Dokter sampai Guru Dikerahkan untuk Obati Trauma Pengungsi Gunung Kelud

admin Suara.Com
Selasa, 18 Februari 2014 | 13:48 WIB
Dokter sampai Guru Dikerahkan untuk Obati Trauma Pengungsi Gunung Kelud
Pengungsi di sekitar Gunung Kelud (Foto: Humas PKS)

Suara.com - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur menyelenggarakan program trauma healing di empat titik pengungsian korban erupsi Gunung Kelud. Empat lokasi tersebut yaitu Pare, Wates, Kepung, dan Kediri.

Aksi ini digawangi oleh Barisan Putri Keadilan (Santika) bersama 16 relawan yang terdiri atas dokter, perawat, psikolog, guru, dan berbagai profesi  lainnya.

Beragam kegiatan diselenggarakan, seperti permainan untuk anak-anak, dongeng hingga mendengar curhat dan keluh kesah pengungsi, terutama ibu-ibu. Di setiap sesi, jumlah pesertanya sekitar 75-100 orang.

“Alhamdulillah, umumnya mereka sangat antusias dengan kehadiran kami. Apalagi sejak awal tim healing sudah dibekali tips-tips agar tidak ada jarak dengan mereka. Jadi suasana terbangun enjoy, seperti ketemu sahabat lama. Para pengungsi bisa curhat apa saja tentang kondisinya,” ujar Immah Inayati, Ketua Santika PKS Jatim.

Demikian pula dengan anak-anak.  Aneka permainan dan dongeng  yang dibawakan tim nampaknya cukup bisa mengusir kesedihan mereka.

“Untuk anak-anak sengaja kami pilihkan permainan dan cerita-cerita positif yang menguatkan jiwa mereka. Kami berharap kejadian yang berpotensi traumatik ini tidak berefek negatif untuk masa depan anak-anak,” kata alumni ITS ini.

Program trauma healing ini merupakan bagian dari gerak cepat kader PKS untuk membantu para pengungsi erupsi Kelud. Sejak hari pertama pascaerupsi, PKS Jatim telah menurunkan tak kurang dari 300 kader di Kediri, Malang, dan Blitar.

“Fokus bantuan PKS pada pendirian dapur umum, layanan kesehatan, dan trauma healing,” kata Hamy Wahjunianto, Ketua DPW PKS Jatim, ketika ditemui di lokasi pengungsian.

PKS, lanjut Hamy, sengaja menurunkan tim kader perempuan di lokasi bencana sebagai bentuk perhatian lebih pada permasalahan perempuan, anak-anak, dan keluarga.

“Apapun yang terjadi, kami ingin memastikan keluarga para pengungsi tetap terjaga kebahagiaannya. Dengan demikian, anak-anak lebih terjamin masa depannya,” kata Hamy Wahjunianto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI