Pengamat: Pencarian MH370 Sebaiknya Dihentikan Tiga Hari Lagi

Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 19 Maret 2014 | 11:58 WIB
Pengamat: Pencarian MH370 Sebaiknya Dihentikan Tiga Hari Lagi
Salah satu pesawat milik maskapai Malaysia Airlines (Reuters/Bazuki Muhammad)

Suara.com - Angkatan Laut Amerika Serikat menurunkan pesawat pengintai paling canggih yaitu P8-A Poseidon untuk mencari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak Sabtu (8/3/2014) lalu. P8 akan bergabung dengan pesawat pencari dari Australia dan Selandia Baru dalam melacak 600.000 km2 Samudera Hindia untuk mencari tanda-tanda pesawat MH370.

“Luasnya Samudera Hindia serta tidak adanya tanda-tanda dari pesawat yang ditemukan oleh P3 di bawah air membuat pencarian semakin sulit. Ini tantangan yang berat,” kara Richard Burgess, bekas komandan pesawat pencari P3.

Di era yang sudah dikuasai oleh teknologi canggih, pencarian MH370 akan kembali ke metode lama yang bergantung kepada sensor tertua yaitu mata manusia. Kru P8 akan menggunakan teropong untuk mencari kemungkinan adanya serpihan dari pesawat Malaysia Airlines.

“Para tim pencari berharap bisa menemukan benda-benda dari MH370 seperti pelampung, koper dan juga mayat yang mengapung di air,” kata Burgess yang juga editor dari Seapower Magazine.

Pesawat pencari P8 akan terbang dengan ketinggian 1,5 kilometer dan turun ke ketinggian 1.000 kaki untuk mencari benda-benda yang kemungkinan berasal dari pesawat MH370 di Samudera Hinda yang luasnya 1,5 kali wilayah California, Amerika Serikat.

“Apabila kru mendeteksi sesuatu atau diberi lokasi yang tepat, mereka bisa menjatuhkan pelampung dari badan pesawat yang bisa bertindak seperti mikrofon untuk mendengarkan pings dari kotak hitam pesawat tersebut,” jelas Burgess.

Kata dia, pings dari kotak hitam pesawat akan mengeluarkan sinyal selama 30 hari. Namun, pelampung itu kemungkinan tidak akan terlalu berguna karena tidak ada informasi yang tepat tentang lokasi pesawat MH370.

“Akan percuma dan membuang uang dalam jumlah besar apabila pelampung itu dijatuhkan ke laut secara acak,” kata Burgess.

Dia menjelaskan, pings dari kotak hitam pesawat hanya bisa diterima dengan jarak maksimal 1 mil. Selain itu, suara pings akan semakin sulit didengara apabila terhadang oleh bukit di bawah laut.

“Saya tidak tidak punya harapan banyak upaya pencarian itu bisa berjalan sukses melihat jarak yang kemungkinan sudah ditempuh pesawat itu. Pada titik tertentu, anda harus memutuskan apakah pencarian ini masih bermanfaat. Keinginan untuk menemukan sesuatu semakin tipis seiring perjalanan waktu. Kalau saya, pencarian akan saya hentikan dalam tiga atau empat hari apabila tidak ditemukan apa pun,” ujar Burgess. (Bloomberg)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sebuah Pesawat, Diduga MH370, Dilihat Warga Maladewa

Sebuah Pesawat, Diduga MH370, Dilihat Warga Maladewa

News | Rabu, 19 Maret 2014 | 11:08 WIB

Radar Sejumlah Negara Tak Ada yang Deteksi Pesawat MH370

Radar Sejumlah Negara Tak Ada yang Deteksi Pesawat MH370

News | Rabu, 19 Maret 2014 | 01:48 WIB

3 Berita Palsu tentang Pesawat Malaysia Airlines MH370

3 Berita Palsu tentang Pesawat Malaysia Airlines MH370

Tekno | Selasa, 18 Maret 2014 | 20:32 WIB

4 Teori Paling Populer Soal Hilangnya MAS MH370

4 Teori Paling Populer Soal Hilangnya MAS MH370

News | Selasa, 18 Maret 2014 | 17:01 WIB

Terkini

Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:00 WIB

KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik

KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:40 WIB

Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji

Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:34 WIB

Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'

Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:18 WIB

Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang

Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:08 WIB

Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!

Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:08 WIB

Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!

Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:07 WIB

Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui

Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:48 WIB

ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin

ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:43 WIB

Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?

Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:36 WIB