TNI AU Kirim Pesawat Intai untuk Cari Malaysia Airlines

Siswanto

Senin, 10 Maret 2014 | 13:52 WIB
TNI AU Kirim Pesawat Intai untuk Cari Malaysia Airlines
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - TNI Angkatan Udara RI mengirim satu pesawat Boeing 737 Angkut Intai A-7303 Patroli Maritim (Patmar) untuk ikut membantu mencari pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 yang hilang.

Pesawat TNI AU dengan pilot Letnan Kolonel (Letkol) Pnb. Sudewo terbang dari home base Skadron Udara 5 Lapangan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, melalui rute laut Jawa, Lapangan Udara Halim Perdanakusuma (Jakarta Timur), lalu menuju Lapangan Udara Ranai.

Pesawat intai TNI AU akan melakukan operasi di sekitar laut Cina selatan yang masih dalam wilayah udara Indonesia.

"Ini yang diperkirakan menjadi area lintasan penerbangan pesawat Malaysia Airlines yang hilang," demikian dikatakan Kepala Dinas Penerbangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto dalam siaran pers.

Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 yang membawa 227 penumpang, termasuk dua bayi, dan 12 awak, hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing sekitar satu jam setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Sabtu (8/3/2014). Dari 227 penumpang, tujuh di antaranya warga Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Pantau Update Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines

SBY Pantau Update Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines

News | Senin, 10 Maret 2014 | 12:04 WIB

AU Malaysia Bingung Tak Ada Sinyal dari Malaysia Airlines

AU Malaysia Bingung Tak Ada Sinyal dari Malaysia Airlines

News | Senin, 10 Maret 2014 | 12:02 WIB

Alasan Malaysia Tak Kirim Kapal Selam Untuk Cari Pesawat Malaysia Airlines

Alasan Malaysia Tak Kirim Kapal Selam Untuk Cari Pesawat Malaysia Airlines

News | Senin, 10 Maret 2014 | 11:39 WIB

Loloskan Penumpang dengan Paspor Palsu, Malaysia Selidiki Petugas Imigrasi

Loloskan Penumpang dengan Paspor Palsu, Malaysia Selidiki Petugas Imigrasi

News | Senin, 10 Maret 2014 | 11:35 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×