Persija akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-27 lewat skill apik Aliyudin dengan melewati Aris Indarto sebelum taklukan kiper Wahyudi.
Skor 1-1 jadi hasil akhir di babak pertama. Pada babak kedua, Persija justru berbalik unggul pada menit ke-62 lewat gol Bambang Pamungkas.
Gol Bepe berawal dari free kick yang diambil oleh Ismed Sofyan. Bola sepakan Ismed mampu dikonversi jadi gol oleh Bepe lewat sundulan.
Persik mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-81, berawal dari akselerasi Danillo, bola lambung membuat Abanda Herman terkecoh hingga membuat El Loco berdiri bebas dan dengan ketenangannya bobol gawang Khmaruk.
Gol El Loco ini diprotes oleh pemain Persija karena menganggap striker kelahiran Uruguay itu melakukan pelanggaran kepada Abanda Herman. Tensi laga pun memanas.
Kiper Evgheny Khmaruk bahkan sampai protes dan mengejar wasit. Ia sempat meletakkan tangannya ke arah leher wasit dan berusaha ditenangkan oleh Bepe.
Namun wasit yang memimpin laga tak bergeming dan anggap gol El Loco sah. Laga semakin panas, di pinggir lapangan Serghei Dubrovin juga protes keras ke wasit keempat.
Protes terus dilakukan pemain Persija, Khmaruk bahkan sempat melepas sarung tangannya dan ogah bermain. Sementara Dubrovin sempat meminta anak asuhnya untuk tak melanjutkan pertandingan.
Hal ini bahkan membuat eks manajer Persija IGK Manila turun tangan dan berusaha menenangkan para pemain dan meminta mereka melanjutkan pertandingan.
Pada akhirnya laga tetap dilanjutkan nanun tensi pertandingan sudah semakin memanas. Setelah wasit meniup peluit tanda akhir pertandingan, pecah emosi pemain kedua tim.
Kiper Khmaruk bahkan sampai berlari dan langsung mencerkam leher dari El Loco. Pemain kedua tim bahkan sempat saling dorong hingga membuat polisi dan tentara meringsek masuk ke lapangan.