dari proses pengolahan ini tidak dibiarkan menumpuk. Pengurus masjid mengemasnya dalam wadah sederhana dan membagikannya kepada para jemaah.

“Kalau sudah jadi kompos, siapa saja bisa ambil sendiri,” ujar Aslam.

Praktik ini juga sejalan dengan regulasi pemerintah. Merujuk pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 90 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan pemotongan hewan kurban, limbah sisa kurban tidak boleh dibiarkan berceceran.

Pembuangan jeroan secara sembarangan, terutama ke sungai, berisiko mencemari lingkungan dan sumber air, menimbulkan bau tidak sedap, mengundang lalat dan hama penyakit hingga dapat menyebabkan masalah kesehatan masyarakat.

Masjid Mujahidin tampak dari dalam (Suara.com/Chyntia Sami)
Masjid Mujahidin tampak dari dalam (Suara.com/Chyntia Sami)

Kekuatan Transisi Energi Berbasis Komunitas

Direktur Program 1000 Cahaya Muhammadiyah, Hening Parlan menyebut, Masjid Mujahidin sebagai salah satu praktik baik yang didampingi program tersebut dalam mendorong target emisi nol bersih di Indonesia.

Menurutnya, persoalan perubahan iklim tidak bisa dilihat sebagai tanggung jawab individu semata, melainkan menjadi urusan bersama yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Berangkat dari pemahaman itu, Program 1000 Cahaya Muhammadiyah berupaya meningkatkan kesadaran sekaligus kapasitas masyarakat sipil dan lembaga keagamaan untuk beralih ke energi bersih, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.

“Fokus kami di ranting, cabang, masjid, pondok pesantren, sekolah, dan kampus. Kenapa? Karena di tingkat ini model-model transisi energi yang kita jalankan bisa diperluas,” ujar Hening kepada Suara.com.

Ia menilai komunitas memiliki peran kunci dalam menyebarkan praktik baik. Dengan jaringan akar rumput Muhammadiyah yang kuat, inisiatif seperti ini dinilai punya potensi dampak yang luas jika dijalankan secara kolektif.

Dalam salah satu forum bersama perwakilan ranting Muhammadiyah, muncul gagasan agar setiap ranting memiliki setidaknya satu sumber energi terbarukan. Meski masih dalam tahap pembahasan, ide ini dianggap sebagai pijakan awal untuk mendorong transisi energi berbasis komunitas yang lebih luas lagi.

“Bayangkan kalau ranting Muhammadiyah yang jumlahnya sekitar 4.000 ranting, masing-masing membangun energi terbarukan, hampir pasti mereka sudah mengerjakan efisiensi dan transisi,” kata Hening.

Pandangan serupa disampaikan pakar energi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Ir. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T., IPU. Ia menilai pembangunan panel surya oleh komunitas merupakan langkah strategis dalam mendukung pengurangan emisi karbon.

“Peran komunitas membangun panel surya ini sangat strategis untuk pengurangan emisi karbon,” ujarnya.

Apalagi, jika praktik transisi energi seperti yang dilakukan Masjid Mujahidin dapat direplikasi di berbagai tempat, dampaknya dinilai akan signifikan dalam menekan laju perubahan iklim yang dipicu oleh emisi gas rumah kaca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Listrik 4 Gigawatt, Singapura Pasang Panel Surya di Tembok Gedung Hingga Parkiran

Demi Listrik 4 Gigawatt, Singapura Pasang Panel Surya di Tembok Gedung Hingga Parkiran

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Muhammadiyah Kutip Surah Al Baqarah dan Al Araf: Jangan Normalisasi Kebakaran Hutan Bencana Tahunan

Muhammadiyah Kutip Surah Al Baqarah dan Al Araf: Jangan Normalisasi Kebakaran Hutan Bencana Tahunan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Proyek PLTS 40 MWp Disiapkan Demi Kejar Target 100 GWp Energi Surya

Proyek PLTS 40 MWp Disiapkan Demi Kejar Target 100 GWp Energi Surya

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Pasar Global Tuntut Produk Hijau, Pemerintah Pacu Pembangkit EBT dan Investasi Rp 2.967 Triliun

Pasar Global Tuntut Produk Hijau, Pemerintah Pacu Pembangkit EBT dan Investasi Rp 2.967 Triliun

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:27 WIB

Inovasi Energi Bersih, PLN Group Raih Empat Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026

Inovasi Energi Bersih, PLN Group Raih Empat Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Ekspor Panel Surya ke AS Terhenti, Pemerintah Optimalkan Pasar Domestik

Ekspor Panel Surya ke AS Terhenti, Pemerintah Optimalkan Pasar Domestik

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Profil Dadang Hartanto, Eks Kapolda Maluku dan Profesor Administrasi yang Kini Pimpin Polda Metro

Profil Dadang Hartanto, Eks Kapolda Maluku dan Profesor Administrasi yang Kini Pimpin Polda Metro

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Studi IESR: Menunda Transisi Energi Bisa Bikin Biaya Listrik ASEAN Lebih Mahal

Studi IESR: Menunda Transisi Energi Bisa Bikin Biaya Listrik ASEAN Lebih Mahal

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:14 WIB

ASEAN Dorong Transisi Energi Bersih, mengapa Pengelolaan Limbah Perlu Disiapkan Sejak Awal?

ASEAN Dorong Transisi Energi Bersih, mengapa Pengelolaan Limbah Perlu Disiapkan Sejak Awal?

News | Senin, 28 September 2026 | 15:40 WIB

Permintaan Listrik Naik, ASEAN Perlu Perkuat Jaringan Energi Terbarukan: Siapkah?

Permintaan Listrik Naik, ASEAN Perlu Perkuat Jaringan Energi Terbarukan: Siapkah?

News | Rabu, 23 September 2026 | 11:15 WIB

Terkini

Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum

Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum

Jakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari

Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:03 WIB

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Bicara Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Sudaryono: Hancur Hatiku, Saya Baper

Bicara Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Sudaryono: Hancur Hatiku, Saya Baper

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan

Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar

Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar

Bali | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Harga dan Spesifikasi HP Flagship Terbaru di Indonesia: Mewah, Performa Gahar!

Harga dan Spesifikasi HP Flagship Terbaru di Indonesia: Mewah, Performa Gahar!

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Bos Danantara Pandu Sjahrir Tak Bantah Miliki Saham di Supra Sekuritas

Bos Danantara Pandu Sjahrir Tak Bantah Miliki Saham di Supra Sekuritas

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:55 WIB

×