Hamil, TKI di Malaysia Dipaksa Majikan Gugurkan Kandungan

Ardi Mandiri Suara.Com
Sabtu, 08 Maret 2014 | 05:39 WIB
 Hamil, TKI di Malaysia Dipaksa Majikan Gugurkan Kandungan
Ilustrasi TKI. (Antara/ M Rusman)

Suara.com - Masnah (35 tahun), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) nekat kabur dari rumah majikannya di Malaysia pada akhir Desember 2013, setelah diketahui hamil lima bulan dan diminta mengguggurkan kandungannya.

"Ini calon anak pertama saya. Saya sudah menikah selama 9 tahun dengan Abdul Kodir. Saya tidak mau aborsi untuk mengguggurkan kandungan ini. Saya pilih lari dari tempat kerja," kata dia di Rumah Singgah Sementara Dinas Sosial Kota Batam, Sekupang, Jumat (7/3/2014).

Masnah bersama, tiga bayi, satu balita dan 11 wanita dewasa lain dideportasi dari Malaysia, Kamis (6/3/2014) sore melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre.

Ia mengatakan masuk Malaysia akhir November 2013, saya tidak mengetahui kalau sudah hamil dan baru mengetahui saat pengurusan permit (surat izin kerja).

"Setelah satu bulan kerja di Malaysia, dokter bilang, usia kandungan saya sudah masuk dua bulan. Majikan di tempatnya bekerja tak menginginkan saya hamil. Saya sempat dipaksa menggugurkan kandungan sebelum akhirnya memilih kabur," kata dia.

Masnah mengatakan, lari dari rumah majikan sekitar pukul 02.00 waktu setempat dan berjalan dua jam sampai ke kantor polisi tanpa membawa apapun.

"Dari kantor polisi tersebut saya dibawa ke Konsulat Jenderal RI di Johor Baru Malaysia dan mendapat pertolongan. Awalnya saya malah hampir dimasukkan penjara oleh polisi karena tak punya dokumen," kata Masnah.

Masnah mengatakan sebelum masuk Malaysia pernah bekerja di Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga selama enam tahun.

"Saya trauma kembali ke Malaysia. Jika kondisinya sudah sehat, usai melahirkan saya pilih kembali bekerja di Arab Saudi saja," kata dia.

Sebelumnya, pada Kamis (6/3) sore, tiga bayi, satu balita, dan 12 orang wanita dewasa dideportasi dari Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre, Kota Batam, Kepulauan Riau, dan rata-rata dalam kondisi kurang sehat.

"Semuanya 16 orang. Kondisi yang dewasa banyak tidak sehat dan depresi. Ada yang baru 15 hari usai melahirkan, jahitannya belum kering, sekarang demam. Kami segera akan cek kesehatan mereka," kata Satgas Pendamping TKI Kementerian Sosial, Febriana.

Ia mengatakan, sebelum dideportasi sebagian di antara mereka diperlakukan tidak mengenakkan dari majikan sehingga memilih melarikan diri ke Konsulat Jenderal Indonesia di Johor Bahru untuk meminta perlindungan.

Febriana mengatakan, rata-rata TKI tersebut berasal dari NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sukabumi, Aceh, dan Lampung. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI